TPM Desak MUI Tinjau Ulang Fatwa Haram Golput & Rokok
Selasa, 27/01/2009 18:06 WIB
Jakarta -
Fatwa mengenai pengharaman golput dan rokok membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) dinilai memecah belah umat Islam. Karenanya, Tim Pembela Muslim (TPM) mendesak agar fatwa tersebut ditinjau ulang.
"Kami mendesak untuk mereview kembali fatwa-fatwa yang kontroversial yang mempunyai konflik di antara umat Islam," kata Dewan Pembina TPM, Mahendradatta, kepada detikcom, Selasa (27/1/2009).
Untuk pengharaman golput, lanjut Mahendra, masih banyak ulama yang mengharamkan memilih, bahkan mengharamkan ikut partai politik. Sebab partai Islam sekalipun, menurut mereka belum dapat mencerminkan syariat Islam.
"MUI mencampuradukkan wilayah religius dengan politik. Ini agama yang dipolitisasi atau politik yang diagamakan? Dan dua-duanya saya pikir salah," kata Mahendra.
Fatwa tentang Golput ini, kata Mahendra dikwahatirkan menjadi komoditas politik bagi partai-partai politik menjelang Pemilu 2009 nanti.
Sedangkan mengenai pengharaman rokok, lanjut Mahendra, banyak yang mengatakan rokok tidak haram, melainkan makruh (apabila ditingggalkan mendapat pahala). Pandangan ini terutama dianut oleh kalangan ulama dan santri di wilayah Jawa Timur.
"Fatwa MUI itu di sisi lain justru meletakkan MUI tidak tegas. Karena membatasi merokok di tempat umum. Yang namanya haram kok di tempat ini dan ini?" jelas Mahendra.
Menurut Mahendra, hal-hal yang berada di luar koridor agama tidak pada tempatnya dipertentangkan oleh MUI. Sesuatu yang masih berkaitan erat dengan agama saja bisa timbul konflik bila dihadap-hadapkan.
"Antara ziarah kubur dan tidak, tahlil dan tidak tahlil, jangan dipertentangkan. Justru akan menimbulkan konflik," kata dia.
Menurut Mahendra, baru kali ini fatwa MUI ditentang dan menjadi sumber konflik di antara umat Islam. TPM mengkhawatirkan pula, fatwa MUI yang demikian membuat fatwa-fatwa mejelis sebelumnya menjadi dilecehkan.
"Dan MUI dikhawatirkan sudah gagal sebagai pembina ukhuwah islamiyah," pungkasnya.
(irw/iy)
"Kami mendesak untuk mereview kembali fatwa-fatwa yang kontroversial yang mempunyai konflik di antara umat Islam," kata Dewan Pembina TPM, Mahendradatta, kepada detikcom, Selasa (27/1/2009).
Untuk pengharaman golput, lanjut Mahendra, masih banyak ulama yang mengharamkan memilih, bahkan mengharamkan ikut partai politik. Sebab partai Islam sekalipun, menurut mereka belum dapat mencerminkan syariat Islam.
"MUI mencampuradukkan wilayah religius dengan politik. Ini agama yang dipolitisasi atau politik yang diagamakan? Dan dua-duanya saya pikir salah," kata Mahendra.
Fatwa tentang Golput ini, kata Mahendra dikwahatirkan menjadi komoditas politik bagi partai-partai politik menjelang Pemilu 2009 nanti.
Sedangkan mengenai pengharaman rokok, lanjut Mahendra, banyak yang mengatakan rokok tidak haram, melainkan makruh (apabila ditingggalkan mendapat pahala). Pandangan ini terutama dianut oleh kalangan ulama dan santri di wilayah Jawa Timur.
"Fatwa MUI itu di sisi lain justru meletakkan MUI tidak tegas. Karena membatasi merokok di tempat umum. Yang namanya haram kok di tempat ini dan ini?" jelas Mahendra.
Menurut Mahendra, hal-hal yang berada di luar koridor agama tidak pada tempatnya dipertentangkan oleh MUI. Sesuatu yang masih berkaitan erat dengan agama saja bisa timbul konflik bila dihadap-hadapkan.
"Antara ziarah kubur dan tidak, tahlil dan tidak tahlil, jangan dipertentangkan. Justru akan menimbulkan konflik," kata dia.
Menurut Mahendra, baru kali ini fatwa MUI ditentang dan menjadi sumber konflik di antara umat Islam. TPM mengkhawatirkan pula, fatwa MUI yang demikian membuat fatwa-fatwa mejelis sebelumnya menjadi dilecehkan.
"Dan MUI dikhawatirkan sudah gagal sebagai pembina ukhuwah islamiyah," pungkasnya.
(irw/iy)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:05 WIB
Korban Luka Kecelakaan Cisarua 47 Orang, Semua Dirujuk ke RS PMI Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 23:52 WIB
RS PMI Bogor Rawat 7 Korban Luka Kecelakaan Maut
-
Jumat, 10/02/2012 23:29 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Korban Luka di RS Paru Cisarua Kebanyakan Patah Tulang
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
Jumat, 10/02/2012 23:11 WIB
Komisi Pengawas PD Sudah Panggil Ruhut Sitompul & Ajeng Ratna
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
Jumat, 10/02/2012 23:11 WIB
Komisi Pengawas PD Sudah Panggil Ruhut Sitompul & Ajeng Ratna
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

