Korupsi Depkum HAM
Mahfud: Jika Ada Surat yang Diteken, Itu Bermotif Kriminal
Jumat, 21/11/2008 12:20 WIB
Jakarta -
Mantan Menkum yang kini Ketua MK Mahfud MD menyangkal dia mengetahui perjanjian layanan Sisminbakum antara Dirjen AHU dengan Koperasi Pengayoman. Jika ada surat yang diteken, maka itu bermotif kriminal.
Mahfud mengaku, selama menjadi Menkeh HAM dirinya hanya membuat 1 surat kepada presiden yang saat itu dijabat oleh Megawati yaitu laporan pemberhentian Kalapas Cipinang.
Saat itu dia mengangkat Ngusman sebagai pejabat baru Kalapas Cipinang karena yang lama sakit. "Saat itu LP Cipinang rusuh ada napi lari. Dan kalapas yang saya ganti karena sudah lama sakit," jelasnya dalam jumpa pers di gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2008).
Mahfud mengatakan, jika benar ada surat perjanjian pembagian hasil yang ditandatangani pada saat dirinya menjadi menteri, maka hal ini bermotif kriminal.
"Sangat mencurigakan dan memancing selera untuk dicurigai sebagai bermotif kriminal. Sebab saya sendiri tidak diberitahu. Saya tidak perlu melakukan klarifikasi," imbuhnya.
Sisminbakum adalah layanan online bagi para notaris untuk mengecek identitas maupun mendaftarkan perusahaan. Layanan ini mengutip ongkos yang tidak sedikit.
Penghasilan layanan ini adalah 90% untuk PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) sebagai penyedia jasa aplikasi dan 10% untuk koperasi karyawan Depkum. Sebagian dari 10% itu masuk ke kantong pejabat Depkum. Negara diduga rugi Rp 400 miliar karena kutipan ini tak dimasukkan kas negara.
(did/nrl)
Mahfud mengaku, selama menjadi Menkeh HAM dirinya hanya membuat 1 surat kepada presiden yang saat itu dijabat oleh Megawati yaitu laporan pemberhentian Kalapas Cipinang.
Saat itu dia mengangkat Ngusman sebagai pejabat baru Kalapas Cipinang karena yang lama sakit. "Saat itu LP Cipinang rusuh ada napi lari. Dan kalapas yang saya ganti karena sudah lama sakit," jelasnya dalam jumpa pers di gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat (21/11/2008).
Mahfud mengatakan, jika benar ada surat perjanjian pembagian hasil yang ditandatangani pada saat dirinya menjadi menteri, maka hal ini bermotif kriminal.
"Sangat mencurigakan dan memancing selera untuk dicurigai sebagai bermotif kriminal. Sebab saya sendiri tidak diberitahu. Saya tidak perlu melakukan klarifikasi," imbuhnya.
Sisminbakum adalah layanan online bagi para notaris untuk mengecek identitas maupun mendaftarkan perusahaan. Layanan ini mengutip ongkos yang tidak sedikit.
Penghasilan layanan ini adalah 90% untuk PT Sarana Rekatama Dinamika (SRD) sebagai penyedia jasa aplikasi dan 10% untuk koperasi karyawan Depkum. Sebagian dari 10% itu masuk ke kantong pejabat Depkum. Negara diduga rugi Rp 400 miliar karena kutipan ini tak dimasukkan kas negara.
(did/nrl)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 09:52 WIB
Kemenkum HAM Harus Atur Kembali Kebijakan Akses Masuk Lapas
-
Senin, 13/02/2012 09:47 WIB
Banyak Kecelakaan Bus Berujung Maut Akibat Lemahnya Implementasi UU
-
Senin, 13/02/2012 09:29 WIB
KPK Tingkatkan Kasus Pembelian Saham Garuda oleh Nazaruddin ke Penyidikan
-
Senin, 13/02/2012 09:16 WIB
Pembelian Pesawat Kepresidenan Jangan Menjadi Lahan Korupsi Baru
-
Senin, 13/02/2012 09:13 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf ke Orang Tua Korban
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 07:44 WIB
Ruang Banggar Digeledah KPK, Sutan: Ngeri-ngeri Sedap Barang Tuh!
-
Senin, 13/02/2012 09:13 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf ke Orang Tua Korban
-
Senin, 13/02/2012 08:14 WIB
Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di Tol Jagorawi
-
607 Komentar
-
511 Komentar
-
384 Komentar
-
310 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

