Lelaki Depresi Panjat Pemancar, Radio JPI Solo Batal Siaran
Rabu, 03/12/2008 16:02 WIB
Solo -
Seorang lelaki depresi nangkring di pemancar radio Jaya Pemuda Indonesia (JPI) Solo sejak pagi. Akibatnya, pengelola Radio JPI memutuskan tidak siaran untuk menghindari kecelakaan.
Para saksi mata mengatakan, lelaki yang belakangan diketahui bernama Andri itu pada pukul 08.00 WIB datang ke studio Radio JPI di Mangkubumen Kulon, Solo, mengendarai sepeda kayuh. Dia langsung memanjat tower pamancar setinggi 70 meter.
Dia terus naik dan berhenti duduk-duduk di bagian bordes setinggi 50 meter dari permukaan tanah. Sesekali dia berputar-putar atau melongok ke bawah.
Menurut beberapa orang yang mengenal, Andri yang kini berusia 40 tahun, diduga mengalami depresi karena ibunya sakit. Sedangkan dia sendiri saat ini menganggur sehingga tidak bisa membantu.
Beberapa temannya yang berdatangan berusaha membujuknya namun tetap saja sia-sia. Demikian juga upaya polisi dan Tim SAR. Saat ini petugas masih siaga di bawah tower dan telah memasang jaring untuk jaga-jaga jika Andri nekat melompat.
Bussines Manager Radio JPI, Gaby Selena, mengatakan radionya terpaksa tidak siaran demi keselamatan Andri karena jika siaran tower harus dialiri listrik. Dia mengaku mengalami kerugian cukup banyak terutama karena ada iklan yang tertunda. Meski demikian, Gaby lebih berharap petugas mampu menurunkan Andri dengan selamat.
Saat ini masyarakat yang menonton juga semakin banyak, terutama warga Solo dan anak-anak sekolah yang kebetulan lewat lokasi. (mbr/djo)
Para saksi mata mengatakan, lelaki yang belakangan diketahui bernama Andri itu pada pukul 08.00 WIB datang ke studio Radio JPI di Mangkubumen Kulon, Solo, mengendarai sepeda kayuh. Dia langsung memanjat tower pamancar setinggi 70 meter.
Dia terus naik dan berhenti duduk-duduk di bagian bordes setinggi 50 meter dari permukaan tanah. Sesekali dia berputar-putar atau melongok ke bawah.
Menurut beberapa orang yang mengenal, Andri yang kini berusia 40 tahun, diduga mengalami depresi karena ibunya sakit. Sedangkan dia sendiri saat ini menganggur sehingga tidak bisa membantu.
Beberapa temannya yang berdatangan berusaha membujuknya namun tetap saja sia-sia. Demikian juga upaya polisi dan Tim SAR. Saat ini petugas masih siaga di bawah tower dan telah memasang jaring untuk jaga-jaga jika Andri nekat melompat.
Bussines Manager Radio JPI, Gaby Selena, mengatakan radionya terpaksa tidak siaran demi keselamatan Andri karena jika siaran tower harus dialiri listrik. Dia mengaku mengalami kerugian cukup banyak terutama karena ada iklan yang tertunda. Meski demikian, Gaby lebih berharap petugas mampu menurunkan Andri dengan selamat.
Saat ini masyarakat yang menonton juga semakin banyak, terutama warga Solo dan anak-anak sekolah yang kebetulan lewat lokasi. (mbr/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
438 Komentar
-
376 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

