Warta No. 1
Ray Rangkuti: Pilpres Satu Putaran Berlebihan
Kamis, 04/06/2009 10:46 WIB
Jakarta -
Pihak-pihak yang meyakini pilpres akan berlangsung dalam satu putaran terlalu berlebihan. Hal itu tidak mungkin lantaran tidak ada pasangan yang betul-betul dominan.
Demikian ditegaskan oleh Direktur Lingkar Studi Madani, Ray Rangkuti, di sela-sela diskusi sayap PDI Perjuangan dan Partai Gerindra di Sekretariat Taruna Merah Putih, Jakarta, Rabu (3/6).
Menurut Ray, pasangan SBY-Boediono memang memiliki keuntungan sebagai incumbent. Tetapi, bekal keuntungan yang sama juga dikantongi kandidat lain. JK yang nota bene Wakil Presiden juga maju sebagai capres menggandeng Wiranto. Persaingan akan berlangsung sengit. Ray pun mengingatkan deklarasi pasangan Mega-Prabowo jangan dianggap remeh. "Pasca 1999, lautan manusia di Bantar Gebang, luar biasa," ujar aktivis anti utang ini.
Selain itu, hasil survei juga menunjukkan pergerakan yang mulai tidak mencolok untuk pasangan SBY-Boediono. "Kalau hasil survei masih memposisikan SBY-Boediono tetap 60%, kita layak bertanya-tanya." Seolah-olah, lanjut Ray, hanya SBY-Boediono yang diapresiasi masyarakat. Selain keuntungan sebagai incumbent, pasangan SBY-Boediono berkali-kali harus menghadang isu-isu yang ditujukan kepada mereka. Itu mengganggu gerakan mereka.
Lebih lanjut, Ray mengatakan bahwa SBY terpaksa berkali-kali sibuk menanggapi sejumlah isu. Karenanya, kesempatan untuk fokus berkampanye terganggu. "Itu, sudah terjadi sejak isu Boediono neolib yang dilempar Amien Rais," kata aktivis LSM ini. Apalagi pasca hak angket digulirkan DPR, peta koalisi bergeser. Katanya, "Kita lihat PKS dan PAN tidak bergerak sama sekali." (adv/adv)
Demikian ditegaskan oleh Direktur Lingkar Studi Madani, Ray Rangkuti, di sela-sela diskusi sayap PDI Perjuangan dan Partai Gerindra di Sekretariat Taruna Merah Putih, Jakarta, Rabu (3/6).
Menurut Ray, pasangan SBY-Boediono memang memiliki keuntungan sebagai incumbent. Tetapi, bekal keuntungan yang sama juga dikantongi kandidat lain. JK yang nota bene Wakil Presiden juga maju sebagai capres menggandeng Wiranto. Persaingan akan berlangsung sengit. Ray pun mengingatkan deklarasi pasangan Mega-Prabowo jangan dianggap remeh. "Pasca 1999, lautan manusia di Bantar Gebang, luar biasa," ujar aktivis anti utang ini.
Selain itu, hasil survei juga menunjukkan pergerakan yang mulai tidak mencolok untuk pasangan SBY-Boediono. "Kalau hasil survei masih memposisikan SBY-Boediono tetap 60%, kita layak bertanya-tanya." Seolah-olah, lanjut Ray, hanya SBY-Boediono yang diapresiasi masyarakat. Selain keuntungan sebagai incumbent, pasangan SBY-Boediono berkali-kali harus menghadang isu-isu yang ditujukan kepada mereka. Itu mengganggu gerakan mereka.
Lebih lanjut, Ray mengatakan bahwa SBY terpaksa berkali-kali sibuk menanggapi sejumlah isu. Karenanya, kesempatan untuk fokus berkampanye terganggu. "Itu, sudah terjadi sejak isu Boediono neolib yang dilempar Amien Rais," kata aktivis LSM ini. Apalagi pasca hak angket digulirkan DPR, peta koalisi bergeser. Katanya, "Kita lihat PKS dan PAN tidak bergerak sama sekali." (adv/adv)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 30/12/2011 12:00 WIB
Mudahnya Menggunakan Fitur 'Favoritku' di ATM Mandiri Non Tunai
-
Kamis, 29/12/2011 12:03 WIB
Layanan Favorit Pemenang Mandiri Fiesta
-
Minggu, 12/02/2012 06:42 WIB
3 Kendaraan Terlibat Kecelakaan Beruntun di Tol Jagorawi
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Minggu, 12/02/2012 05:18 WIB
Hakim Artidjo Siap Hukum Mati Koruptor, Bagaimana dengan Ketua MA?
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
446 Komentar
-
400 Komentar
-
360 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message

---125x125.gif)
.gif)


