Warta Gerindra
Prabowo Tolak Penjualan BUMN
Jumat, 13/02/2009 11:50 WIB
(Foto: (www.prabowosubianto.net)
Bandung -
Upaya pemerintah melanjutkan privatisasi BUMN mendapat kritikan dari Prabowo Subianto. Capres Partai Gerindra ini bahkan secara tegas menolak kebijakan tersebut.
"Jika saya presiden, saya menolak untuk menjual BUMN. Karena BUMN adalah lokomotif untuk perekonomian Indonesia," katanya saat presentasi visi-misi capres di depan perwakilan BEM se-Indonesia, di Kampus Unpad Bandung, Rabu (11/2).
Prabowo mengungkapkan, satu per satu aset-aset negara telah dilego ke pihak asing. Akibatnya, kekayaan yang berlimpah di tanah air tidak pernah bisa dinikmati oleh rakyat.
“Indosat dijual, perusahaan-perusahaan yang menguntungkan juga dijual, dan bank-bank besar sudah tidak dikuasai oleh Indonesia lagi. Bahkan saya mendengar Gelora Bung Karno mau dipinjamkan untuk menambah devisa. Mungkin nanti Monas akan dipinjamkan untuk mencari pinjaman,” ujarnya disambut tepuk riuh ratusan mahasiswa.
Pemerintahan SBY memang bertekad untuk melanjutkan privatisasi sejumlah BUMN. Beberapa kalangan mengkritik kebijakan itu, karena diyakini akan berdampak negatif, yakni mengalihkan aset nasional yang menguntungkan ke pihak asing.
Selain itu, muncul kekhawatiran, Indonesia semakin jauh terperangkap dalam jerat perdagangan bebas sehingga kemampuan ekonomi rakyat semakin terpinggirkan. Akibatnya, dalam jangka panjang, privatisasi akan menciptakan bangsa buruh. (adv/adv)
"Jika saya presiden, saya menolak untuk menjual BUMN. Karena BUMN adalah lokomotif untuk perekonomian Indonesia," katanya saat presentasi visi-misi capres di depan perwakilan BEM se-Indonesia, di Kampus Unpad Bandung, Rabu (11/2).
Prabowo mengungkapkan, satu per satu aset-aset negara telah dilego ke pihak asing. Akibatnya, kekayaan yang berlimpah di tanah air tidak pernah bisa dinikmati oleh rakyat.
“Indosat dijual, perusahaan-perusahaan yang menguntungkan juga dijual, dan bank-bank besar sudah tidak dikuasai oleh Indonesia lagi. Bahkan saya mendengar Gelora Bung Karno mau dipinjamkan untuk menambah devisa. Mungkin nanti Monas akan dipinjamkan untuk mencari pinjaman,” ujarnya disambut tepuk riuh ratusan mahasiswa.
Pemerintahan SBY memang bertekad untuk melanjutkan privatisasi sejumlah BUMN. Beberapa kalangan mengkritik kebijakan itu, karena diyakini akan berdampak negatif, yakni mengalihkan aset nasional yang menguntungkan ke pihak asing.
Selain itu, muncul kekhawatiran, Indonesia semakin jauh terperangkap dalam jerat perdagangan bebas sehingga kemampuan ekonomi rakyat semakin terpinggirkan. Akibatnya, dalam jangka panjang, privatisasi akan menciptakan bangsa buruh. (adv/adv)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 30/12/2011 12:00 WIB
Mudahnya Menggunakan Fitur 'Favoritku' di ATM Mandiri Non Tunai
-
Kamis, 29/12/2011 12:03 WIB
Layanan Favorit Pemenang Mandiri Fiesta
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
Minggu, 12/02/2012 17:33 WIB
Kunjungan Nasir Terkuak Berkat CCTV yang Tersambung di Ruang Menkum
-
Minggu, 12/02/2012 17:53 WIB
Inilah 16 Korban Luka-luka Kecelakaan di KM 27 Tol Jagorawi
-
585 Komentar
-
470 Komentar
-
378 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message

---125x125.gif)
.gif)


