Film Sang Murabbi Disambut Hangat di Malaysia
Minggu, 30/11/2008 16:45 WIB
Kuala Lumpur -
Film reliji bertajuk 'Sang Murabbi; Mencari Spirit Yang Hilang' yang pernah dirilis di Indonesia beberapa bulan lalu juga mendapat sambutan baik di Malaysia. Sekitar 400 masyarakat Muslim di negeri jiran itu menghadiri pemutaran perdana 'Sang Murabbi' di Masjid Persekutuan Kuala Lumpur.
Dalam dialog bedah film sebelum penayangan perdana, sutradara 'Sang Murabbi' Zul
Ardhia mengatakan, film tersebut tidak bertujuan politik atau untuk kepentingan
partai politik tertentu.
"Karena spirit film ini untuk mengingatkan kepada saudara-saudara kita tentang
dakwah. Karena itu tujuannya adalah tarbiyah (mendidik). Tidak ada kaitannya dengan politik. Sehingga kita menampilkan sosok dai sederhana yang tidak elitis, meskipun dia seorang anggota legislatif," jelas Zul, Minggu (30/11/2008).
Aktor utama "Sang Murabbi" Irwan Rinaldi menambahkan, keteladanan tokoh utama yang diceritakan dalam "Sang Murabbi" sengaja diangkat untuk memberi inspirasi dan sebagai pengingat bagi para juru dakwah.
"Ada spirit yang hilang dalam dakwah sekarang, yaitu keteladanan dalam dakwah bil
hal. Inilah yang coba diingatkan melalui film ini, mencari spirit yang hilang dalam dakwah berupa keteladanan," cetus pemeran tokoh utama KH Rahmat Abdullah ini.
Selain bedah film dan nonton bareng "Sang Murabbi", acara itu juga diisi dengan
penampilan puisi oleh Neno Warisman.
Film yang diproduksi oleh Majelis Budaya Rakyat tersebut mendapat sambutan yang
cukup baik juga di Malaysia. Bukan hanya warga Indonesia yang tinggal di Kuala
Lumpur, sejumlah warga Malaysia juga hadir diantara empat ratusan pengunjung yang
datang.
Anfal, seorang muslimah asal Kuala Lumpur mengaku sangat terkesan dengan pesan yang disampaikan dalam film tersebut.
"Semua adegan di film itu sangat menyentuh. Saya sudah melihat film itu sebelum ini. Kalau bisa, pak sutradara juga buat film serupa di Malaysia," ujar ibu beranak tiga tersebut.
Sang Murabbi, sebuah film yang bercerita tentang seorang guru bersahaja yang dulunya miskin kemudian berubah setelah mendapatkan kelapangan rezeki. Ia tidak lupa tujuan awal perjuangannya untuk berdakwah, bukan untuk mencari kehidupan dunia.
Syuting film yang disutradari oleh Zul Ardhia ini dilakukan di beberapa kawasan. Di antaranya di Setu, Jakarta Timur. Menurut situs blog sangmurabbi, lokasi ini dipilih karena memiliki kemiripan dengan situasi Kuningan, Jakarta Selatan, di era 70-an akhir dan 80-an.
(rmd/rdf)
Dalam dialog bedah film sebelum penayangan perdana, sutradara 'Sang Murabbi' Zul
Ardhia mengatakan, film tersebut tidak bertujuan politik atau untuk kepentingan
partai politik tertentu.
"Karena spirit film ini untuk mengingatkan kepada saudara-saudara kita tentang
dakwah. Karena itu tujuannya adalah tarbiyah (mendidik). Tidak ada kaitannya dengan politik. Sehingga kita menampilkan sosok dai sederhana yang tidak elitis, meskipun dia seorang anggota legislatif," jelas Zul, Minggu (30/11/2008).
Aktor utama "Sang Murabbi" Irwan Rinaldi menambahkan, keteladanan tokoh utama yang diceritakan dalam "Sang Murabbi" sengaja diangkat untuk memberi inspirasi dan sebagai pengingat bagi para juru dakwah.
"Ada spirit yang hilang dalam dakwah sekarang, yaitu keteladanan dalam dakwah bil
hal. Inilah yang coba diingatkan melalui film ini, mencari spirit yang hilang dalam dakwah berupa keteladanan," cetus pemeran tokoh utama KH Rahmat Abdullah ini.
Selain bedah film dan nonton bareng "Sang Murabbi", acara itu juga diisi dengan
penampilan puisi oleh Neno Warisman.
Film yang diproduksi oleh Majelis Budaya Rakyat tersebut mendapat sambutan yang
cukup baik juga di Malaysia. Bukan hanya warga Indonesia yang tinggal di Kuala
Lumpur, sejumlah warga Malaysia juga hadir diantara empat ratusan pengunjung yang
datang.
Anfal, seorang muslimah asal Kuala Lumpur mengaku sangat terkesan dengan pesan yang disampaikan dalam film tersebut.
"Semua adegan di film itu sangat menyentuh. Saya sudah melihat film itu sebelum ini. Kalau bisa, pak sutradara juga buat film serupa di Malaysia," ujar ibu beranak tiga tersebut.
Sang Murabbi, sebuah film yang bercerita tentang seorang guru bersahaja yang dulunya miskin kemudian berubah setelah mendapatkan kelapangan rezeki. Ia tidak lupa tujuan awal perjuangannya untuk berdakwah, bukan untuk mencari kehidupan dunia.
Syuting film yang disutradari oleh Zul Ardhia ini dilakukan di beberapa kawasan. Di antaranya di Setu, Jakarta Timur. Menurut situs blog sangmurabbi, lokasi ini dipilih karena memiliki kemiripan dengan situasi Kuningan, Jakarta Selatan, di era 70-an akhir dan 80-an.
(rmd/rdf)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
446 Komentar
-
400 Komentar
-
360 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

