Pemprov Riau Nilai Kebakaran Hutan Tidak Disengaja
Rabu, 18/02/2009 15:48 WIB
dok detikcom
Pekanbaru -
Kabakaran hutan dan lahan setiap tahun selalu terjadi di Riau. Namun Pemprov Riau berkilah, hal tersebut merupakan kejadian yang tidak memiliki unsur kesengajaan.
"Tidak benar kebakaran lahan yang terjadi sekarang ini karena sengaja dibakar. Tapi api muncul karena ketidak sengajaan warga yang membakar sampah. Nah, percikan bunga api dari sampah ini terbawa angin yang selanjutnya menjalar ketempat lain. Jadi kebakaran bukan unsur kesengajaan," kata Wakil Gubernur Riau, R Mambang Mit dalam jumpa pers, Rabu (18/02/2009) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.
Dia menjelaskan kawasan hutan dan lahan yang sekarang terbakar, sebagian besar merupakan lahan yang tidak bertuan. Misalnya, lahan eks HPH yang sudah lama tidak dikelola lagi. Di samping itu ada lahan semak belukar yang tidak terjaga karena tidak ada pemiliknya.
"Jadi lahan seperti itulah yang terbakar saat ini. Dan kebakaran itu bukan disengaja. Api yang menjalar di sana, hanya rembetan dari pembakaran sampah yang dilakukan warga," kata Mambang.
Menurutnya, dari inventarisir yang dilakukan selama ini, ada 224 desa dari 1602 jumlah desa di Riau yang saban tahun menjadi langganan kebakaran lahan. Di lahan desa itulah setiap musim kemarau selalu saja terjadi kebakaran.
"Agar tidak terjadi kebakaran lahan lagi, nantinya lahan-lahan tanpa pemilik itu akan kita manfaatkan untuk dijadikan lahan perkebunan, pertanian. Dengan demikian lahan itu ada pemiliknya dan tidak mungkin terbakar lagi karena sudah ada yang menjaga lahan tersebut," kata Mambang Mit yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau.
Namun keterangan orang nomor dua di Riau ini, dianggap Direktur Walhi Riau, Johny s Mungdung tidak masuk akal. Menurutnya, kebakaran lahan dan hutan selama ini justru disengaja untuk pembukaan perkebunan sawit baik milik warga maupun milik perusahaan.
"Kalau Pemprov Riau menyebut tidak disengaja, itu jelas jawaban konyol. Anak kecil juga tahu, hutan terbakar di Riau ini karena disengaja untuk membuka perkebunan dan perladangan," kata Mundung.
Data Walhi menunjukan, bahwa lahan yang teebakar di Riau itu selalu berada di lokasi yang sama. Itu artinya ada unsur kesengajaan yang dilakukan warga atau perusahaan. Pembakaran lahan ini merupakan cara paling mudah dalam membuka perkebunan. Dan tidak perlu mengeluarkan dana untuk pembersihan lahan.
"Saban tahun dana APBD Riau dialokasikan untuk dana pemadaman. Itu artinya pemerintah sudah mengetahui bakal ada kebakaran lahan setiap tahunnya. Kalau begitu berartikan kawasan itu sengaja dibakar," kata Mundung.
Kebakaran laha dan hutan ini, kata Mundung, merupakan proyek tahunan yang dilakukan Pemprov Riau. Sebab, dana yang dikucurkan menelan dana miliaran rupiah Untuk pemadaman api.
"Karena sudah tahu akan terjadi kebakaran hutan itu, makanya dana pemadaman disediakan. Itukan bukti kuat kebakaran sengaja dilakukan," tuding Johny.
Menurut Mundung, bukan pemadaman api yang sebenarnya yang paling dibutuhkan, melainkan pencegahan. "Semestinya pencegahan yang harus kita dahulukan. Pemadaman api yang dilakukan selama ini semuanya tidak berjalan maksimal, hanya menghamburkan uang rakyat," kata Mundung. (cha/djo)
"Tidak benar kebakaran lahan yang terjadi sekarang ini karena sengaja dibakar. Tapi api muncul karena ketidak sengajaan warga yang membakar sampah. Nah, percikan bunga api dari sampah ini terbawa angin yang selanjutnya menjalar ketempat lain. Jadi kebakaran bukan unsur kesengajaan," kata Wakil Gubernur Riau, R Mambang Mit dalam jumpa pers, Rabu (18/02/2009) di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Riau, Jl Sudirman, Pekanbaru.
Dia menjelaskan kawasan hutan dan lahan yang sekarang terbakar, sebagian besar merupakan lahan yang tidak bertuan. Misalnya, lahan eks HPH yang sudah lama tidak dikelola lagi. Di samping itu ada lahan semak belukar yang tidak terjaga karena tidak ada pemiliknya.
"Jadi lahan seperti itulah yang terbakar saat ini. Dan kebakaran itu bukan disengaja. Api yang menjalar di sana, hanya rembetan dari pembakaran sampah yang dilakukan warga," kata Mambang.
Menurutnya, dari inventarisir yang dilakukan selama ini, ada 224 desa dari 1602 jumlah desa di Riau yang saban tahun menjadi langganan kebakaran lahan. Di lahan desa itulah setiap musim kemarau selalu saja terjadi kebakaran.
"Agar tidak terjadi kebakaran lahan lagi, nantinya lahan-lahan tanpa pemilik itu akan kita manfaatkan untuk dijadikan lahan perkebunan, pertanian. Dengan demikian lahan itu ada pemiliknya dan tidak mungkin terbakar lagi karena sudah ada yang menjaga lahan tersebut," kata Mambang Mit yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau.
Namun keterangan orang nomor dua di Riau ini, dianggap Direktur Walhi Riau, Johny s Mungdung tidak masuk akal. Menurutnya, kebakaran lahan dan hutan selama ini justru disengaja untuk pembukaan perkebunan sawit baik milik warga maupun milik perusahaan.
"Kalau Pemprov Riau menyebut tidak disengaja, itu jelas jawaban konyol. Anak kecil juga tahu, hutan terbakar di Riau ini karena disengaja untuk membuka perkebunan dan perladangan," kata Mundung.
Data Walhi menunjukan, bahwa lahan yang teebakar di Riau itu selalu berada di lokasi yang sama. Itu artinya ada unsur kesengajaan yang dilakukan warga atau perusahaan. Pembakaran lahan ini merupakan cara paling mudah dalam membuka perkebunan. Dan tidak perlu mengeluarkan dana untuk pembersihan lahan.
"Saban tahun dana APBD Riau dialokasikan untuk dana pemadaman. Itu artinya pemerintah sudah mengetahui bakal ada kebakaran lahan setiap tahunnya. Kalau begitu berartikan kawasan itu sengaja dibakar," kata Mundung.
Kebakaran laha dan hutan ini, kata Mundung, merupakan proyek tahunan yang dilakukan Pemprov Riau. Sebab, dana yang dikucurkan menelan dana miliaran rupiah Untuk pemadaman api.
"Karena sudah tahu akan terjadi kebakaran hutan itu, makanya dana pemadaman disediakan. Itukan bukti kuat kebakaran sengaja dilakukan," tuding Johny.
Menurut Mundung, bukan pemadaman api yang sebenarnya yang paling dibutuhkan, melainkan pencegahan. "Semestinya pencegahan yang harus kita dahulukan. Pemadaman api yang dilakukan selama ini semuanya tidak berjalan maksimal, hanya menghamburkan uang rakyat," kata Mundung. (cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 17:07 WIB
Orang-orang Anas Diisukan Mulai Digeser dari DPP PD
-
Jumat, 10/02/2012 17:04 WIB
Patrialis: Jangan Salah Gunakan Kartu Akses Kemenkum HAM
-
Jumat, 10/02/2012 16:54 WIB
Izin Terbang Pilot Junkies Akan Dicabut Selamanya
-
Jumat, 10/02/2012 16:37 WIB
Setahun Lolos dari Sergapan, Maling Mobil Dibekuk Saat Terlelap Tidur
-
Jumat, 10/02/2012 16:33 WIB
Ini Dia Awal Kisah Komisi III Punya Akses Khusus ke Penjara
-
Jumat, 10/02/2012 16:33 WIB
Ini Dia Awal Kisah Komisi III Punya Akses Khusus ke Penjara
-
Jumat, 10/02/2012 11:36 WIB
Video Pelayan KFC Malaysia Pukul Pelanggan Beredar Luas
-
Jumat, 10/02/2012 16:17 WIB
Hujan Es & Angin Kencang di Depok, 2 Pohon Tumbang
-
Jumat, 10/02/2012 16:11 WIB
Coreng Citra PD, Nasir Terancam Sanksi Keras
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

