Awas! Ancaman Korupsi Pengadaan Logistik Pemilu 2009
Jumat, 21/11/2008 14:22 WIB
Jakarta -
Pengadaan barang dan jasa Pemilu 2009 berpotensi memunculkan korupsi. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum membuat harga perkiraan sendiri (HPS) untuk barang dan jasa. Padahal proses tender sudah berjalan.
"Sampai sekarang KPU belum buat HPS padahal proses tender sudah berjalan. Seharusnya HPS sudah ada ketika tender berjalan," kata Koordinator Politik Anggaran Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Arif Nur Alam, di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (21/11/2008).
HPS ditentukan dengan melakukan survei lapangan tentang harga barang dan jasa di pasaran. HPS inilah yang menjadi pedoman KPU dalam menentukan pemenang tender.
Dengan adanya HPS, menurut Arif, anggaran bisa diirit hingga 20 persen dari harga pasaran. "Tanpa HPS, peluang korupsi dan pemborosan besar," ujar Arif.
Anggaran untuk melakukan survei HPS ini sebenarnya telah masuk dalam item anggaran KPU tahun 2008. Jumlahnya sebesar Rp 84 miliar, dan telah disetujui Rp 7,7 miliar.
Jika hingga saat ini HPS belum dibuat, entah ke mana uang tersebut dialokasikan. "Saya juga tidak tahu ke mana anggaran itu," kata Arif.
Persoalan yang telah muncul sejauh ini adalah pengadaan kotak suara di Papua. Anggaran yang dipatok oleh KPU adalah RP 130 ribu per kotak, sementara di lapangan harganya mencapai RP 500 ribu. Untuk bilik suara, harga dipatok adalah RP 70 ribu, tapi di sana harga di lapangan mencapai Rp 350 ribu.
Persoalan yang juga muncul dari tidak adanya HPS adalah pematokan harga yang sama untuk semua daerah. Padahal sudah umum diketahui harga barang dan jasa di tiap daerah berbeda-beda. "Harusnya itu dipertimbangkan," ujar Arif. (sho/aan)
"Sampai sekarang KPU belum buat HPS padahal proses tender sudah berjalan. Seharusnya HPS sudah ada ketika tender berjalan," kata Koordinator Politik Anggaran Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Arif Nur Alam, di KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (21/11/2008).
HPS ditentukan dengan melakukan survei lapangan tentang harga barang dan jasa di pasaran. HPS inilah yang menjadi pedoman KPU dalam menentukan pemenang tender.
Dengan adanya HPS, menurut Arif, anggaran bisa diirit hingga 20 persen dari harga pasaran. "Tanpa HPS, peluang korupsi dan pemborosan besar," ujar Arif.
Anggaran untuk melakukan survei HPS ini sebenarnya telah masuk dalam item anggaran KPU tahun 2008. Jumlahnya sebesar Rp 84 miliar, dan telah disetujui Rp 7,7 miliar.
Jika hingga saat ini HPS belum dibuat, entah ke mana uang tersebut dialokasikan. "Saya juga tidak tahu ke mana anggaran itu," kata Arif.
Persoalan yang telah muncul sejauh ini adalah pengadaan kotak suara di Papua. Anggaran yang dipatok oleh KPU adalah RP 130 ribu per kotak, sementara di lapangan harganya mencapai RP 500 ribu. Untuk bilik suara, harga dipatok adalah RP 70 ribu, tapi di sana harga di lapangan mencapai Rp 350 ribu.
Persoalan yang juga muncul dari tidak adanya HPS adalah pematokan harga yang sama untuk semua daerah. Padahal sudah umum diketahui harga barang dan jasa di tiap daerah berbeda-beda. "Harusnya itu dipertimbangkan," ujar Arif. (sho/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 04:22 WIB
Pabrik Plastik Terbakar di Cengkareng
-
Senin, 13/02/2012 03:56 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 14 Orang Luka-Luka
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 01:37 WIB
Anggota Timwas Century: Rencana Beli Bank Mutiara Tidak Masuk Akal
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 03:56 WIB
Kecelakaan Bus di Jalur Ngawi-Madiun, 14 Orang Luka-Luka
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Senin, 13/02/2012 00:58 WIB
Duh, Sopir Bus Yang Menewaskan 3 Orang di Majalengka Hanya Punya SIM C
-
594 Komentar
-
501 Komentar
-
384 Komentar
-
209 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

