ICW: Menag Gunakan DAU untuk Open House Sampai Beli Pulsa
Selasa, 06/01/2009 12:35 WIB
Kuitansi DAU (Rachmdin/detikcom)
Jakarta -
Indonesia Corruption Watch (ICW) belum menyerah mengusut dugaan penyelewengan Dana Abadi Umat (DAU) oleh Menteri Agama Maftuh Basyuni. Kali ini LSM antikorupsi tersebut kembali mendatangi KPK untuk memberi data tambahan tentang pemakaian uang DAU sejak Mei 2005.
"Kami ke sini untuk menyerahkan beberapa tambahan data baru terkait korupsi haji, termasuk juga bantahan Menag yang mengatakan tidak ada pemakaian uang DAU sejak Mei 2005. Tapi ternyata kami temukan ada pemakaian pada tahun 2005," ujar koordinator divisi pelayanan publik ICW Ade Irawan di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (6/1/2009).
Menurut Ade, ada dua sumber aliran dana yang masuk ke kantong Maftuh. Duit tersebut berasal dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Dana Abadi Umat (DAU).
"Total jumlah uang yang diterima Menag selama 2004/2005 dari dana tersebut berjumlah Rp 700 jutaan," kata Ade.
Khusus untuk DAU, kata Ade, dana tersebut diduga untuk tunjangan fungsional Menag, biaya perjalanan dinas ke luar negeri dan bantuan pengobatan untuk salah seorang pejabat Depag ZA Maulani. Selain itu, ada juga biaya untuk acara open house saat hari raya Idul Fitri dan biaya pulsa ponsel.
"Oleh karena itu kita meminta agar DAU dibubarkan dan Depag tidak diperkenankan mengelola haji lagi. Bentuk saja lembaga seperti BP Migas," pungkasnya.
Sebelumnya ICW sudah melaporkan aliran DAU pada Menteri Agama ke KPK pada tanggal 26 Desember lalu. Beberapa poin yang dilaporkan adalah tentang penggunaan tunjangan fungsional, tunjangan hari raya dan perjalanan dinas ke luar negeri dari DAU. (mad/nrl)
"Kami ke sini untuk menyerahkan beberapa tambahan data baru terkait korupsi haji, termasuk juga bantahan Menag yang mengatakan tidak ada pemakaian uang DAU sejak Mei 2005. Tapi ternyata kami temukan ada pemakaian pada tahun 2005," ujar koordinator divisi pelayanan publik ICW Ade Irawan di gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Selasa (6/1/2009).
Menurut Ade, ada dua sumber aliran dana yang masuk ke kantong Maftuh. Duit tersebut berasal dari Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Dana Abadi Umat (DAU).
"Total jumlah uang yang diterima Menag selama 2004/2005 dari dana tersebut berjumlah Rp 700 jutaan," kata Ade.
Khusus untuk DAU, kata Ade, dana tersebut diduga untuk tunjangan fungsional Menag, biaya perjalanan dinas ke luar negeri dan bantuan pengobatan untuk salah seorang pejabat Depag ZA Maulani. Selain itu, ada juga biaya untuk acara open house saat hari raya Idul Fitri dan biaya pulsa ponsel.
"Oleh karena itu kita meminta agar DAU dibubarkan dan Depag tidak diperkenankan mengelola haji lagi. Bentuk saja lembaga seperti BP Migas," pungkasnya.
Sebelumnya ICW sudah melaporkan aliran DAU pada Menteri Agama ke KPK pada tanggal 26 Desember lalu. Beberapa poin yang dilaporkan adalah tentang penggunaan tunjangan fungsional, tunjangan hari raya dan perjalanan dinas ke luar negeri dari DAU. (mad/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 08:35 WIB
Menteri Pertanian Suswono Sentil PPL PNS yang Pemalas
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 07:33 WIB
PO Karunia Bakti akan Dimintai Keterangan Terkait Kecelakaan di Cisarua
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
448 Komentar
-
406 Komentar
-
361 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

