Dibolehkan MK
Quick Count Diprediksi Tak Bisa Diumumkan Pada Hari H Pemilu
Selasa, 31/03/2009 11:32 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta -
Mahkamah Konstitusi (MK) memperbolehkan pengumuman quick count saat hari H pemilu. Namun meski diperbolehkan, lembaga survei justru diprediksi tidak bisa mengumumkan hasil pemilu pada hari H pencontrengan.
"Saya perkirakan nggak akan mampu atau nggak akan berani kalau hasilnya belum stabil. Penghitungan suara ini bisa sampai malam. Belum lagi sampel yang tersebar di daerah yang sulit, itu sampel yang baik. Kecuali kalau ambilnya di daerah yang gampang," kata Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro) Hadar Nafis Gumay saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/3/2009).
Hadar sebenarnya menyambut positif putusan MK yang mengabulkan pengumuman survei saat hari tenang dan quick count saat pemilu berguna bagi pemilih maupun yang dipilih.
Survei bisa menjadi pendidikan bagi pemilih, sekaligus mengetahui gambaran pemilih bagi politisi. "Dalam politik adalah hal yang penting ada survei-survei. Bagaimana seorang politisi mau bergerak kalau tidak ada survei? Bagaimana pemimpin mendapatkan gambaran tentang pemilihnya?" ujar
Hadar mengatakan, survei itu layak dipercaya dengan beberapa syarat. Pertama lembaga survei harus melaporkan metode surveinya kepada masyarakat dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Mereka (lembaga survei) harus menjelaskan ini bukan hasil pemilu sesungguhnya. Hanya gambaran, prediksi," imbuhnya.
Dia menambahkan survei ini bisa menjadi pendidikan untuk pemilih. Mengenai apakah masyarakat akan terpengaruh hasil survei atau tidak, dia mengatakan,"Percayakan saja pada masyarakat".
(nwk/iy)
"Saya perkirakan nggak akan mampu atau nggak akan berani kalau hasilnya belum stabil. Penghitungan suara ini bisa sampai malam. Belum lagi sampel yang tersebar di daerah yang sulit, itu sampel yang baik. Kecuali kalau ambilnya di daerah yang gampang," kata Direktur Eksekutif Center for Electoral Reform (Cetro) Hadar Nafis Gumay saat berbincang dengan detikcom, Selasa (31/3/2009).
Hadar sebenarnya menyambut positif putusan MK yang mengabulkan pengumuman survei saat hari tenang dan quick count saat pemilu berguna bagi pemilih maupun yang dipilih.
Survei bisa menjadi pendidikan bagi pemilih, sekaligus mengetahui gambaran pemilih bagi politisi. "Dalam politik adalah hal yang penting ada survei-survei. Bagaimana seorang politisi mau bergerak kalau tidak ada survei? Bagaimana pemimpin mendapatkan gambaran tentang pemilihnya?" ujar
Hadar mengatakan, survei itu layak dipercaya dengan beberapa syarat. Pertama lembaga survei harus melaporkan metode surveinya kepada masyarakat dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Mereka (lembaga survei) harus menjelaskan ini bukan hasil pemilu sesungguhnya. Hanya gambaran, prediksi," imbuhnya.
Dia menambahkan survei ini bisa menjadi pendidikan untuk pemilih. Mengenai apakah masyarakat akan terpengaruh hasil survei atau tidak, dia mengatakan,"Percayakan saja pada masyarakat".
(nwk/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:30 WIB
Harakiri Ala Demokrat
-
488 Komentar
-
435 Komentar
-
372 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

