Boediono Bantah Penganut Neoliberalisme
Jumat, 15/05/2009 20:48 WIB
Foto: dok Detikcom
Bandung -
Banyak kalangan menuding Boediono sebagai penganut konsep neoliberalisme yang berujung pada kebebasan pasar. Untuk pertama kalinya, Boediono dengan halus dan lugas menampik tudingan tersebut dengan menegaskan Indonesia masih butuh peran negara.
Dalam pidatonya di acara deklarasi cawapres SBY, Boediono menjelaskan, ekonomi Indonesia tidak bisa hanya didasari pada perilaku pasar bebas. Mengembangkan ekonomi di Indonesia saat ini masih butuh peran pemerintah.
"Butuh peran negara, tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pasar bebas. Selalu diperlukan intervensi dengan aturan main yang jelas dan adil, untuk itu perlu lembaga pelaksana yang efektif. Itu yang harus dilakukan negara," kata dia di Sabuga, Bandung, Jumat (15/5/2009) malam.
Meskipun peran negara masih dibutuhkan, Boediono menegaskan negara juga tidak boleh berperan terlalu jauh karena akan mematikan kreativitas.
"Negara nggak boleh banyak campur tangan karena akan mematikan kreativitas. Tapi tidak boleh tidur juga," katanya.
Untuk itu, pemerintahan yang bersih adalah syarat utama untuk merwujudkan peran negara yang seimbang sehingga bisa jadi teladan dan kepemimpinan.
Ia pun menegaskan bahwa saat ini Indonesia masih harus melawan penjajahan dalam bentuk apa pun. Boediono yakin Indonesia bisa berdiri sendiri, tanpa bergantung pada bangsa lain.
"Kita harus melawan penjajahan dari luar, kita sanggup untuk sendiri. Kita seharusnya bangkit memperbaiki diri, karena kita sanggup," katanya.
Ia pun berjanji bahwa akan bekerja keras untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari keterpurukan sosial selama ini. "Saya janji kerja buat Indonesia lebih sanggup untuk bebaskan masyarakat dari kesewenang-wenangan dan keterpurukan," katanya.
(lih/asy)
Dalam pidatonya di acara deklarasi cawapres SBY, Boediono menjelaskan, ekonomi Indonesia tidak bisa hanya didasari pada perilaku pasar bebas. Mengembangkan ekonomi di Indonesia saat ini masih butuh peran pemerintah.
"Butuh peran negara, tidak bisa sepenuhnya diserahkan ke pasar bebas. Selalu diperlukan intervensi dengan aturan main yang jelas dan adil, untuk itu perlu lembaga pelaksana yang efektif. Itu yang harus dilakukan negara," kata dia di Sabuga, Bandung, Jumat (15/5/2009) malam.
Meskipun peran negara masih dibutuhkan, Boediono menegaskan negara juga tidak boleh berperan terlalu jauh karena akan mematikan kreativitas.
"Negara nggak boleh banyak campur tangan karena akan mematikan kreativitas. Tapi tidak boleh tidur juga," katanya.
Untuk itu, pemerintahan yang bersih adalah syarat utama untuk merwujudkan peran negara yang seimbang sehingga bisa jadi teladan dan kepemimpinan.
Ia pun menegaskan bahwa saat ini Indonesia masih harus melawan penjajahan dalam bentuk apa pun. Boediono yakin Indonesia bisa berdiri sendiri, tanpa bergantung pada bangsa lain.
"Kita harus melawan penjajahan dari luar, kita sanggup untuk sendiri. Kita seharusnya bangkit memperbaiki diri, karena kita sanggup," katanya.
Ia pun berjanji bahwa akan bekerja keras untuk membebaskan masyarakat Indonesia dari keterpurukan sosial selama ini. "Saya janji kerja buat Indonesia lebih sanggup untuk bebaskan masyarakat dari kesewenang-wenangan dan keterpurukan," katanya.
(lih/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Minggu, 12/02/2012 01:38 WIB
Biayai Gapura Mapolres dengan Dana Pribadi, Kapolres Kukar Disorot
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
444 Komentar
-
390 Komentar
-
357 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

