Golkar Sudah Tradisi Memerintah, Kecil Kemungkinan Jadi Oposisi
Sabtu, 11/04/2009 15:48 WIB
Jakarta -
Sejak zaman Orde Baru (Orba) hingga pasca reformasi, Partai Golongan Karya (Golkar) selalu berada di lingkaran kekuasaan. Karena memerintah sudah menjadi tradisi, maka kecil kemungkinan Golkar menjadi oposisi.
"Golkar memiliki tradisi berada di lingkaran kekuasaan seperti di eksekutif dan legislatif. Menjadi partai oposisi akan mengancam posisi strategis (Golkar)," ujar pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Daniel Sparingga.
Daniel menyampaikan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/4/2009).
Menurutnya banyak halangan dari internal Golkar sendiri bila Golkar menjadi oposisi.
"Akan ada dorongan yang sangat kuat dari dalam Golkar. Sedapat mungkin mereka bisa termasuk dalam kekuasaan," imbuh dia.
Lagi pula, oposisi merupakan tradisi baru bagi Golkar. Golkar harus bersusah payah mempersiapkan diri bila menjadi oposisi yang dipilih.
"Di dalam Golkar sendiri taruhannya, karena itu (menjadi oposisi) membutuhkan energi yang banyak," katanya.
Kalah karena Eksternal
Daniel menambahkan, suara Golkar yang turun pada Pileg 9 April, lebih disebabkan faktor eksternal dibanding dengan kondisi internal Golkar.
"Munculnya partai berbasis nasionalis yang membawa suara perubahan seperti Demokrat, Gerindra dan Hanura. Andaikan sistem pemilu tidak selonggar itu, partai-partai itu tak akan ada," tandas Daniel.
(nrl/nrl)
"Golkar memiliki tradisi berada di lingkaran kekuasaan seperti di eksekutif dan legislatif. Menjadi partai oposisi akan mengancam posisi strategis (Golkar)," ujar pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) Daniel Sparingga.
Daniel menyampaikan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (11/4/2009).
Menurutnya banyak halangan dari internal Golkar sendiri bila Golkar menjadi oposisi.
"Akan ada dorongan yang sangat kuat dari dalam Golkar. Sedapat mungkin mereka bisa termasuk dalam kekuasaan," imbuh dia.
Lagi pula, oposisi merupakan tradisi baru bagi Golkar. Golkar harus bersusah payah mempersiapkan diri bila menjadi oposisi yang dipilih.
"Di dalam Golkar sendiri taruhannya, karena itu (menjadi oposisi) membutuhkan energi yang banyak," katanya.
Kalah karena Eksternal
Daniel menambahkan, suara Golkar yang turun pada Pileg 9 April, lebih disebabkan faktor eksternal dibanding dengan kondisi internal Golkar.
"Munculnya partai berbasis nasionalis yang membawa suara perubahan seperti Demokrat, Gerindra dan Hanura. Andaikan sistem pemilu tidak selonggar itu, partai-partai itu tak akan ada," tandas Daniel.
(nrl/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:30 WIB
Harakiri Ala Demokrat
-
505 Komentar
-
437 Komentar
-
374 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

