Korupsi di Depkum HAM
Menkeu Pernah Sarankan Hamid Awaludin Buat PP
Jumat, 21/11/2008 15:17 WIB
Terkait
Jakarta -
Eks Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaludin pernah meminta Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengevaluasi sistem pungutan di Sistem Administrasi Badan Hukum (Sisminbakum) Depkum HAM. Menkeu pun menyarankan Hamid agar membuat peraturan pemerintah.
"Tahun 2006, saya menyurati ke menteri keuangan saat itu untuk agar sistem ini dinilai," kata Hamid di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2008).
Beberapa bulan kemudian, kata Hamid, Departemen Keuangan melalui Menteri Keuangan mengirimkan keuangan bahwa sebaiknya pemungutan sistem ini masuk ke PNBP.
Menurut Hamid, menteri keuangan saat itu menyarankan agar segera disiapkan peraturan pemrintah (PP) untuk mengatur pungutan tersebut.
Namun selama proses pembuatan PP tersebut, Hamid mengaku sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri.
"PP sedang di proses, saya selesai dan diberhentikan sebagai menteri," kata pria berkacamata ini.
Hamid yang juga mantan anggota KPU ini menjelaskan, surat Menkeu meminta Depkeh untuk mempersiapkan PP dikirimkan pada Januari 2007. Sedangkan, Hamid diberhentikn pada awal Mei 2007. Saat itu, Dirjen AHU dijabat oleh Zulkarnain Yunus.
Hamid juga mengaku telah membentuk tim yang bertugas mengkaji hal tersebut.
Hamid mengatakan, inisiatif pengajuan evaluasi itu merupakan inisiatif dari Depkum HAM dan menjadi hasil rapat antara Depkum HAM dan Departemen Keuangan. (nov/aan)
"Tahun 2006, saya menyurati ke menteri keuangan saat itu untuk agar sistem ini dinilai," kata Hamid di Gedung Kejagung, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Jumat (21/11/2008).
Beberapa bulan kemudian, kata Hamid, Departemen Keuangan melalui Menteri Keuangan mengirimkan keuangan bahwa sebaiknya pemungutan sistem ini masuk ke PNBP.
Menurut Hamid, menteri keuangan saat itu menyarankan agar segera disiapkan peraturan pemrintah (PP) untuk mengatur pungutan tersebut.
Namun selama proses pembuatan PP tersebut, Hamid mengaku sudah tidak lagi menjabat sebagai menteri.
"PP sedang di proses, saya selesai dan diberhentikan sebagai menteri," kata pria berkacamata ini.
Hamid yang juga mantan anggota KPU ini menjelaskan, surat Menkeu meminta Depkeh untuk mempersiapkan PP dikirimkan pada Januari 2007. Sedangkan, Hamid diberhentikn pada awal Mei 2007. Saat itu, Dirjen AHU dijabat oleh Zulkarnain Yunus.
Hamid juga mengaku telah membentuk tim yang bertugas mengkaji hal tersebut.
Hamid mengatakan, inisiatif pengajuan evaluasi itu merupakan inisiatif dari Depkum HAM dan menjadi hasil rapat antara Depkum HAM dan Departemen Keuangan. (nov/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
446 Komentar
-
400 Komentar
-
360 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

