WNI di Malaysia Galang Dana untuk Palestina
Rabu, 07/01/2009 16:15 WIB
Kuala Lumpur -
Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia tidak mau ketinggalan membantu Palestina karena agresi militer Israel. Mereka menggalang dana kemanusiaan Palestina secara tunai atau membuka dompet donasi melalui situs internet.
Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Malaysia misalnya. Organisasi ini berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 40 juta sejak pertama kali agresi militer Israel dimulai.
"PKS Malaysia sudah menggalang dana kemanusiaan melalui gerakan 'One Man Ten Ringgit'. Alhamdulillah, dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak RM 15 ribu atau sekitar Rp 46 juta," ujar Ketua PIP PKS Malaysia Syarif Junaidi dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (7/1/2009).
Syarif mengatakan, gerakan 'One Man Ten Ringgit' sudah dilakukan sejak 29 Desember 2009 dan akan terus berlangsung sampai waktu yang tidak ditentukan. Dia mengungkapkan, dana yang terkumpul tersebut berasal dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia di Malaysia seperti pelajar, TKI dan ekspatriat.
Dana yang telah dikumpulkan tersebut, imbuh dia, akan diberikan langsung kepada rakyat
Palestina melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).
"Ini sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan semangat persaudaraan muslim. Semata-semata diniatkan karena Allah SWT sebagai amal upaya untuk meringankan beban penderitaan muslim di Palestina," cetusnya.
PKS Malaysia, lanjut dosen Universitas Islam Internasional ini, juga menyerukan dan mengajak kaum muslimin Indonesia di Malaysia untuk senantiasa berdoa dan mendirikan salat malam.
Partai Islam berlambang bulan sabit kembar ini turut menyesalkan sikap pemimpin negara Arab yang dinilainya terkesan diam dan lemah menghadapi keganasan Israel di bumi Palestina.
"Karena itu, kami mendesak pemerintah RI untuk terus berperan aktif dan melakukan langkah-langkah diplomatik untuk menekan dan menggalang dukungan internasional. Indonesia juga harus menjadi inisiator mendesak persatuan negara-negara dalam Liga Arab untuk menghentikan keganasan agresi militer Zionis Israel,"pungkas dia.
Lain lagi dengan pelajar Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). PPI se-Malaysia pun membuka dompet peduli kemanusiaan Palestina dalam situsnya www.ppimalaysia.org.
Ketua PPI Malaysia, Irfan Syauqi Beik mengatakan, ide penggalangan dana melalui website PPI berasal dari internal pengurus PPI dan melihat aspirasi berkembang di tengah komunitas mahasiswa.
"Mereka tidak setuju dengan aksi Israel, sebab tindakan sangat bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Penggalangan dana ini salah satu bentuk kepedulian kita terhadap warga Palestina," cetus Irfan.
Untuk mensukseskan program penggalangan dana tersebut, Irfan menjelaskan PPI Malaysia mengkoordinasikan dengan seluruh PPI cabang yang berada di 19 kampus di Malaysia. PPI cabang Universitas Kebangsaan Malaysia sendiri hingga 6 Januari 2009 berhasil menngumpulan dana sebanyak RM 1.488 yang berasal dari pelajar-pelajar UKM dan masyarakat.
"Untuk penggalangan dana ini kami sedang berkomunikasi dengan beberapa NGO di Malaysia yang punya program menyalurkan dana ke Palestina,"pungkas Dosen Fakultas
Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Hingga hari kesepuluh ini serangan tentara Zionis Israel, warga Palestina yang gugur sudah mencapai lebih dari 600 orang dan 2.500 lainya luka-luka. Sebagian besar korban meninggal dan luka-luka adalah anak-anak dan perempuan. (rmd/nwk)
Pusat Informasi dan Pelayanan (PIP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Malaysia misalnya. Organisasi ini berhasil mengumpulkan dana lebih dari Rp 40 juta sejak pertama kali agresi militer Israel dimulai.
"PKS Malaysia sudah menggalang dana kemanusiaan melalui gerakan 'One Man Ten Ringgit'. Alhamdulillah, dana yang berhasil dikumpulkan sebanyak RM 15 ribu atau sekitar Rp 46 juta," ujar Ketua PIP PKS Malaysia Syarif Junaidi dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (7/1/2009).
Syarif mengatakan, gerakan 'One Man Ten Ringgit' sudah dilakukan sejak 29 Desember 2009 dan akan terus berlangsung sampai waktu yang tidak ditentukan. Dia mengungkapkan, dana yang terkumpul tersebut berasal dari berbagai kalangan masyarakat Indonesia di Malaysia seperti pelajar, TKI dan ekspatriat.
Dana yang telah dikumpulkan tersebut, imbuh dia, akan diberikan langsung kepada rakyat
Palestina melalui Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP).
"Ini sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan dan semangat persaudaraan muslim. Semata-semata diniatkan karena Allah SWT sebagai amal upaya untuk meringankan beban penderitaan muslim di Palestina," cetusnya.
PKS Malaysia, lanjut dosen Universitas Islam Internasional ini, juga menyerukan dan mengajak kaum muslimin Indonesia di Malaysia untuk senantiasa berdoa dan mendirikan salat malam.
Partai Islam berlambang bulan sabit kembar ini turut menyesalkan sikap pemimpin negara Arab yang dinilainya terkesan diam dan lemah menghadapi keganasan Israel di bumi Palestina.
"Karena itu, kami mendesak pemerintah RI untuk terus berperan aktif dan melakukan langkah-langkah diplomatik untuk menekan dan menggalang dukungan internasional. Indonesia juga harus menjadi inisiator mendesak persatuan negara-negara dalam Liga Arab untuk menghentikan keganasan agresi militer Zionis Israel,"pungkas dia.
Lain lagi dengan pelajar Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia (PPI). PPI se-Malaysia pun membuka dompet peduli kemanusiaan Palestina dalam situsnya www.ppimalaysia.org.
Ketua PPI Malaysia, Irfan Syauqi Beik mengatakan, ide penggalangan dana melalui website PPI berasal dari internal pengurus PPI dan melihat aspirasi berkembang di tengah komunitas mahasiswa.
"Mereka tidak setuju dengan aksi Israel, sebab tindakan sangat bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Penggalangan dana ini salah satu bentuk kepedulian kita terhadap warga Palestina," cetus Irfan.
Untuk mensukseskan program penggalangan dana tersebut, Irfan menjelaskan PPI Malaysia mengkoordinasikan dengan seluruh PPI cabang yang berada di 19 kampus di Malaysia. PPI cabang Universitas Kebangsaan Malaysia sendiri hingga 6 Januari 2009 berhasil menngumpulan dana sebanyak RM 1.488 yang berasal dari pelajar-pelajar UKM dan masyarakat.
"Untuk penggalangan dana ini kami sedang berkomunikasi dengan beberapa NGO di Malaysia yang punya program menyalurkan dana ke Palestina,"pungkas Dosen Fakultas
Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) ini.
Hingga hari kesepuluh ini serangan tentara Zionis Israel, warga Palestina yang gugur sudah mencapai lebih dari 600 orang dan 2.500 lainya luka-luka. Sebagian besar korban meninggal dan luka-luka adalah anak-anak dan perempuan. (rmd/nwk)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 06:13 WIB
Kenali Kondisi Bus, Pengemudi Harus Kuasai Kemampuan Montir
-
Minggu, 12/02/2012 05:40 WIB
Truk Tronton Terperosok Gorong-gorong di Jl Raya Bogor
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
445 Komentar
-
396 Komentar
-
359 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

