Banyak Pejabat Takut Ditangkap
SBY Akan Revisi Keppres Soal Pengadaan Barang dan Jasa
Kamis, 11/12/2008 18:02 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta -
Dalam masa krisis, pemerintah di daerah diminta untuk cepat dan tepat dalam mengambil keputusan, terutama soal pembangunan. Namun akhir-akhir ini para pemimpin daerah terkesan takut untuk melakukan pembangunan lantaran was-was langkah yang mereka ambil dianggap salah oleh KPK.
Menanggapi hal ini, Presiden SBY kembali menegaskan, dirinya akan melakukan pembicaraan dengan KPK, BPKP, Kejaksaan dan pihak-pihak yang terkait untuk mencari solusi bersama serta menyatukan pemahaman.
"Saya melihat ada suasana yang membikin pejabat takut ambil keputusan. Tetapi kita perlu duduk bersama. Kalau berlebihan, itu bisa memacetkan ekonomi," ujar Presiden SBY saat jumpa pers usai membuka Rakernas Gubernur Seluruh Indonesia di Kantor Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2008).
Oleh karena itu, SBY akan kembali membahas masalah ini dengan pihak-pihak yang terkait. "Saya akan duduk kembali dengan BPKP, KPK, Kejaksaan untuk bagaimana menyatukan pemahaman. Di saat krisis harus ada kecepatan dan ketepatan bertindak," ujar SBY.
SBY juga berjanji akan merevisi Keppres nomor 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa.
"Ini penting. Bukan untuk memberi toleransi penyimpangan, tapi jangan sampai ada ketakutan-ketakutan," ujarnya.
Saat memberikan sambutan, SBY juga meminta kepada para gubernur untuk mempermudah para investor membuka usahanya di daerah-daerah. SBY juga meminta agar lapangan kerja di daerah diperluas demi mengatasi banyaknya pengangguran sebagai dampak dari krisis keuangan global yang juga merambat ke Indonesia. (anw/gah)
Menanggapi hal ini, Presiden SBY kembali menegaskan, dirinya akan melakukan pembicaraan dengan KPK, BPKP, Kejaksaan dan pihak-pihak yang terkait untuk mencari solusi bersama serta menyatukan pemahaman.
"Saya melihat ada suasana yang membikin pejabat takut ambil keputusan. Tetapi kita perlu duduk bersama. Kalau berlebihan, itu bisa memacetkan ekonomi," ujar Presiden SBY saat jumpa pers usai membuka Rakernas Gubernur Seluruh Indonesia di Kantor Depdagri, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (11/12/2008).
Oleh karena itu, SBY akan kembali membahas masalah ini dengan pihak-pihak yang terkait. "Saya akan duduk kembali dengan BPKP, KPK, Kejaksaan untuk bagaimana menyatukan pemahaman. Di saat krisis harus ada kecepatan dan ketepatan bertindak," ujar SBY.
SBY juga berjanji akan merevisi Keppres nomor 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa.
"Ini penting. Bukan untuk memberi toleransi penyimpangan, tapi jangan sampai ada ketakutan-ketakutan," ujarnya.
Saat memberikan sambutan, SBY juga meminta kepada para gubernur untuk mempermudah para investor membuka usahanya di daerah-daerah. SBY juga meminta agar lapangan kerja di daerah diperluas demi mengatasi banyaknya pengangguran sebagai dampak dari krisis keuangan global yang juga merambat ke Indonesia. (anw/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 01:01 WIB
Bebaskan Terdakwa Korupsi Rp 27 M, Hati Nurani MA Dipertanyakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:56 WIB
Kasus PPID, Danny Nawawi Disebut Catut Nama Menakertrans
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Jumat, 10/02/2012 00:08 WIB
Kakak Pembunuh ABG di Kebayoran Baru akan Dites Psikologi
-
Jumat, 10/02/2012 00:02 WIB
Diduga Depresi, Korban Kekerasan Ibu Angkat akan Dibawa ke Psikiater
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Jumat, 10/02/2012 00:05 WIB
Awas! Pintu Koboi Dipasang, Atapers KRL Diminta Tobat
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

