
2 Eks Dubes RI untuk China Tersangka Korupsi Tak Perlu Dicekal
Rabu, 24/12/2008 14:16 WIB
Jakarta -
Kejaksaan Agung (Kejagung) menilai dua mantan Dubes RI untuk China, Kuntara dan AA Kustia, yang menjadi tersangka dugaan korupsi pemungutan biaya kawat di KBRI China tidak perlu dicekal. Alasannya, kondisi fisik kedua tersangka yang lemah karena sudah tua.
"Pencekalan nggak usahlah kayaknya," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Marwan Effendi, di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2008).
Alasan yang lain, kata Marwan, kedua tersangka berniat untuk mengembalikan uang negara yang disalahgunakan. Akan tetapi, Kejagung kini masih belum menentukan jumlah uang yang mengalir ke kedua tersangka tersebut.
"Kalau kerugian negara seluruhnya Rp 10-an miliarlah. Tapi kita belum menentukan berapa yang digunakan tersangka. Kita masih menunggu penghitungan dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan)," jelas mantan Kajati Jawa Timur ini.
Marwan menegaskan, meski nantinya kerugian negara telah pulih, kedua tersangka tetap diproses secara hukum. "Proses tetap jalan," pungkas mantan kandidat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.
Pungutan biaya kawat diketahui sebesar 55 Yuan atau US$ 7 per pemohon yang dikenakan kepada pemohon visa, paspor, dan Surat Perjalanan Laksana Paspor di KBRI China.
Pungutan itu dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Perwakilan RI untuk RRC di Beijing No 280/Kep/IX/1999 tanggal 24 September 1999. Sejak diterapkan pada Mei 2004, biaya yang sudah dikumpulkan mencapai 10.275.684.85 Yuan atau US$ 9.613.
(irw/nrl)
"Pencekalan nggak usahlah kayaknya," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Marwan Effendi, di kantornya, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (24/12/2008).
Alasan yang lain, kata Marwan, kedua tersangka berniat untuk mengembalikan uang negara yang disalahgunakan. Akan tetapi, Kejagung kini masih belum menentukan jumlah uang yang mengalir ke kedua tersangka tersebut.
"Kalau kerugian negara seluruhnya Rp 10-an miliarlah. Tapi kita belum menentukan berapa yang digunakan tersangka. Kita masih menunggu penghitungan dari BPKP (Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan)," jelas mantan Kajati Jawa Timur ini.
Marwan menegaskan, meski nantinya kerugian negara telah pulih, kedua tersangka tetap diproses secara hukum. "Proses tetap jalan," pungkas mantan kandidat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini.
Pungutan biaya kawat diketahui sebesar 55 Yuan atau US$ 7 per pemohon yang dikenakan kepada pemohon visa, paspor, dan Surat Perjalanan Laksana Paspor di KBRI China.
Pungutan itu dilakukan berdasarkan Keputusan Kepala Perwakilan RI untuk RRC di Beijing No 280/Kep/IX/1999 tanggal 24 September 1999. Sejak diterapkan pada Mei 2004, biaya yang sudah dikumpulkan mencapai 10.275.684.85 Yuan atau US$ 9.613.
(irw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 14/02/2012 05:02 WIB
8 Poin Kode Etik Dihapus MA, KY Harus Optimalkan Hak Sadap Telepon Hakim
-
Selasa, 14/02/2012 04:17 WIB
Dua Bayi Tanpa Dinding Perut Dirawat di RSUP Adam Malik Medan
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
Selasa, 14/02/2012 03:15 WIB
Hari Valentine, 5 Pasangan Kumpul Kebo Diciduk di Depok
-
Selasa, 14/02/2012 04:06 WIB
Pria Diduga Bandar Narkoba Terjaring Razia Kumpul Kebo di Depok
-
Senin, 13/02/2012 22:45 WIB
Rosa 'Bernyanyi' Berbagai Macam Proyek Nazaruddin
-
Selasa, 14/02/2012 02:00 WIB
Wah! Gunung Dempo Diperkirakan Tambah Tinggi 23 Meter
-
614 Komentar
-
505 Komentar
-
452 Komentar
-
386 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 13/02/2012 13:30 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Demokrat di Ambang Kiamat
-
Senin, 13/02/2012 13:24 WIB
Jeruji Besi Menanti Angie
Angie Membuka Pintu, Siapa Bakal Masuk
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,404.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

