PPD: SBY Harus Minta Maaf Atas Kelangkaan BBM
Minggu, 25/01/2009 00:56 WIB
Jakarta -
Presiden SBY menganggap 3 kali penurunan BBM sebagai prestasi pribadi. Namun, pada era SBY juga paling banyak kasus kelangkaan BBM terjadi.
"Kalaulah partai yang menggunakan ikon BBM tersebut mau fair, maka
partai tersebut juga harus berani meminta maaf," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Daerah (PPD) Safari ANS dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (24/1/2009).
Selain itu, Safari juga menganggap, penurunan harga BBM yang dilakukan oleh Pemerintah bukanlah sebuah prestasi, melainkan keharusan karena turunnya harga minyak dunia. "Dan itu juga dilakukan oleh hampir seluruh negara di dunia," imbuhnya.
Melihat iklan SBY beberapa waktu terakhir, Safari menilai, kebijakan pemerintah yang dilakukan secara kolektif tidak bisa diklaim sebagai hasil kerja orang per orang atau oleh partai tertentu. "Justru juga terdiri dari berbagai tokoh politik partai lainnya," tambahnya.
Oleh karena itu, parpol yang sedang berkuasa harus hati-hati menggunakan ikon keberhasilan pembangunan atau kebijakan pemerintah. Sebab, hal itu bisa mencederai kenetralan pemerintah.
"Ketika seorang kader parpol menjadi Presiden dan Wakil Presiden, maka kader tersebut sudah milik bangsa Indonesia dan kebijakannya juga menjadi kebijakan negara bukan kebijakan parpol pendukungnya," pungkasnya. (mad/mad)
"Kalaulah partai yang menggunakan ikon BBM tersebut mau fair, maka
partai tersebut juga harus berani meminta maaf," ujar Wakil Sekjen DPP Partai Persatuan Daerah (PPD) Safari ANS dalam rilis kepada detikcom, Sabtu (24/1/2009).
Selain itu, Safari juga menganggap, penurunan harga BBM yang dilakukan oleh Pemerintah bukanlah sebuah prestasi, melainkan keharusan karena turunnya harga minyak dunia. "Dan itu juga dilakukan oleh hampir seluruh negara di dunia," imbuhnya.
Melihat iklan SBY beberapa waktu terakhir, Safari menilai, kebijakan pemerintah yang dilakukan secara kolektif tidak bisa diklaim sebagai hasil kerja orang per orang atau oleh partai tertentu. "Justru juga terdiri dari berbagai tokoh politik partai lainnya," tambahnya.
Oleh karena itu, parpol yang sedang berkuasa harus hati-hati menggunakan ikon keberhasilan pembangunan atau kebijakan pemerintah. Sebab, hal itu bisa mencederai kenetralan pemerintah.
"Ketika seorang kader parpol menjadi Presiden dan Wakil Presiden, maka kader tersebut sudah milik bangsa Indonesia dan kebijakannya juga menjadi kebijakan negara bukan kebijakan parpol pendukungnya," pungkasnya. (mad/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
436 Komentar
-
375 Komentar
-
348 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

