Korupsi Kapal Patroli Dephub
Pegawai Rekanan Dephub Serahkan Uang ke Bulyan Royan
Kamis, 15/01/2009 17:44 WIB
Bulyan Royan (Dok. detikcom)
Jakarta -
Bulyan Royan diduga menerima uang dari rekanan Departemen Perhubungan yang lain. Uang tersebut diserahkan di Hotel Crowne, Jakarta.
"Saya diminta pimpinan saya Pak Suratna Ramli untuk serahkan uang di Hotel Crowne," kata pegawai PT Fibrite Fiberglass Dwi Aningsih.
Perusahaan tersebut menjadi salah satu diantara 5 pemenang tender pengadaan kapal. Dwi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Bulyan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2009).
Uang tersebut diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Tansea Parlindungan Malau pada September 2007. Dwi memberikan uang tersebut kepada Tansea karena tidak mengenal Bulyan. Setelah penyerahan tersebut, Dwi mengaku langsung pulang.
"Tapi saya melihat sendiri Malau menyerahkan uang itu ke Bulyan," kata Dwi kepada Ketua Hakim Gus Rizal.
Dwi tidak mengetahui besaran jumlah serta kegunaan uang tersebut. Dia hanya mendapat perintah dari bosnya yang kebetulan sedang berada di luar kota.
"Besok ada tugas ke luar kota, tolong kasih uang ini ke Hotel Crowne," kata Dwi menirukan ucapan bosnya saat itu.
Saat ditanya pendapatnya oleh Gus Rizal, Bulyan membantah semua kesaksian yang diberikan oleh Dwi.
"Saya tidak pernah menerima uang dari Malau dan saksi Dwi," tegas Bulyan singkat. (mok/gah)
"Saya diminta pimpinan saya Pak Suratna Ramli untuk serahkan uang di Hotel Crowne," kata pegawai PT Fibrite Fiberglass Dwi Aningsih.
Perusahaan tersebut menjadi salah satu diantara 5 pemenang tender pengadaan kapal. Dwi dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Bulyan di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2009).
Uang tersebut diserahkan kepada Pejabat Pembuat Komitmen Tansea Parlindungan Malau pada September 2007. Dwi memberikan uang tersebut kepada Tansea karena tidak mengenal Bulyan. Setelah penyerahan tersebut, Dwi mengaku langsung pulang.
"Tapi saya melihat sendiri Malau menyerahkan uang itu ke Bulyan," kata Dwi kepada Ketua Hakim Gus Rizal.
Dwi tidak mengetahui besaran jumlah serta kegunaan uang tersebut. Dia hanya mendapat perintah dari bosnya yang kebetulan sedang berada di luar kota.
"Besok ada tugas ke luar kota, tolong kasih uang ini ke Hotel Crowne," kata Dwi menirukan ucapan bosnya saat itu.
Saat ditanya pendapatnya oleh Gus Rizal, Bulyan membantah semua kesaksian yang diberikan oleh Dwi.
"Saya tidak pernah menerima uang dari Malau dan saksi Dwi," tegas Bulyan singkat. (mok/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 03:12 WIB
10 Korban Tragedi Bus Karunia Bakti Luka Berat, Mayoritas Patah Tulang
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 04:13 WIB
Asosiasi PTS Tolak Jurnal Ilmiah Jadi Syarat Lulus S1
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
440 Komentar
-
380 Komentar
-
349 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

