SBY, Cawapres & Goro-goro
Kamis, 14/05/2009 10:21 WIB
Jakarta -
SBY akan mengambil Boediono sebagai pendamping. Gubernur Bank Indonesia (BI) itu dianggap tepat menjadi cawapres. Dia hebat ‘hitung-menghitung’, bersih, dan berasal dari profesional. Boediono, di tengah banyaknya cawapres yang diajukan partai politik klan koalisi, memang merupakan jawaban yang pas. Namun apa benar begitu?
Kalau diamati, nama Boediono muncul melalui proses seleksi ‘bumi hangus’ partai politik mitra koalisi. Itu karena PKS mengajukan Hidayat Nur Wahid untuk posisi cawapres, PAN ‘versi Amien Rais’ memajukan Hatta Rajasa, dan PKB menampilkan Muhaimin Iskandar. Uniknya, ketiganya dianggap tidak ideal. Itu karena semua menyimpan masalah. Masalah internal !
Sedang Partai Golkar pasca ‘perceraian’ SBY dengan JK, membuka ruang bagi Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie memajukan diri sebagai cawapres SBY. Ini sampai detik terakhir masih menyisakan Akbar Tandjung, dikocok bersama Boediono, Hatta Rajasa, dan Hidayat Nur Wahid.
Namun di last minutes ternyata pilihan jatuh ke Boediono. Pilihan moderat, agar tidak ‘menyakiti’ partai yang berkoalisi. Kabar yang hampir pasti itu menurut rencana dideklarasikan hari Jumat. Hari yang bakal terbuka goro-goro. Keributan panjang sampai masa contrengan pilihan presiden tiba.
Politik bukanlah matematika. Satu tambah satu sama dengan dua. Politik itu cara, seni kalkulasi. Kalau diangkakan mirip rumus toto gelap (togel). Angka pasti menjadi tidak pasti, tapi yang tidak pasti berubah jadi pasti. Itu karena ada angka mistik, angka penjumlahan, juga angka setan.
Boediono adalah angka pasti. Dia hebat dalam bidang ekonomi. Akurasi hitungan sangat jempolan. Dia bersih dari rumor pat-gulipat uang. Dan tidak banyak omong dalam berbagai persoalan. Dia memang figur bagus dari sisi bibit, bobot dan bebet. Bersih, loyal, teguh pendirian, sehingga ‘ya’ dan ‘tidak’ menjadi terang benderang di tangan dia. Bukan abu-abu.
Bagi bangsa ini, Boediono adalah salah satu aset langka. Dia bak Baharudin Lopa. Dan bagi saya tidak jauh dengan Sri Mulyani, Kapolri lama dan Kapolri kini, juga Hendarman Supanji. Tapi tokoh macam itu tidak bisa disamakan dengan sosok idaman untuk jabatan pucuk pimpinan. Sebab mereka bukan ‘pemain’. Mereka rentan digoyang dan ‘didiskreditkan’.
Karakter SBY sebenarnya tidaklah jauh dari Boediono. Karakter macam ini selain idealistis, juga punya kelemahan yang mendasar. Gampang diseret dalam polemik murahan dan kuping tipis. Disindir menyindir, dipancing terpancing. Hanya karena kebijakan politiknya bermanfaat bagi rakyat dan didampingi JK yang 'nyinyir', maka ‘kelemahan’ SBY tertutup dan tampil sebagai sosok yang diidolakan.
Namun jika SBY didampingi tokoh yang berkarakter sama, maka bukan kekuatan yang kelak akan tampil. Justru ‘kebaikan’ keduanya bakal melahirkan ketidakbaikan. Sebab bak main bola, keduanya akan defensif menghadapi serbuan dari lawan-lawan politiknya, terutama di parlemen. Tidak ada counter attack yang bisa dilakukan. Kalaulah ada, maka itu cenderung menyulut situasi yang chaostis.
Kenapa begitu? Karena iklim politik negeri ini masih hantam kromo. Rumor dan fitnah dianggap biasa. Intrik dan sindir-menyindir dianggap lumrah. Itu pula mengapa politik devide et impera gampang dirancang dan didistribusikan, karena kepentingannya mudah dicerna, money oriented.
Memang betul, gandeng siapa saja SBY diprediksi bakal menang. Tapi kemenangan itu rasanya bakal sangat menyakitkan jika segala kebijakan nanti terlalu dikritisi. Diteror dan dinegasikan.
Menurut saya, harusnya bukan Boediono yang diambil. Sosok yang paling cocok untuk menghadapi situasi ke depan adalah Akbar Tandjung. Tokoh ini mampu masuk ke berbagai lini, dan punya kekuatan untuk memecah suara Golkar. Dia bisa jadi martir agar dacin pemerintahan yang diramal bakal terus-terusan digoyang berjalan seimbang.
Benarkah SBY bakal pilih Boediono untuk pendamping? Kalau iya, mari kita lihat sama-sama, seberapa kekuatan SBY dan Partai Demokrat dalam menghadapi ‘teror parlemen’ jika kelak betul menang.
*Djoko Suud: pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.
(iy/iy)
Kalau diamati, nama Boediono muncul melalui proses seleksi ‘bumi hangus’ partai politik mitra koalisi. Itu karena PKS mengajukan Hidayat Nur Wahid untuk posisi cawapres, PAN ‘versi Amien Rais’ memajukan Hatta Rajasa, dan PKB menampilkan Muhaimin Iskandar. Uniknya, ketiganya dianggap tidak ideal. Itu karena semua menyimpan masalah. Masalah internal !
Sedang Partai Golkar pasca ‘perceraian’ SBY dengan JK, membuka ruang bagi Akbar Tandjung dan Aburizal Bakrie memajukan diri sebagai cawapres SBY. Ini sampai detik terakhir masih menyisakan Akbar Tandjung, dikocok bersama Boediono, Hatta Rajasa, dan Hidayat Nur Wahid.
Namun di last minutes ternyata pilihan jatuh ke Boediono. Pilihan moderat, agar tidak ‘menyakiti’ partai yang berkoalisi. Kabar yang hampir pasti itu menurut rencana dideklarasikan hari Jumat. Hari yang bakal terbuka goro-goro. Keributan panjang sampai masa contrengan pilihan presiden tiba.
Politik bukanlah matematika. Satu tambah satu sama dengan dua. Politik itu cara, seni kalkulasi. Kalau diangkakan mirip rumus toto gelap (togel). Angka pasti menjadi tidak pasti, tapi yang tidak pasti berubah jadi pasti. Itu karena ada angka mistik, angka penjumlahan, juga angka setan.
Boediono adalah angka pasti. Dia hebat dalam bidang ekonomi. Akurasi hitungan sangat jempolan. Dia bersih dari rumor pat-gulipat uang. Dan tidak banyak omong dalam berbagai persoalan. Dia memang figur bagus dari sisi bibit, bobot dan bebet. Bersih, loyal, teguh pendirian, sehingga ‘ya’ dan ‘tidak’ menjadi terang benderang di tangan dia. Bukan abu-abu.
Bagi bangsa ini, Boediono adalah salah satu aset langka. Dia bak Baharudin Lopa. Dan bagi saya tidak jauh dengan Sri Mulyani, Kapolri lama dan Kapolri kini, juga Hendarman Supanji. Tapi tokoh macam itu tidak bisa disamakan dengan sosok idaman untuk jabatan pucuk pimpinan. Sebab mereka bukan ‘pemain’. Mereka rentan digoyang dan ‘didiskreditkan’.
Karakter SBY sebenarnya tidaklah jauh dari Boediono. Karakter macam ini selain idealistis, juga punya kelemahan yang mendasar. Gampang diseret dalam polemik murahan dan kuping tipis. Disindir menyindir, dipancing terpancing. Hanya karena kebijakan politiknya bermanfaat bagi rakyat dan didampingi JK yang 'nyinyir', maka ‘kelemahan’ SBY tertutup dan tampil sebagai sosok yang diidolakan.
Namun jika SBY didampingi tokoh yang berkarakter sama, maka bukan kekuatan yang kelak akan tampil. Justru ‘kebaikan’ keduanya bakal melahirkan ketidakbaikan. Sebab bak main bola, keduanya akan defensif menghadapi serbuan dari lawan-lawan politiknya, terutama di parlemen. Tidak ada counter attack yang bisa dilakukan. Kalaulah ada, maka itu cenderung menyulut situasi yang chaostis.
Kenapa begitu? Karena iklim politik negeri ini masih hantam kromo. Rumor dan fitnah dianggap biasa. Intrik dan sindir-menyindir dianggap lumrah. Itu pula mengapa politik devide et impera gampang dirancang dan didistribusikan, karena kepentingannya mudah dicerna, money oriented.
Memang betul, gandeng siapa saja SBY diprediksi bakal menang. Tapi kemenangan itu rasanya bakal sangat menyakitkan jika segala kebijakan nanti terlalu dikritisi. Diteror dan dinegasikan.
Menurut saya, harusnya bukan Boediono yang diambil. Sosok yang paling cocok untuk menghadapi situasi ke depan adalah Akbar Tandjung. Tokoh ini mampu masuk ke berbagai lini, dan punya kekuatan untuk memecah suara Golkar. Dia bisa jadi martir agar dacin pemerintahan yang diramal bakal terus-terusan digoyang berjalan seimbang.
Benarkah SBY bakal pilih Boediono untuk pendamping? Kalau iya, mari kita lihat sama-sama, seberapa kekuatan SBY dan Partai Demokrat dalam menghadapi ‘teror parlemen’ jika kelak betul menang.
*Djoko Suud: pemerhati budaya, tinggal di Jakarta.
(iy/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
KolomTerbaru
Indeks Kolom »
-
Jumat, 10/02/2012 13:27 WIB
Catatan Agus Pambagio
BRTI, Apa Kabar Pulsa Saya?
-
Senin, 06/02/2012 19:23 WIB
Kolom
Bangsa ini Saatnya Meneladani Kejujuran Nabi Muhammad SAW
-
Selasa, 31/01/2012 10:21 WIB
Kolom
Siapapun Ketuanya, Ibas Tetap Sekjen
-
Senin, 30/01/2012 09:42 WIB
Catatan Agus Pambagio
Politisasi Pencurian Pulsa
-
Senin, 30/01/2012 08:55 WIB
Amuk Massa di Bima Harus Dicegah Tidak Terulang
-
Minggu, 12/02/2012 15:16 WIB
Kecelakaan Angkot di KM 27 Jagorawi, 12 Orang Luka-luka
-
Minggu, 12/02/2012 15:32 WIB
DPRD Bali Desak KPK Usut RS Unud karena Diduga Terkait Nazaruddin
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
Minggu, 12/02/2012 12:49 WIB
Polisi: Bentrokan di Bali Melibatkan Dua Ormas Besar
-
578 Komentar
-
459 Komentar
-
375 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

