Fatwa Haram Rokok
Hidayat: Membuat Sehat Baik Bagi Umat
Selasa, 27/01/2009 09:39 WIB
Jakarta -
Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan rokok mendapat dukungan. Salah satunya dari Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dia menyatakan fatwa itu justru memberikan kebaikan, karena MUI mengajak warga hidup sehat.
"Ini masalah kesehatan, hukum agama itu membuat orang tetap sehat dan ini baik bagi umat," jelasnya pria yang tidak pernah merokok ini saat berbincang melalui telepon, Selasa (27/1/2009).
Menurut Hidayat, dalam konteks universal, Indonesia bukan satu-satunya yang mengeluarkan fatwa haram rokok.
"Coba lihat mana lebih besar antara nilai cukai rokok dan nilai ekonomi, dengan biaya kesehatan yang dikeluarkan masyarakat. Dan yang lebih besar biaya kesehatan," terangnya.
Bila dilihat dari sisi rumah tangga masyarakat saja, ini sudah akan membawa dampak positif. Misalnya setiap rumah tangga akhirnya diberikan pilihan rasional untuk membakar rokok atau uangnya ditabung. Bagaimana dengan nasib para buruh rokok?
"Itu memerlukan pembicaraan yang komprehensif, perlu alternatif usaha atau kalau perlu diekspor ke negeri yang memperbolehkan merokok," imbuhnya.
Bagaimana juga dengan para Kyai yang menyebut merokok itu makruh, bukan haram? "Sebenarnya pendekatan makruh itu dilarang, dan soal makruh itu juga karena di antara pimpinan NU itu merokok," tutup suami dokter Diana Abbas Thalib ini. (ndr/iy)
"Ini masalah kesehatan, hukum agama itu membuat orang tetap sehat dan ini baik bagi umat," jelasnya pria yang tidak pernah merokok ini saat berbincang melalui telepon, Selasa (27/1/2009).
Menurut Hidayat, dalam konteks universal, Indonesia bukan satu-satunya yang mengeluarkan fatwa haram rokok.
"Coba lihat mana lebih besar antara nilai cukai rokok dan nilai ekonomi, dengan biaya kesehatan yang dikeluarkan masyarakat. Dan yang lebih besar biaya kesehatan," terangnya.
Bila dilihat dari sisi rumah tangga masyarakat saja, ini sudah akan membawa dampak positif. Misalnya setiap rumah tangga akhirnya diberikan pilihan rasional untuk membakar rokok atau uangnya ditabung. Bagaimana dengan nasib para buruh rokok?
"Itu memerlukan pembicaraan yang komprehensif, perlu alternatif usaha atau kalau perlu diekspor ke negeri yang memperbolehkan merokok," imbuhnya.
Bagaimana juga dengan para Kyai yang menyebut merokok itu makruh, bukan haram? "Sebenarnya pendekatan makruh itu dilarang, dan soal makruh itu juga karena di antara pimpinan NU itu merokok," tutup suami dokter Diana Abbas Thalib ini. (ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
Sabtu, 11/02/2012 02:47 WIB
Jasa Raharja Santuni Korban Tewas Kecelakaan Bus Maut Rp 25 Juta
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 02:04 WIB
Polisi Olah TKP Kecelakaan Maut di Puncak Pukul 2 Dini Hari
-
Sabtu, 11/02/2012 04:17 WIB
Detik-detik Tabrakan Maut di Cisarua: Penjual Bakso Terpental ke Jurang
-
Sabtu, 11/02/2012 01:33 WIB
Kesaksian Penumpang Bus Maut: Saya Hanya Bisa Teriak dan Berdoa
-
Sabtu, 11/02/2012 02:21 WIB
Korban Tabrakan Bus Maut: Saya Lagi Tidur, Tiba-tiba Duaarrr...
-
Sabtu, 11/02/2012 03:58 WIB
9 Jam Setelah Kecelakaan Maut, Cisarua Arah Jakarta Macet Total
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

