Golkar Sulit Dongkrak Elektabilitas
Selasa, 23/12/2008 21:50 WIB
Jakarta -
Politik pencitraan belakangan ini terbukti cukup efektif untuk mendongkrak elektabilitas parpol. Namun Partai Golongan Karya (Golkar) dinilai kesulitan untuk melakukan politik itu. Semua itu karena posisi Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla yang kurang menguntungkan.
Demikian hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) dalam rilis kepada detikcom, Selasa (23/12/2008).
Jabatan Kalla sebagai Wakil Presiden memposisikan Golkar sebagai 'Partai Banci'. Jika pemerintahan berhasil, Partai Demokrat akan lebih dominan daripada Golkar.
"Jika kondisi ekonomi membaik, Partai Demokrat sebagai partai pemerintah dapat menuai popularitas. Sebaliknya jika kondisi ekonomi sedang buruk, PDI-P sebagai partai oposisi akan menjadi partai harapan publik," kata Umar S Bakry, Direktur Eksekutif LSN dalam rilisnya.
"Sementara itu dalam kondisi ekonomi apapun, baik atau buruk, Golkar tidak dapat mengambil keuntungan," lanjutnya.
Selain itu tingkat elektabilitas Kalla yang rendah dalam sejumlah survei juga membuat Golkar dalam posisi yang rumit dalam membangun politik pencitraan dan menyusun grand strategy menghadapi pemilu 2009. Jika Golkar memaksakan mengusung Kalla sebagai capres, sangat mungkin akan kalah.
Sebaliknya jika Golkar mengusung kader lain yang elektabilitasnya lumayan bagus (misalnya Sultan) juga tidak mungkin, karena ini dapat dianggap 'mengangkangi' Kalla. Kondisi dilematis ini membuat Golkar kehilangan kesempatan untuk mencitrakan diri sebagai partai besar yang memiliki kader-kader hebat untuk Pilpres 2009.
"Potensi Partai Golkar untuk menjadi pemenang pemilu 2009 sebenarnya belum tertutup. Berdasarkan hasil survei LSN Oktober 2008, Golkar masih merupakan partai terpopuler (paling dikenal publik). Bersama Partai Demokrat, Golkar juga menjadi partai terfavorit (paling disukai publik)," kata Umar.
Jika elektabilitas Partai Golkar sekarang ini terbenam di bawah PDI-P dan Partai Demokrat, hal ini ini lebih banyak disebabkan oleh kegagalan Golkar dalam membangun politik pencitraan. Apabila awal tahun 2009 nanti Golkar berhasil mengambil sikap yang tegas, baik dalam posisinya di pemerintahan maupun dalam menetapkan capresnya sendiri, Golkar masih berkesempatan untuk merebut simpati publik. Ketegasan sikap Golkar akan menentukan politik pencitraan seperti apa yang hendak dibangun (ken/asy)
Demikian hasil survei Lembaga Survei Nasional (LSN) dalam rilis kepada detikcom, Selasa (23/12/2008).
Jabatan Kalla sebagai Wakil Presiden memposisikan Golkar sebagai 'Partai Banci'. Jika pemerintahan berhasil, Partai Demokrat akan lebih dominan daripada Golkar.
"Jika kondisi ekonomi membaik, Partai Demokrat sebagai partai pemerintah dapat menuai popularitas. Sebaliknya jika kondisi ekonomi sedang buruk, PDI-P sebagai partai oposisi akan menjadi partai harapan publik," kata Umar S Bakry, Direktur Eksekutif LSN dalam rilisnya.
"Sementara itu dalam kondisi ekonomi apapun, baik atau buruk, Golkar tidak dapat mengambil keuntungan," lanjutnya.
Selain itu tingkat elektabilitas Kalla yang rendah dalam sejumlah survei juga membuat Golkar dalam posisi yang rumit dalam membangun politik pencitraan dan menyusun grand strategy menghadapi pemilu 2009. Jika Golkar memaksakan mengusung Kalla sebagai capres, sangat mungkin akan kalah.
Sebaliknya jika Golkar mengusung kader lain yang elektabilitasnya lumayan bagus (misalnya Sultan) juga tidak mungkin, karena ini dapat dianggap 'mengangkangi' Kalla. Kondisi dilematis ini membuat Golkar kehilangan kesempatan untuk mencitrakan diri sebagai partai besar yang memiliki kader-kader hebat untuk Pilpres 2009.
"Potensi Partai Golkar untuk menjadi pemenang pemilu 2009 sebenarnya belum tertutup. Berdasarkan hasil survei LSN Oktober 2008, Golkar masih merupakan partai terpopuler (paling dikenal publik). Bersama Partai Demokrat, Golkar juga menjadi partai terfavorit (paling disukai publik)," kata Umar.
Jika elektabilitas Partai Golkar sekarang ini terbenam di bawah PDI-P dan Partai Demokrat, hal ini ini lebih banyak disebabkan oleh kegagalan Golkar dalam membangun politik pencitraan. Apabila awal tahun 2009 nanti Golkar berhasil mengambil sikap yang tegas, baik dalam posisinya di pemerintahan maupun dalam menetapkan capresnya sendiri, Golkar masih berkesempatan untuk merebut simpati publik. Ketegasan sikap Golkar akan menentukan politik pencitraan seperti apa yang hendak dibangun (ken/asy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 25/03/2009 19:08 WIB
SBY Makin Berkibar, Elektabilitas Mega Mentok
-
Rabu, 21/01/2009 08:01 WIB
Survei LSN
Demokrat Teratas Pilihan Mahasiswa
-
Jumat, 28/11/2008 18:28 WIB
Image Partai Wong Cilik, Gerindra Kalahkan PDIP
-
Minggu, 12/02/2012 16:54 WIB
Kecelakaan Beruntun di Majalengka Diduga karena Kaki Sopir Bus Terjepit
-
Minggu, 12/02/2012 16:15 WIB
Malaysia Deportasi Pria Saudi Penghina Nabi Muhammad
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
579 Komentar
-
462 Komentar
-
376 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

