KM Teratai Prima Tenggelam

Dephub Imbau Perjalanan di Perairan Majene Dilakukan Siang Hari

Nograhany Widhi K - detikNews
Senin, 12/01/2009 10:12 WIB
(Foto: Dok. detikcom)
Jakarta - Setelah kasus hilangnya pesawat Adam Air pada tahun 2007, kini Perairan Majene, Baturoro, Sulawesi Barat kembali memakan korban. Kali ini sekitar 250 orang korban tenggelamnya KM Teratai Prima masih terus dicari. Departemen Perhubungan akan mengeluarkan rekomendasi bagi yang ingin melewati jalur tersebut.

"Sebaiknya pada bulan-bulan cuaca buruk ini, pelayaran dilakukan lebih baik pada siang hari," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (12/1/2009).

Alasan Jusman, lokasi tenggelamnya kapal ini tidak begitu jauh dari lokasi hilangnya kapal Adam Air yang hilang pada tahun 2007. Selain itu, perjalanan pada malam hari membuat kewaspadaan terhadap cuaca buruk menjadi rendah.

"Karena kalau malam itu, selain cuaca buruk juga karena faktor penumpang yang lebih banyak tidur," ujar Jusman.

Jusman memastikan pihaknya akan memberi sanksi bagi nahkoda serta pemilik kapal KM Teratai Prima karena tidak menggubris larangan BMG. Sebelumnya BMG telah menghimbau agar menunda terlebih dahulu perjalanan laut karena buruknya cuaca.

"Tapi mereka beralasan saat berangkat cuacanya bagus. Sanksinya yang melanggar dicabut izinnya," tegas Jusman.

(mok/iy)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel