Sering Disuap
MUI: Itu Fitnah dan Menyesatkan
Rabu, 21/01/2009 18:19 WIB
Jakarta -
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meradang menanggapi hasil survei Transparency International Indonesia (TII) yang menyebut MUI sebagai lembaga yang sering disuap. Utamanya dalam pengurusan sertifikasi halal. MUI menyebut survei itu sebagai fitnah.
"Itu fitnah dan menyesatkan," kata Ketua MUI Amidhan saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Rabu (21/1/2009). Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria berkacamata ini:
MUI disebut sebagai lembaga yang sering disuap. Bagaimana pendapat Anda?
Ya tidak ada. Kena suap bagaimana? Itu informasi fitnah dan menyesatkan. MUI itu lembaga agama, tidak benar itu. Dia harus mengungkap fakta-fakta jangan sembarang mengeluarkan pernyataan, itu tidak bisa.
Yang disoroti TII ini mengenai sertifikasi halal, yang katanya dimintai uang. Memang benar demikian?
Sertifikasi halal itu sudah ada patokannya. Satu sertifikasi itu berkisar antara Rp 200 ribu-Rp 5 juta. Seperti misalnya Indofood, itu yang bisnisnya trliunan itu cuma Rp 5 juta. Kalau UKM itu Rp 200 ribu, bahkan ada yang kita bebaskan.
Memang uang itu digunakan untuk apa?
Itu bukan suap. Itu pembayaran, masa mereka melakukan penelitian melalui laboratorium tidak bayar? Meski lembaga agama masa tidak bayar? Nanti untuk soal ini ada UU dan nanti diterapkan pemerintah, jadi risk of costnya itu ditetapkan pemerintah.
Selama ini sudah ada pengaduan dari pengusaha terkait permintaan uang dari oknum di MUI?
Tidak pernah ada pengaduan, ini setahu saya. Kalau ada siapa namanya, itu bisa dipecat. Itu di sana auditor yang memeriksa di laboratoriusm, mereka tidak akan berani, ini soal agama tanggung jawabnya kepada Allah.
Jadi tidak mungkin ada suap menyuap dalam pengurusan sertifikasi halal?
Masa masyarakat Indonesia ditipu yang haram dijadikan halal? MUI tidak berani, masa yang haram dijadikan halal, suap itu untuk apa kita tidak berani, karena itu difatwakan.
Pertanggungjawaban uang itu bagaimana?
Uang itu dibukukan, dan MUI juga diperiksa akuntan publik. Jadi begini, itu memang ada biaya memeriksa di laboratorium, itu harus dibayar. Dan memang ada UKM yang merasa tidak mampu membayar malah dibebaskan namanya subsidi silang dari perusahaan yang besar. (ndr/iy)
"Itu fitnah dan menyesatkan," kata Ketua MUI Amidhan saat berbincang dengan detikcom melalui telepon, Rabu (21/1/2009). Berikut petikan lengkap wawancara dengan pria berkacamata ini:
MUI disebut sebagai lembaga yang sering disuap. Bagaimana pendapat Anda?
Ya tidak ada. Kena suap bagaimana? Itu informasi fitnah dan menyesatkan. MUI itu lembaga agama, tidak benar itu. Dia harus mengungkap fakta-fakta jangan sembarang mengeluarkan pernyataan, itu tidak bisa.
Yang disoroti TII ini mengenai sertifikasi halal, yang katanya dimintai uang. Memang benar demikian?
Sertifikasi halal itu sudah ada patokannya. Satu sertifikasi itu berkisar antara Rp 200 ribu-Rp 5 juta. Seperti misalnya Indofood, itu yang bisnisnya trliunan itu cuma Rp 5 juta. Kalau UKM itu Rp 200 ribu, bahkan ada yang kita bebaskan.
Memang uang itu digunakan untuk apa?
Itu bukan suap. Itu pembayaran, masa mereka melakukan penelitian melalui laboratorium tidak bayar? Meski lembaga agama masa tidak bayar? Nanti untuk soal ini ada UU dan nanti diterapkan pemerintah, jadi risk of costnya itu ditetapkan pemerintah.
Selama ini sudah ada pengaduan dari pengusaha terkait permintaan uang dari oknum di MUI?
Tidak pernah ada pengaduan, ini setahu saya. Kalau ada siapa namanya, itu bisa dipecat. Itu di sana auditor yang memeriksa di laboratoriusm, mereka tidak akan berani, ini soal agama tanggung jawabnya kepada Allah.
Jadi tidak mungkin ada suap menyuap dalam pengurusan sertifikasi halal?
Masa masyarakat Indonesia ditipu yang haram dijadikan halal? MUI tidak berani, masa yang haram dijadikan halal, suap itu untuk apa kita tidak berani, karena itu difatwakan.
Pertanggungjawaban uang itu bagaimana?
Uang itu dibukukan, dan MUI juga diperiksa akuntan publik. Jadi begini, itu memang ada biaya memeriksa di laboratorium, itu harus dibayar. Dan memang ada UKM yang merasa tidak mampu membayar malah dibebaskan namanya subsidi silang dari perusahaan yang besar. (ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 02:19 WIB
Polisi Libatkan Saksi Ahli dalam Pengukuran Kecepatan Bus Karunia Bakti
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Minggu, 12/02/2012 01:19 WIB
Banjir Rendam Komplek Dosen IKIP Jatibening Bekasi
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
437 Komentar
-
375 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

