Naskah Kuno Melayu Indonesia Diboyong ke Malaysia
Selasa, 02/06/2009 15:40 WIB
(Foto: Chaidir A/detikcom)
Pekanbaru -
Banyak masalah yang harus diselesaikan dengan Malaysia selain soal Ambalat dan Manohara. Saat ini sejumlah naskah Melayu kono milik Indonesia sudah beralih tangan ke negara tetangga itu. Namun pemerintah Indonesia tidak ambil peduli soal pemboyongan cagar budaya asli tersebut.
Budayawan Riau, Al Azhar mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/06/2009) di Pekanbaru. Menurut Bang Al, begitu sapaan akrabnya, persoalan pemboyongan naskah kuno Melayu ini sudah berlangsung lama yang dilakukan warga negara Malaysia. Naskah budaya Melayu yang kini justru menjadi milik negara Malaysia itu seperti syair, hikayat, dan puisi yang masih bertuliskan Arab Melayu. Begitu juga naskah kuno Al Quran tulisan tangan yang dilakukan oleh para pujangga di semenanjung pantai timur Sumatera.
"Saat ini naskah kuno yang sudah berpindah tangan itu merupakan cagar budaya milik masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Lepasnya dokumen sejarah soal cagar budaya asli milik bangsa Indonesia ini tidak terlepas dari sikap pemerintah kita yang kurang peduli dengan nilai-nilai sejarah itu sendiri," kata Bang Al yang juga dosen Universitas Islam Riau (UIR) itu.
Bang Al menyebutkan pemboyongan naskah Melayu ini dilakukan baik secara individu maupun dilakukan para mahasiswa asal Malaysia. Mereka dengan sabar mencari naskah kuno yang memiliki sejarah tinggi soal bukti akar budaya Melayu di wilayah Provinsi Kepri.
Sejumlah masyarakat yang memiliki dokumen sejarah seperti tulisan Hikayat yang masih bertuliskan Melayu Arab ditawar bangsa Malaysia dengan harga minimal Rp 300 ringgit atau setara dengan Rp 1 juta. Sementara satu sisi, pihak pustaka Pemprov Kepri sendiri hanya menghargai satu naskah paling mahal hanya Rp200 ribu.
"Ini persoalan serius yang sedang kita hadapi soal dokumen budaya yang kita miliki saat ini. Sampai sekarang bangsa Malaysia terus memburu naskah Melayu kono milik bangsa kita," kata Bang Al.
"Mereka (Malaysia) sangat peduli untuk pengumpulan bukti soal sejarah peradaban Melayu. Dengan demikian, kelak Malaysia bakal menjadi tempat belajar dari seluruh dunia soal bangsa Melayu. Kita selaku pemilik naskah yang sesungguhnya kelak akan belajar ke Malaysia karena memang mereka yang memiliki dokumen itu," sambung pria yang lahir di Kabupaten Rokan Hulu, Riau 47 tahun silam itu.
(cha/asy)
Budayawan Riau, Al Azhar mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Selasa (2/06/2009) di Pekanbaru. Menurut Bang Al, begitu sapaan akrabnya, persoalan pemboyongan naskah kuno Melayu ini sudah berlangsung lama yang dilakukan warga negara Malaysia. Naskah budaya Melayu yang kini justru menjadi milik negara Malaysia itu seperti syair, hikayat, dan puisi yang masih bertuliskan Arab Melayu. Begitu juga naskah kuno Al Quran tulisan tangan yang dilakukan oleh para pujangga di semenanjung pantai timur Sumatera.
"Saat ini naskah kuno yang sudah berpindah tangan itu merupakan cagar budaya milik masyarakat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Lepasnya dokumen sejarah soal cagar budaya asli milik bangsa Indonesia ini tidak terlepas dari sikap pemerintah kita yang kurang peduli dengan nilai-nilai sejarah itu sendiri," kata Bang Al yang juga dosen Universitas Islam Riau (UIR) itu.
Bang Al menyebutkan pemboyongan naskah Melayu ini dilakukan baik secara individu maupun dilakukan para mahasiswa asal Malaysia. Mereka dengan sabar mencari naskah kuno yang memiliki sejarah tinggi soal bukti akar budaya Melayu di wilayah Provinsi Kepri.
Sejumlah masyarakat yang memiliki dokumen sejarah seperti tulisan Hikayat yang masih bertuliskan Melayu Arab ditawar bangsa Malaysia dengan harga minimal Rp 300 ringgit atau setara dengan Rp 1 juta. Sementara satu sisi, pihak pustaka Pemprov Kepri sendiri hanya menghargai satu naskah paling mahal hanya Rp200 ribu.
"Ini persoalan serius yang sedang kita hadapi soal dokumen budaya yang kita miliki saat ini. Sampai sekarang bangsa Malaysia terus memburu naskah Melayu kono milik bangsa kita," kata Bang Al.
"Mereka (Malaysia) sangat peduli untuk pengumpulan bukti soal sejarah peradaban Melayu. Dengan demikian, kelak Malaysia bakal menjadi tempat belajar dari seluruh dunia soal bangsa Melayu. Kita selaku pemilik naskah yang sesungguhnya kelak akan belajar ke Malaysia karena memang mereka yang memiliki dokumen itu," sambung pria yang lahir di Kabupaten Rokan Hulu, Riau 47 tahun silam itu.
(cha/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 15:14 WIB
Menhub: Rem Bus Blong, Bisa Jadi karena Uji Kelayakan Salah
-
Sabtu, 11/02/2012 15:08 WIB
Ruhut: Kunjungan Nasir Bukan Pengawasan, Tapi KKN!
-
Sabtu, 11/02/2012 15:06 WIB
Golkar Godok Lima Calon Cagub DKI, Diumumkan Pekan Depan
-
Sabtu, 11/02/2012 15:02 WIB
Fadel: Saya Tidak Berniat Jadi Cagub DKI Jakarta
-
Sabtu, 11/02/2012 14:59 WIB
Golkar Umumkan Capres Pada Oktober 2012
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
Sabtu, 11/02/2012 14:15 WIB
Warga Sweeping FPI, 2,5 Jam Bandara Palangkaraya Tak Beroperasi
-
Sabtu, 11/02/2012 12:51 WIB
Ditolak di Palangkaraya, 5 Anggota FPI Diturunkan Sriwijaya di Banjarmasin
-
Sabtu, 11/02/2012 10:29 WIB
Miliki Payudara Alami Ukuran 30L, Wanita Inggris Merana
-
229 Komentar
-
191 Komentar
-
177 Komentar
-
160 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

