Uni Eropa Larang Impor Susu Asal Cina
Kamis, 04/12/2008 01:52 WIB
Jakarta -
Bulan September lalu, dunia dihebohkan dengan adanya temuan kandungan melamin dalam produk susu asal dari Cina. Terkait kasus tersebut, Uni Eropa melarang impor susu maupun makanan produk Cina yang mengandung melamin.
"Semua produk makanan impor dari Cina yang mengandung kedelai akan diuji dan
hanya produk yang mengandung melamin kurang dari 2,5 miligram per kilogram yang diijinkan masuk ke Uni Eropa" ujar anggota komisi Uni Eropa, seperti dilansir AFP, Kamis (4/12/2008).
Larangan impor produk susu tersebut akan dibuat secara formal dalam waktu dekat ini. Tahun lalu, sebanyak 27 negara Uni Eropa diimpor sekitar 68.000 ton berbagai makanan Cina yang produknya mengandung kedelai senilai total US$ 43 Juta.
Dari total tersebut, 17.500 ton di antaranya merupakan air kedelai. Sedangkan sisanya kebanyakan terbuat dari kacang kedelai. Selain susu, Uni Eropa juga akan melarang produk Cina lainnya seperti biskuit dan cokelat asal Cina yang mengandung melamin.
Sementara itu, di Cina, total anak yang jatuh sakit akibat mengkonsumsi produk susu yang mengandung melamin mencapai 294.000 jiwa. 154 di antaranya masih dalam keadaan serius.
Melamin merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan dalam pembuatan plastik. Melamin dicampur agar kandungan proteinnya terlihat tinggi. Melamin dapat menyebabkan ginjal jika digunakan dalam level yang tinggi.
Kasus melamin ini menjadi isu global, hingga akhirnya susu produk Cina ini
dikembalikan dari berbagai negara. Namun, belum ada kasus kematian yang tercatat akibat melamin ini.
(mei/irw)
"Semua produk makanan impor dari Cina yang mengandung kedelai akan diuji dan
hanya produk yang mengandung melamin kurang dari 2,5 miligram per kilogram yang diijinkan masuk ke Uni Eropa" ujar anggota komisi Uni Eropa, seperti dilansir AFP, Kamis (4/12/2008).
Larangan impor produk susu tersebut akan dibuat secara formal dalam waktu dekat ini. Tahun lalu, sebanyak 27 negara Uni Eropa diimpor sekitar 68.000 ton berbagai makanan Cina yang produknya mengandung kedelai senilai total US$ 43 Juta.
Dari total tersebut, 17.500 ton di antaranya merupakan air kedelai. Sedangkan sisanya kebanyakan terbuat dari kacang kedelai. Selain susu, Uni Eropa juga akan melarang produk Cina lainnya seperti biskuit dan cokelat asal Cina yang mengandung melamin.
Sementara itu, di Cina, total anak yang jatuh sakit akibat mengkonsumsi produk susu yang mengandung melamin mencapai 294.000 jiwa. 154 di antaranya masih dalam keadaan serius.
Melamin merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan dalam pembuatan plastik. Melamin dicampur agar kandungan proteinnya terlihat tinggi. Melamin dapat menyebabkan ginjal jika digunakan dalam level yang tinggi.
Kasus melamin ini menjadi isu global, hingga akhirnya susu produk Cina ini
dikembalikan dari berbagai negara. Namun, belum ada kasus kematian yang tercatat akibat melamin ini.
(mei/irw)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
444 Komentar
-
390 Komentar
-
357 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

