Sutiyoso Kampanye di Makam Raden Wijaya
Rabu, 14/01/2009 17:45 WIB
Jakarta -
"Coblos Sutiyoso!" Ajakan itu diserukan Capres Sutiyoso di hadapan 500 orang saat berziarah ke makam Raja Majapahit pertama, Raden Wijaya di Trowulan, Mojokerto, Jawa Timur.
Ajakan Sutiyoso pun langsung disambut tepuk tangan warga yang duduk di kursi di bawah tenda di pelataran makam, Rabu (14/1/2009). Sekadar diketahui, untuk Pemilu 2009, pemilihan dilakukan dengan mencontreng, bukan mencoblos. Sutiyoso juga menyerukan agar warga memilih partai penyokongnya, yakni Partai Indonesia Sejahtera (PIS).
Makam Raden Wijaya menjadi lokasi penutup safari Sutiyoso keliling Indonesia.
"Ini mempunyai nilai historis, mari menyatukan Indonesia. Dulu, Raden Wijaya
menyatukan Nusantara. Di sini gong dari perjalanan saya ditutup. Ini tempat bersejarah. Konon Raden Wijaya yang menyatuan Nusantara, dan melawan negeri asing Mongolia yang mengincar negeri ini yang kaya raya," kata pria yang akrab disapa Bang Yos ini.
Eks Gubernur DKI ini sempat berdoa dan menabur bunga di makam Raden Wijaya. Sutiyoso lalu memotong tumpeng yang dilanjutkan dengan makan bersama
penduduk.
"Pertahankan, lestarikan. Jangan pernah mengganggu situs-situs peninggalan zaman Majapahit. Ini justru yang memiliki nilai jual, orang asing itu ingin melihat
kelestarian tempat ini," ujar Sutiyoso yang berkalung bunga melati.
Acara selanjutnya ditutup dengan tanya jawab antara Sutiyoso dengan warga. Beberapa warga, yang umumnya pengrajin meminta bantuan apabila Sutiyoso menjadi presiden. Ada juga yang meminta bantuan pembangunan lapangan sepakbola, dan ada yang meminta bantuan untuk anak yatim. (aan/iy)
Ajakan Sutiyoso pun langsung disambut tepuk tangan warga yang duduk di kursi di bawah tenda di pelataran makam, Rabu (14/1/2009). Sekadar diketahui, untuk Pemilu 2009, pemilihan dilakukan dengan mencontreng, bukan mencoblos. Sutiyoso juga menyerukan agar warga memilih partai penyokongnya, yakni Partai Indonesia Sejahtera (PIS).
Makam Raden Wijaya menjadi lokasi penutup safari Sutiyoso keliling Indonesia.
"Ini mempunyai nilai historis, mari menyatukan Indonesia. Dulu, Raden Wijaya
menyatukan Nusantara. Di sini gong dari perjalanan saya ditutup. Ini tempat bersejarah. Konon Raden Wijaya yang menyatuan Nusantara, dan melawan negeri asing Mongolia yang mengincar negeri ini yang kaya raya," kata pria yang akrab disapa Bang Yos ini.
Eks Gubernur DKI ini sempat berdoa dan menabur bunga di makam Raden Wijaya. Sutiyoso lalu memotong tumpeng yang dilanjutkan dengan makan bersama
penduduk.
"Pertahankan, lestarikan. Jangan pernah mengganggu situs-situs peninggalan zaman Majapahit. Ini justru yang memiliki nilai jual, orang asing itu ingin melihat
kelestarian tempat ini," ujar Sutiyoso yang berkalung bunga melati.
Acara selanjutnya ditutup dengan tanya jawab antara Sutiyoso dengan warga. Beberapa warga, yang umumnya pengrajin meminta bantuan apabila Sutiyoso menjadi presiden. Ada juga yang meminta bantuan pembangunan lapangan sepakbola, dan ada yang meminta bantuan untuk anak yatim. (aan/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
444 Komentar
-
390 Komentar
-
357 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

