Ayah Merokok, Anak Bisa Putus Sekolah
Jumat, 27/02/2009 00:47 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Merokok itu bak cinta buta. Tak peduli kantong sudah kering, rokok tetap barang wajib untuk dibeli. Sifat candu inilah yang membebani rumah tangga miskin yang sudah kembang kempis memenuhi kebutuhan pokok.
Beban rumah tangga yang semakin berat karena rokok ini diungkapkan Subardi (52 tahun), seorang sopir kopaja. Subardi mengakui pendapatannya per hari sebesar Rp 50 ribu, separuhnya digunakan untuk rokok.
Per harinya, Subardi menghisap 3 bungkus rokok sejak 30 tahun lalu.
"Saya menyesal karena akibat merokok anak saya yang nomor 3 putus sekolah menengah pertama akibat kurang biaya," kata ayah empat anak ini memberikan kesaksian dalam diskusi 'Beban konsumsi rokok pada rumah tangga termiskin' di Mario's Place, Menteng Huis, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2009).
Subardi mengaku belum berani untuk berhenti merokok. Namun dirinya berjanji
sedikit demi sedikit akan mengurangi kecanduannya terhadap rokok.
"Mulai hari ini saya akan kurangi, apakah dengan makan permen atau apalah,"
kata Subardi sambil tersenyum.
Sementara peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Ayke Soraya Kiting prihatin melihat fenomena rumah tangga miskin yang terbebani dengan rokok.
"Sudah miskin merokok lagi," ujar Ayke.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2006, 6 dari 10 rumah
tangga Indonesia atau sekitar 35,1 juta rumah tangga mempunyai pengeluaran untuk rokok.
"Rumah tangga perokok mengeluarkan biaya untuk tembakau dan sirih sebesar Rp 117.624 per bulan atau sebesar 9,29 persen dari seluruh pengeluaran rumah tangga," papar Ayke.
Sedangkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2007 menunjukan, bahwa rata-rata jumlah rokok per hari yang dihisap perokok di desa sebanyak 11 batang. Sedangkan perokok di kota menghabiskan 12 batang.
"Yang mengejutkan adalah rata-rata jumlah rokok yang dihisap oleh perempuan
mengalami kenaikan yang yang cukup tajam dari 10 batang per hari pada 2004
menjadi 16 batang per hari pada 2007," imbuhnya. (mpr/nwk)
Beban rumah tangga yang semakin berat karena rokok ini diungkapkan Subardi (52 tahun), seorang sopir kopaja. Subardi mengakui pendapatannya per hari sebesar Rp 50 ribu, separuhnya digunakan untuk rokok.
Per harinya, Subardi menghisap 3 bungkus rokok sejak 30 tahun lalu.
"Saya menyesal karena akibat merokok anak saya yang nomor 3 putus sekolah menengah pertama akibat kurang biaya," kata ayah empat anak ini memberikan kesaksian dalam diskusi 'Beban konsumsi rokok pada rumah tangga termiskin' di Mario's Place, Menteng Huis, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Kamis (26/2/2009).
Subardi mengaku belum berani untuk berhenti merokok. Namun dirinya berjanji
sedikit demi sedikit akan mengurangi kecanduannya terhadap rokok.
"Mulai hari ini saya akan kurangi, apakah dengan makan permen atau apalah,"
kata Subardi sambil tersenyum.
Sementara peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Ayke Soraya Kiting prihatin melihat fenomena rumah tangga miskin yang terbebani dengan rokok.
"Sudah miskin merokok lagi," ujar Ayke.
Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2006, 6 dari 10 rumah
tangga Indonesia atau sekitar 35,1 juta rumah tangga mempunyai pengeluaran untuk rokok.
"Rumah tangga perokok mengeluarkan biaya untuk tembakau dan sirih sebesar Rp 117.624 per bulan atau sebesar 9,29 persen dari seluruh pengeluaran rumah tangga," papar Ayke.
Sedangkan berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Departemen Kesehatan (Depkes) tahun 2007 menunjukan, bahwa rata-rata jumlah rokok per hari yang dihisap perokok di desa sebanyak 11 batang. Sedangkan perokok di kota menghabiskan 12 batang.
"Yang mengejutkan adalah rata-rata jumlah rokok yang dihisap oleh perempuan
mengalami kenaikan yang yang cukup tajam dari 10 batang per hari pada 2004
menjadi 16 batang per hari pada 2007," imbuhnya. (mpr/nwk)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 00:52 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Jalur ke Arah Puncak dari Jakarta Ditutup untuk Kepentingan Evakuasi
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Sabtu, 11/02/2012 00:05 WIB
Korban Luka Kecelakaan Cisarua 47 Orang, Semua Dirujuk ke RS PMI Bogor
-
Jumat, 10/02/2012 23:52 WIB
RS PMI Bogor Rawat 7 Korban Luka Kecelakaan Maut
-
Jumat, 10/02/2012 23:29 WIB
Kecelakaan Maut di Puncak
Korban Luka di RS Paru Cisarua Kebanyakan Patah Tulang
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

