Kapal Malaysia Masuk Ambalat
Pengamat: Jangan Kambinghitamkan Masalah Anggaran Pertahanan
Rabu, 27/05/2009 06:03 WIB
Armada Malaysia dari jauh (Mayor Salim)
Jakarta -
Lagi-lagi Kapal militer negeri Jiran, Malaysia masuk ke dalam wilayah perairan Indonesia. Peristiwa seperti ini akan terus terjadi jika pemerintah Indonesia tidak memperhatikan serius masalah anggaran untuk pertahanan. Namun, masalah anggaran ini tidak sertamerta menjadi kambinghitam.
"Selama ini masalah anggaran selalu sebagai tertuduh utama. Padahal banyak variabel lain yang juga menentukan," ujar pengamat militer LIPI Jaleswari Kusumawardhani kepada detikcom, Selasa (26/5/2009) malam.
Sehingga, menurut Jaleswari, variabel-variabel lain seperti rendahnya komitmen politik pertahanan juga dianggap sebagai hal lain yang harus menjadi faktor penyebab sering dilecehkannya kedaulatan bangsa.
"Makanya, presiden terpilih nanti harus konsen dengan masalah ini," pintanya.
Menurutnya, sejak tahun 60-an, pemerintah memang terus menurunkan anggaran pertahanan. Dari 29 persen anggaran pertahanan pada tahun 60-an, saat ini tinggal kurang dari 1 persen. "Ini artinya apa? Bukti ini bicara banyak hal," ungkap Jaleswari.
Dia juga menampik anggapan yang menyatakan jika anggaran pertahanan dinaikkan, maka akan memangkas anggaran lain seperti kebutuhan akan bahan pokok. Menurutnya, semua itu bisa berjalan berdampingan tanpa menafikan satu sama lain.
"Kesalahkaprahan selama ini, selalu benturkan, kalau pertahanan naik yang lain buruk, padahal tidak demikian. Masalah anggaran dan pangan misalnya, adalah sama-sama kebutuhan yang utama," imbuhnya.
(anw/mei)
"Selama ini masalah anggaran selalu sebagai tertuduh utama. Padahal banyak variabel lain yang juga menentukan," ujar pengamat militer LIPI Jaleswari Kusumawardhani kepada detikcom, Selasa (26/5/2009) malam.
Sehingga, menurut Jaleswari, variabel-variabel lain seperti rendahnya komitmen politik pertahanan juga dianggap sebagai hal lain yang harus menjadi faktor penyebab sering dilecehkannya kedaulatan bangsa.
"Makanya, presiden terpilih nanti harus konsen dengan masalah ini," pintanya.
Menurutnya, sejak tahun 60-an, pemerintah memang terus menurunkan anggaran pertahanan. Dari 29 persen anggaran pertahanan pada tahun 60-an, saat ini tinggal kurang dari 1 persen. "Ini artinya apa? Bukti ini bicara banyak hal," ungkap Jaleswari.
Dia juga menampik anggapan yang menyatakan jika anggaran pertahanan dinaikkan, maka akan memangkas anggaran lain seperti kebutuhan akan bahan pokok. Menurutnya, semua itu bisa berjalan berdampingan tanpa menafikan satu sama lain.
"Kesalahkaprahan selama ini, selalu benturkan, kalau pertahanan naik yang lain buruk, padahal tidak demikian. Masalah anggaran dan pangan misalnya, adalah sama-sama kebutuhan yang utama," imbuhnya.
(anw/mei)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 00:44 WIB
Petaka Bus Maut Cisarua, Motor Ketua RT Batu Kasur pun Ikut Ringsek
-
Minggu, 12/02/2012 00:05 WIB
Masih Saksi, Kernet Bus Karunia Bakti Diamankan di Polres Bogor
-
Sabtu, 11/02/2012 23:07 WIB
Banjir Rendam 750 Rumah dan Lahan Tambak di Bangkalan
-
Sabtu, 11/02/2012 22:31 WIB
Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Maut di RS Paru Diambil Keluarga
-
Sabtu, 11/02/2012 22:02 WIB
Kaji Pasal Pembunuhan untuk Sopir Karunia Bakti, Polisi Gelar Perkara
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
401 Komentar
-
337 Komentar
-
329 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

