Jusuf Kalla dan Kenangan Masa Kecil di Tepi Pelabuhan
Sabtu, 22/11/2008 13:07 WIB
(Dok. detikcom)
Jakarta -
Kunjungan Wapres Jusuf Kalla ke Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta Utara, rupanya membangkitkan kenangan masa kecilnya saat masih di Makassar. Jejeran perahu phinisi, kesibukan bongkar muat barang, dan bau laut adalah makanan sehari-hari Kalla kecil.
"Kalau saya berada di tempat seperti ini saya teringat waktu masa kecil saya. Rumah saya di Makassar hanya 50 meter dari pelabuhan," ujar Kalla dalam sambutannya di hadapan sekitar 200 pelaut, Sabtu (22/11/2008).
Di samping podium tempat Kalla menyampaikan sambutannya, berjejer kurang lebih 10 kapal phinisi yang sedang berlabuh. Kapal phinisi yang identik dari Makassar kian membuat Kalla bernostalgia.
"Tiap malam saya mendenger gendang, dengar suara memancing dari para nelayan. Itu sangat menggambarkan kebahagiaan dan harapan," kenangnya.
Kalla lalu berpesan harapan itu hendaknya tetap dipelihara pada saat ini. Pelaut tradisional
harus tetap optimis menghadapi persaingan dengan kapal-kapal besar.
"Ada sisi di mana kapal kontainer tidak bisa masuk. Anda yang bisa masuk. Di mana kapal besar tidak bisa. Di sini pentingnya pelabuhan rakyat. Anda harus tetap punya harapan," pesannya.
'Rasa' tradisional jangan sampai memunculkan kesan kuno dan ketinggalan zaman. Kalla
mengingatkan, para pelaut tradisional juga harus bisa harus menjadi bagian dari masa depan dengan ikut terlibat dalam transportasi dan pengangkutan komoditas dari perusahaan.
"Itu lebih efektif jika pelabuhan rakyat menjadi bagian dari masa depan," tandasnya.
(gah/nik)
"Kalau saya berada di tempat seperti ini saya teringat waktu masa kecil saya. Rumah saya di Makassar hanya 50 meter dari pelabuhan," ujar Kalla dalam sambutannya di hadapan sekitar 200 pelaut, Sabtu (22/11/2008).
Di samping podium tempat Kalla menyampaikan sambutannya, berjejer kurang lebih 10 kapal phinisi yang sedang berlabuh. Kapal phinisi yang identik dari Makassar kian membuat Kalla bernostalgia.
"Tiap malam saya mendenger gendang, dengar suara memancing dari para nelayan. Itu sangat menggambarkan kebahagiaan dan harapan," kenangnya.
Kalla lalu berpesan harapan itu hendaknya tetap dipelihara pada saat ini. Pelaut tradisional
harus tetap optimis menghadapi persaingan dengan kapal-kapal besar.
"Ada sisi di mana kapal kontainer tidak bisa masuk. Anda yang bisa masuk. Di mana kapal besar tidak bisa. Di sini pentingnya pelabuhan rakyat. Anda harus tetap punya harapan," pesannya.
'Rasa' tradisional jangan sampai memunculkan kesan kuno dan ketinggalan zaman. Kalla
mengingatkan, para pelaut tradisional juga harus bisa harus menjadi bagian dari masa depan dengan ikut terlibat dalam transportasi dan pengangkutan komoditas dari perusahaan.
"Itu lebih efektif jika pelabuhan rakyat menjadi bagian dari masa depan," tandasnya.
(gah/nik)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 11:22 WIB
Melarikan Diri, Hukuman Sopir Karunia Bakti Harus Lebih Berat
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 11:01 WIB
Garis Polisi Dibuka, TKP Kecelakaan Bus Karunia Bakti Dibersihkan
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 10:44 WIB
Penjambret BB Diringkus Warga di Stasiun Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 10:30 WIB
Harakiri Ala Demokrat
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 10:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Sempat Kabur, Polisi Belum Temukan Unsur Kesengajaan
-
482 Komentar
-
434 Komentar
-
372 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

