Tusuk Profesor di Singapura
Penusukan Dilatarbelakangi Isu Pemutusan Beasiswa
Senin, 02/03/2009 22:55 WIB
Foto: Reuters
Terkait
Jakarta -
David Hartanto menusuk profesor pembimbingnya Chan Kap Luk di Nanyang University, Singapura dan kemudian melakukan aksi bunuh diri. Motifnya diduga terkait isu mengenai pemutusan beasiswa.
"Diduga ini miskomunikasi, karena isu bahwa beasiswa dihentikan. Ini sangat disayangkan, sangat disayangkan," kata Pejabat Protokol Konselor KBRI Singapura Djatmiko saat dihubungi melalui sambungan telepon internasional, Senin (2/3/2009).
Peristiwa ini, di lingkungan kampus Nanyang University menurut pihak kampus merupakan peristiwa pertama yang terjadi.
"Mereka semua menyesalkan, ini sudah tahun terakhir. April nanti ujian dan Juli pengukuhan kelulusan, jadi tinggal beberapa bulan lagi," tambah Djatmiko.
Menurutnya, penusukan yang dilakukan pun ditengarai salah orang, karena yang menghentikan beasiswa bukan profesor yang dia tikam.
"Dosen-dosen tidak mengerti kenapa ini terjadi, cuma memang ada pendapat sebetulnya dia salah orang. Kalau profesor ini tidak ada masalah, dia bukan penentu kebijakan dan bukan yang mengeluarkan keputusan penghentian beasiswa. Ya kata staf-staf di sini sepertinya salah orang," urai Djatmiko.
Memang tahun ini adalah tahun terakhir beasiswa, dan David seperti orang bingung. "Padahal semuanya, bila beasiswa dihentikan bisa sambil kerja, tidak ada masalah. Ya diduga ini miskomunikasi," tutup Djatmiko. (ndr/rdf)
"Diduga ini miskomunikasi, karena isu bahwa beasiswa dihentikan. Ini sangat disayangkan, sangat disayangkan," kata Pejabat Protokol Konselor KBRI Singapura Djatmiko saat dihubungi melalui sambungan telepon internasional, Senin (2/3/2009).
Peristiwa ini, di lingkungan kampus Nanyang University menurut pihak kampus merupakan peristiwa pertama yang terjadi.
"Mereka semua menyesalkan, ini sudah tahun terakhir. April nanti ujian dan Juli pengukuhan kelulusan, jadi tinggal beberapa bulan lagi," tambah Djatmiko.
Menurutnya, penusukan yang dilakukan pun ditengarai salah orang, karena yang menghentikan beasiswa bukan profesor yang dia tikam.
"Dosen-dosen tidak mengerti kenapa ini terjadi, cuma memang ada pendapat sebetulnya dia salah orang. Kalau profesor ini tidak ada masalah, dia bukan penentu kebijakan dan bukan yang mengeluarkan keputusan penghentian beasiswa. Ya kata staf-staf di sini sepertinya salah orang," urai Djatmiko.
Memang tahun ini adalah tahun terakhir beasiswa, dan David seperti orang bingung. "Padahal semuanya, bila beasiswa dihentikan bisa sambil kerja, tidak ada masalah. Ya diduga ini miskomunikasi," tutup Djatmiko. (ndr/rdf)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 09/02/2012 22:31 WIB
MUI Sumsel Larang Perayaan Valentine's Day
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
Kamis, 09/02/2012 20:37 WIB
Pansel KPU-Bawaslu: Data Seleksi Sifatnya Rahasia
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 20:21 WIB
Ditanya Money Politics Kongres Demokrat, Ketua DPC Dumai Bingung
-
Kamis, 09/02/2012 21:28 WIB
Tabrak Mobil Walikota Depok, Pemotor Tak Dipolisikan
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Kamis, 09/02/2012 21:24 WIB
Braak! Mobil Walikota Depok Ditabrak Pemotor
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 857.000
- Rp 1,408.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message

---125x125.gif)
.gif)

