Pemilu 2009
Tanda Contreng Diprediksi Akibatkan 20 Persen Suara Tidak Sah
Kamis, 18/12/2008 12:40 WIB
Jakarta -
Pemberian suara dalam pemilu dengan mencontreng dirasa lebih sulit ketimbang mencoblos. Akibatnya, diprediksi 20 persen suara di Pemilu 2009 tidak sah karena kendala teknis tersebut. Angka itu meningkat jauh dari 2004 yang hanya 8,8 persen.
"Keputusan KPU yang hanya menetapkan tanda contreng atau centang bisa menghilangkan 1 dari 6 suara orang Indonesia. Perkiraan saya, dengan ketentuan itu suara tidak sah bisa meningkat dari 8,8 persen pada 2004 menjadi lebih 20 persen pada pemilu yang akan datang," ujar anggota KPU Australia (Australian Electoral Commission) Trefor Owen.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk 'Memahami Substansi Pilihan Pemilih Pada Pemilu' di Hotel Aston Atrium, Jl Senen Raya, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2008). Perkiraan Trefor itu didasarkan pada penelitian Internasional Foundation for Electoral System (IFES) yang diselenggarakan di Jakarta dengan melibatkan 200 responden.
Menurut anggota FPDIP yang juga merupakan mantan Ketua Pansus RUU Parpol, Ganjar Pranowo, dirinya lebih menyukai tanda coblos. Sebab di benak masyarakat kata-kata 'coblos moncong putih' telah tertanam di benak masyarakat.
Seharusnya, lanjutnya, baik tanda contreng, silang, lingkaran, atau coblos diakomodasi semua. Sebab substansinya sama, yaitu maksud untuk menandai pilihan. "Tapi karena peraturan KPU telah menetapkan seperti itu ya mau tidak mau saya ikuti," ucapnya. (sho/iy)
"Keputusan KPU yang hanya menetapkan tanda contreng atau centang bisa menghilangkan 1 dari 6 suara orang Indonesia. Perkiraan saya, dengan ketentuan itu suara tidak sah bisa meningkat dari 8,8 persen pada 2004 menjadi lebih 20 persen pada pemilu yang akan datang," ujar anggota KPU Australia (Australian Electoral Commission) Trefor Owen.
Hal itu dia sampaikan dalam diskusi publik bertajuk 'Memahami Substansi Pilihan Pemilih Pada Pemilu' di Hotel Aston Atrium, Jl Senen Raya, Jakarta Pusat, Kamis (18/12/2008). Perkiraan Trefor itu didasarkan pada penelitian Internasional Foundation for Electoral System (IFES) yang diselenggarakan di Jakarta dengan melibatkan 200 responden.
Menurut anggota FPDIP yang juga merupakan mantan Ketua Pansus RUU Parpol, Ganjar Pranowo, dirinya lebih menyukai tanda coblos. Sebab di benak masyarakat kata-kata 'coblos moncong putih' telah tertanam di benak masyarakat.
Seharusnya, lanjutnya, baik tanda contreng, silang, lingkaran, atau coblos diakomodasi semua. Sebab substansinya sama, yaitu maksud untuk menandai pilihan. "Tapi karena peraturan KPU telah menetapkan seperti itu ya mau tidak mau saya ikuti," ucapnya. (sho/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
439 Komentar
-
377 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

