JK: Pemilih SBY-JK Lebih Banyak Dibanding Obama
Kamis, 27/11/2008 11:48 WIB
Jakarta -
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemilu di Amerika Serikat (AS) lebih gampang daripada di Indonesia. Jumlah pemilih pasangan SBY-JK pun lebih tinggi dibanding pemilih presiden AS Barack Obama.
"Di AS cuma dua orang yang dipilih dan dua partai. Gampang sekali pemilu di AS. Yang ikut pemilu biasanya hanya 50 persen penduduk. Kita 84 persen," kata JK saat membuka Rakornas Bawaslu dan Pencanangan Gerakan Nasional Pengawas Pemilu di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2008).
"Maaf, orang yang memilih SBY-JK jauh lebih tinggi dari Obama. 75 Juta orang yang memilih SBY-JK. Obama cuma 60 juta," lanjut JK yang disambut tawa hadirin.
Menurut JK, pemilu di Indonesia juga paling rumit dan demokratis di dunia. Pelaksanaannya pun harus hebat dan dengan pengawasan yang ketat.
Warga negara Indonesia, lanjut JK juga paling sering memilih. Hal itu karena adanya pemilihan bupati/walikota, pemilihan gubernur, pemilihan anggota DPR dan pemilihan presiden (Pilpres).
Jika selain pemilihan anggota legislatif, pemilihan berlangsung dua putaran, kata JK, warga Indonesia terhitung memilih tujuh kali.
"Kalau lurah dipilih lewat TPS juga bisa delapan kali," ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.
Pada kesempatan tersebut,JK juga menyoroti anggapan bahwa Indonesia negara demokrasi ketiga setelah AS dan India. Menurutnya, jika ukurannya penduduk, maka anggapan itu tidak salah. (irw/iy)
"Di AS cuma dua orang yang dipilih dan dua partai. Gampang sekali pemilu di AS. Yang ikut pemilu biasanya hanya 50 persen penduduk. Kita 84 persen," kata JK saat membuka Rakornas Bawaslu dan Pencanangan Gerakan Nasional Pengawas Pemilu di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (27/11/2008).
"Maaf, orang yang memilih SBY-JK jauh lebih tinggi dari Obama. 75 Juta orang yang memilih SBY-JK. Obama cuma 60 juta," lanjut JK yang disambut tawa hadirin.
Menurut JK, pemilu di Indonesia juga paling rumit dan demokratis di dunia. Pelaksanaannya pun harus hebat dan dengan pengawasan yang ketat.
Warga negara Indonesia, lanjut JK juga paling sering memilih. Hal itu karena adanya pemilihan bupati/walikota, pemilihan gubernur, pemilihan anggota DPR dan pemilihan presiden (Pilpres).
Jika selain pemilihan anggota legislatif, pemilihan berlangsung dua putaran, kata JK, warga Indonesia terhitung memilih tujuh kali.
"Kalau lurah dipilih lewat TPS juga bisa delapan kali," ujar Ketua Umum Partai Golkar itu.
Pada kesempatan tersebut,JK juga menyoroti anggapan bahwa Indonesia negara demokrasi ketiga setelah AS dan India. Menurutnya, jika ukurannya penduduk, maka anggapan itu tidak salah. (irw/iy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 21:25 WIB
Temui Ical, Mantan Panglima OPM Sampaikan Solusi Pembangunan Papua
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
Minggu, 12/02/2012 20:25 WIB
Laporan dari Brussel
Tawaran Pendidikan dari K.U. Leuven, Belgia
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 20:33 WIB
Bus TransJakarta Terbakar di Depan Sarinah, Dua Penumpang Terluka
-
590 Komentar
-
482 Komentar
-
382 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

