KPK Tak Tahu Menahu Soal SP3 VLCC
Jumat, 21/11/2008 19:41 WIB
Jakarta -
Kejaksaan Agung (Kejagung) menghentikan penyidikan penjualan tanker raksasa atau very large crude carrier (VLCC) milik Pertamina. Meski diundang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak menghadiri gelar kasus yang diadakan Kejagung bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
"Kita tidak merekomendasikan untuk hadir ke sana," tegas Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto saat dihubungi, Jumat (21/11/2008).
Bibit mengakui, memang ada undangan yang mampir ke KPK sehubungan dengan gelar perkara VLCC. Meski tidak ada keputusan resmi, Bibit dan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah tidak merekomendasikan kedatangan KPK.
Namun Bibit tidak mengetahui secara pasti apakah ada yang hadir saat gelar perkara itu. Jika benar ada, Bibid meminta supaya Kejagung memberi tahu mereka.
"Kita akan cek, peran mereka, beri saran atau tidak," jelas Bibit.
Alasan tidak merekomendasikan kedatangannya karena KPK tidak pernah merasa menangani kasus ini dari awal. KPK juga tidak ingin mencampuri kewenangan Kejagung dalam hal ini.
Hingga saat ini, KPK belum mengetahui secara detail putusan SP 3 tersebut karena masih dipegang Kejagung. Jadi KPK belum bisa menentukan apakah ditemukan tindak pidana dalam kasus VLCC itu.
"Kita belum tahu detailnya, karena di tangani Kejaksaan, KPK tidak ikut campur," ujar Bibit.
Bibit juga belum mengetahui apakah KPK akan mempertanyakan status SP3 tersebut. KPK masih menunggu perkembangan serta adanya laporan dari masyarakat.
"Jika ada bukti pidana, KPK akan telusuri itu," pungkasnya.
Penghentian ini karena tidak ditemukan bukti adanya kerugian negara. Kasus ini telah menyeret nama mantan Meneg BUMN Laksamana Sukardi, eks Dirut Pertamina Ariffi Nawawi dan mantan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone sebagai tersangka. Dalam kasus penjualan ini, negara diduga mencapai US$ 204-240 juta. Sebelumnya pihak Kejaksaan mengklaim bila dalam rapat yang memutuskan SP3 itu hadir perwakilan dari KPK.
(mok/ndr)
"Kita tidak merekomendasikan untuk hadir ke sana," tegas Wakil Ketua KPK Bibit Samad Rianto saat dihubungi, Jumat (21/11/2008).
Bibit mengakui, memang ada undangan yang mampir ke KPK sehubungan dengan gelar perkara VLCC. Meski tidak ada keputusan resmi, Bibit dan Wakil Ketua KPK Chandra Hamzah tidak merekomendasikan kedatangan KPK.
Namun Bibit tidak mengetahui secara pasti apakah ada yang hadir saat gelar perkara itu. Jika benar ada, Bibid meminta supaya Kejagung memberi tahu mereka.
"Kita akan cek, peran mereka, beri saran atau tidak," jelas Bibit.
Alasan tidak merekomendasikan kedatangannya karena KPK tidak pernah merasa menangani kasus ini dari awal. KPK juga tidak ingin mencampuri kewenangan Kejagung dalam hal ini.
Hingga saat ini, KPK belum mengetahui secara detail putusan SP 3 tersebut karena masih dipegang Kejagung. Jadi KPK belum bisa menentukan apakah ditemukan tindak pidana dalam kasus VLCC itu.
"Kita belum tahu detailnya, karena di tangani Kejaksaan, KPK tidak ikut campur," ujar Bibit.
Bibit juga belum mengetahui apakah KPK akan mempertanyakan status SP3 tersebut. KPK masih menunggu perkembangan serta adanya laporan dari masyarakat.
"Jika ada bukti pidana, KPK akan telusuri itu," pungkasnya.
Penghentian ini karena tidak ditemukan bukti adanya kerugian negara. Kasus ini telah menyeret nama mantan Meneg BUMN Laksamana Sukardi, eks Dirut Pertamina Ariffi Nawawi dan mantan Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone sebagai tersangka. Dalam kasus penjualan ini, negara diduga mencapai US$ 204-240 juta. Sebelumnya pihak Kejaksaan mengklaim bila dalam rapat yang memutuskan SP3 itu hadir perwakilan dari KPK.
(mok/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
444 Komentar
-
389 Komentar
-
357 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

