Golkar Diisukan Plot JK Cukup Jadi Cawapres
Jumat, 21/11/2008 11:31 WIB
Jakarta -
Sejumlah calon presiden (capres) terus bermunculan. Tapi Golkar tetap tidak kunjung menunjukkan sikap tentang capresnya. Bahkan isu yang berkembang partai besar ini cukup puas ketua umumnya hanya maju sebagai cawapres pada Pemilu 2009.
Isu tersebut berkembang liar seiring pernyataan Menko Kesra Aburizal Bakrie akan pensiun dari Kabinet Indonesa Bersatu. Ical berniat tidak akan lagi mau menjadi menteri walau siapa pun presidennya.
Kabar yang berkembang penyebab sikap Ical tersebut lantaran orang terkaya se-Indonesia versi majalah Forbes itu telah mempunyai cadangan posisi yang tidak kalah menggiurkan, menjadi Ketua Umum Golkar.
Partai Golkar, disebut-sebut telah melakukan rapat untuk memplot posisi sejumlah tokoh Golkar terkait Pemilu 2009 termasuk Ical. Rapat diisukan berlangsung Rabu malam 18 November lalu.
Sumber detik menyebutkan, hasil rapat itu adalah menskenariokan JK cukup maju sebagai cawapres pada 2009 mendampingi SBY, seperti diperkirakan banyak pihak. Selanjutnya untuk jaga-jaga menghadapi larangan rangkap jabatan, maka JK akan meninggalkan posisinya sebagai Ketua Umum Golkar. Kursi JK diplot akan diduduki Ical. Benarkah isu tersebut?
Wakil Sekjen Golkar Rully Chairul Azwar tidak menampik adanya rapat pada Rabu malam lalu. Namun Rully membantah rapat tersebut menghasilkan kesepakatan JK akan tetap dampingi SBY di Pilpres 2009.
"Rabu malem, nggak ada ngomong soal itu. Kita rapat tentang persoalan-persoalan daerah, seperti di NTT, Bengkulu dan sebagainya. Kalau soal pasangan SBY-JK itu di rapim," ujar Rully kepada detikcom, Jumat (21/11/2008).
Golkar, menurut Rully tetap konsentrasi mendukung SBY-JK hingga akhir masa jabatannya nanti. "Posisi (capres-cawapres) tetap nanti melalui proses yang diambil. Masing-masing partai punya mekanisme sendiri. Posisi Pak JK kita amanatkan untuk solid, untuk keberhasilan pemerintahan. Kita harus jaga duet ini tetep prima," imbuhnya.
Berarti dalam rapat Rabu malam tidak menghasilkan keputusan bahwa SBY-JK tetap duet di 2009? "Belum ada pembicaraan-pembicaraan mengikat saat ini di partai. Kalau dalam posisi individual sah-sah saja. Karena partai baru konsentrasi kader-kader ini bagaimana menangkan pemilu legislatif," jelas Rully.
Kalau toh misalanya Jusuf Kalla memang benar bersanding dengan SBY, Rully enggan banyak komentar karena menurutnya itu hanya agenda pribadi.
"Saya tidak mau menanggapi angenda-agenda pribadi. Karena saya tidak pernah diajak untuk membicarakan agenda-agenda pribadi," pungkasnya. (anw/iy)
Isu tersebut berkembang liar seiring pernyataan Menko Kesra Aburizal Bakrie akan pensiun dari Kabinet Indonesa Bersatu. Ical berniat tidak akan lagi mau menjadi menteri walau siapa pun presidennya.
Kabar yang berkembang penyebab sikap Ical tersebut lantaran orang terkaya se-Indonesia versi majalah Forbes itu telah mempunyai cadangan posisi yang tidak kalah menggiurkan, menjadi Ketua Umum Golkar.
Partai Golkar, disebut-sebut telah melakukan rapat untuk memplot posisi sejumlah tokoh Golkar terkait Pemilu 2009 termasuk Ical. Rapat diisukan berlangsung Rabu malam 18 November lalu.
Sumber detik menyebutkan, hasil rapat itu adalah menskenariokan JK cukup maju sebagai cawapres pada 2009 mendampingi SBY, seperti diperkirakan banyak pihak. Selanjutnya untuk jaga-jaga menghadapi larangan rangkap jabatan, maka JK akan meninggalkan posisinya sebagai Ketua Umum Golkar. Kursi JK diplot akan diduduki Ical. Benarkah isu tersebut?
Wakil Sekjen Golkar Rully Chairul Azwar tidak menampik adanya rapat pada Rabu malam lalu. Namun Rully membantah rapat tersebut menghasilkan kesepakatan JK akan tetap dampingi SBY di Pilpres 2009.
"Rabu malem, nggak ada ngomong soal itu. Kita rapat tentang persoalan-persoalan daerah, seperti di NTT, Bengkulu dan sebagainya. Kalau soal pasangan SBY-JK itu di rapim," ujar Rully kepada detikcom, Jumat (21/11/2008).
Golkar, menurut Rully tetap konsentrasi mendukung SBY-JK hingga akhir masa jabatannya nanti. "Posisi (capres-cawapres) tetap nanti melalui proses yang diambil. Masing-masing partai punya mekanisme sendiri. Posisi Pak JK kita amanatkan untuk solid, untuk keberhasilan pemerintahan. Kita harus jaga duet ini tetep prima," imbuhnya.
Berarti dalam rapat Rabu malam tidak menghasilkan keputusan bahwa SBY-JK tetap duet di 2009? "Belum ada pembicaraan-pembicaraan mengikat saat ini di partai. Kalau dalam posisi individual sah-sah saja. Karena partai baru konsentrasi kader-kader ini bagaimana menangkan pemilu legislatif," jelas Rully.
Kalau toh misalanya Jusuf Kalla memang benar bersanding dengan SBY, Rully enggan banyak komentar karena menurutnya itu hanya agenda pribadi.
"Saya tidak mau menanggapi angenda-agenda pribadi. Karena saya tidak pernah diajak untuk membicarakan agenda-agenda pribadi," pungkasnya. (anw/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
445 Komentar
-
396 Komentar
-
359 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

