Ribuan Petani Sumut Ancam Boikot Pilpres
Rabu, 29/04/2009 15:47 WIB
Medan -
Ribuan petani di Sumatera Utara (Sumut) mengancam memboikot pelaksanaan Pilpres jika sejumlah persoalan petani tidak kunjung diselesaikan. Ancaman itu disampaikan dalam aksi unjuk rasa ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara (Sumut), Jl. Brigjen Katamso, Medan, Rabu (29/4/2009).
Para petani tersebut menamakan diri Komite Pimpinan Wlayah Serikat Tani Nasional Politik Rakyat Miskin Sumatera Utara (KPW STN PRM Sumut). Mereka mendesak pemerintah untuk mendengarkan aspirasi mereka tentang pembebasan lahan rakyat di Sumut .
"Kami kecewa dengan BPN Sumut dan BPN di Jakarta karena tak satupun persoalan tanah di Sumut diselesaikan, padahal operasi tuntas sengketa lahan sudah dilakukan dua tahun lalu," kata Mangiring P Sinaga, koordinator aksi tersebut.
Kekecewaan ini, kata Sinaga, sudah sering kali terjadi dan mereka sudah jenuh. Sebab itu, jika permintaan mereka tidak direalisasikan, maka petani tidak akan memberikan suara dalam Pilpres mendatang.
Para petani yang berunjuk rasa ini, berasal dari tiga kabupaten di Sumut ini dilakukan dengan ber-long march dari Lapangan Merdeka, Medan. Ketiga daerah itu merupakan pusat persoalan tanah di Sumut, yakni Kabupaten Ssahan, Labuhan Batu dan Deli Serdang. Total lahan bermasalah di daerah ini sekitar 360 hektar.
Dalam pernyataan sikapnya para petani meminta penyelesaian sengketa lahan dan minta pengembalian tanah rakyat sesuai amanat UUD 1945 dan UU Pokok Agraria No 5 Tahun 1960.
(rul/djo)
Para petani tersebut menamakan diri Komite Pimpinan Wlayah Serikat Tani Nasional Politik Rakyat Miskin Sumatera Utara (KPW STN PRM Sumut). Mereka mendesak pemerintah untuk mendengarkan aspirasi mereka tentang pembebasan lahan rakyat di Sumut .
"Kami kecewa dengan BPN Sumut dan BPN di Jakarta karena tak satupun persoalan tanah di Sumut diselesaikan, padahal operasi tuntas sengketa lahan sudah dilakukan dua tahun lalu," kata Mangiring P Sinaga, koordinator aksi tersebut.
Kekecewaan ini, kata Sinaga, sudah sering kali terjadi dan mereka sudah jenuh. Sebab itu, jika permintaan mereka tidak direalisasikan, maka petani tidak akan memberikan suara dalam Pilpres mendatang.
Para petani yang berunjuk rasa ini, berasal dari tiga kabupaten di Sumut ini dilakukan dengan ber-long march dari Lapangan Merdeka, Medan. Ketiga daerah itu merupakan pusat persoalan tanah di Sumut, yakni Kabupaten Ssahan, Labuhan Batu dan Deli Serdang. Total lahan bermasalah di daerah ini sekitar 360 hektar.
Dalam pernyataan sikapnya para petani meminta penyelesaian sengketa lahan dan minta pengembalian tanah rakyat sesuai amanat UUD 1945 dan UU Pokok Agraria No 5 Tahun 1960.
(rul/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita Ā»
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Jumat, 10/02/2012 22:57 WIB
Kronologi Kecelakaan Bus Maut di Puncak Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 00:15 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Misterius, Diduga Terjepit
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 23:13 WIB
Korban Tewas Kecelakaan Maut Bertambah Jadi 14 Orang
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
159 Komentar
Lapsus
Index Ā»
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

