Ketahuan Jadi PSK, 18 Siswi SMP Tambora Keluar dari Sekolah
Selasa, 13/01/2009 11:35 WIB
Foto: Andi S/detikcom
Jakarta -
18 Siswi salah satu SMP di Tambora Jakarta Barat ketahuan menjajakan dirinya ke buaya darat. Perbuatan mereka diketahui oleh pihak Pemkot Jakarta Barat, Diknas, dan sekolah tersebut. 18 siswi yang menjadi korban prostitusi ini akhirnya mengundurkan diri dari sekolah.
"Siswi itu sendiri yang mengundurkan diri. Mereka sadar kalau langkah mereka tidak pada tempatnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi kepada detikcom, Selasa (13/1/2009).
Taufik mengatakan, seluruh siswi tersebut nantinya akan ditempatkan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di sana, mereka akan diajarkan pendidikan formal masyarakat dan dari dinas pendidikan akan melakukan pembinaan.
"Mereka juga akan mendapatkan dan mengikuti kejar paket B sehingga bisa mendapatkan ijazah SMP seperti sekolah lainnya," katanya.
Menurut Taufik, 18 siswi ini hanya korban dari lingkungan dan orang-orang sekeliling mereka yang memanfaatkan mereka. Sehingga perlu ada pembinaan langsung baik dari orangtua, sekolah, diknas secara komprehensif. Diknas sendiri memikirkan bagaimana mereka bisa kembali belajar. Siswi tidak boleh kehilangan kesempatan belajar mereka.
"Mereka itu dirayu, diiming-imingi oleh penghubung dan pengguna. Itu yang menyebabkan mereka seperti itu. Yang mesti dikejar adalah mereka (pengguna dan penghubung). Kita dari diknas melakukan pendekatan edukatif, memberitakan keterampilan, pendidikan moral, keagamaan, etiket dan lainnya," imbuhnya. (gus/iy)
"Siswi itu sendiri yang mengundurkan diri. Mereka sadar kalau langkah mereka tidak pada tempatnya," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi kepada detikcom, Selasa (13/1/2009).
Taufik mengatakan, seluruh siswi tersebut nantinya akan ditempatkan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Di sana, mereka akan diajarkan pendidikan formal masyarakat dan dari dinas pendidikan akan melakukan pembinaan.
"Mereka juga akan mendapatkan dan mengikuti kejar paket B sehingga bisa mendapatkan ijazah SMP seperti sekolah lainnya," katanya.
Menurut Taufik, 18 siswi ini hanya korban dari lingkungan dan orang-orang sekeliling mereka yang memanfaatkan mereka. Sehingga perlu ada pembinaan langsung baik dari orangtua, sekolah, diknas secara komprehensif. Diknas sendiri memikirkan bagaimana mereka bisa kembali belajar. Siswi tidak boleh kehilangan kesempatan belajar mereka.
"Mereka itu dirayu, diiming-imingi oleh penghubung dan pengguna. Itu yang menyebabkan mereka seperti itu. Yang mesti dikejar adalah mereka (pengguna dan penghubung). Kita dari diknas melakukan pendekatan edukatif, memberitakan keterampilan, pendidikan moral, keagamaan, etiket dan lainnya," imbuhnya. (gus/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 09:02 WIB
Mutu Transportasi Umum Buruk, Masyarakat Terjebak Dalam Posisi Sulit
-
Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB
Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat
-
Minggu, 12/02/2012 08:35 WIB
Menteri Pertanian Suswono Sentil PPL PNS yang Pemalas
-
Minggu, 12/02/2012 08:05 WIB
YLKI: Santunan Rp 25 Juta Bagi Korban Bus Karunia Bakti Tak Cukup
-
Minggu, 12/02/2012 08:50 WIB
Lokasi Kecelakaan Bus Maut Dipadati Warga, Lalin ke Puncak Tersendat
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Minggu, 12/02/2012 09:02 WIB
Mutu Transportasi Umum Buruk, Masyarakat Terjebak Dalam Posisi Sulit
-
457 Komentar
-
413 Komentar
-
367 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

