Alvin Lie: Cinderamata Bagi Anggota DPR Rutin Diberikan
Senin, 08/06/2009 10:47 WIB
Foto: Dok.detikcom
Jakarta -
Menjelang berakhirnya masa jabatan anggota DPR periode 2004-2009, wakil
rakyat akan mendapatkan cinderamata berupa cincin emas. Konon, anggaran untuk
membeli cinderamata tersebut senilai Rp 5 miliar.
Menurut anggota DPR periode 1999-2004 dan terpilih lagi pada 2004-2009, Alvin Lie, pemberian cinderamata tersebut memang hal yang rutin.
"Biasanya itu memang resmi diberi cincin emas. Berapa karatnya, saya tidak
tahu nilai pastinya," kata politisi PAN ini. Berikut wawancara lengkap Alvin Lie dengan detikcom, Senin (8/6/2009):
Anggota Dewan di akhir periode dikabarkan akan mendapatkan cinderamata?
Biasanya memang seperti itu (mendapatkan cinderamata). Dan itu resmi,
biasanya dalam bentuk cincin.
Anda kan sudah terpilih kedua kalinya. Waktu periode sebelumnya anda
mendapatkan cinderamata apa?
Cincin emas. Berapa karatnya saya tidak tahu nilai pastinya. Saya juga
tidak pernah memakainya. Jangankan cincin itu, cincin perkawinan saja saya juga tidak pernah memakainya.
Konon nilai anggaran untuk membiayai pembelian cincin tersebut hingga
mencapai Rp 5 miliar. Anda menilai jumlah tersebut wajar?
Itu wajar-wajar saja asal tidak berlebihan. Ini program yang rutin untuk 550 anggota Dewan. Paling-paling satu anggota Dewan nilainya kurang lebih Rp 10 juta. Dan itu transparan kok dan ada alokasi anggarannya.
Sebagian masyarakat menolak program ini lantaran dianggap menghambur-hamburkan uang rakyat?
Semua ada alokasinya. Kalau semuanya ditolak, kita nggak perlu ada pengawasan terhadap presiden. Toh selama ini kita juga terus melaksanakan kewajiban kita meskipun memang ada kekurangan.
Anggaran untuk seorang presiden saja 1 tahun Rp 200 miliar untuk semua kepentingan presiden seperti perjalanan dinas dan sebagainya. Itu cuma untuk satu orang saja. Jadi masyarakat juga perlu tahu. Kalau selalu tidak perlu begini begitu, anggarannya dibagikan ke rakyat, ya kita juga gak usah bikin UU, gak usah bayar pakar untuk proses bikin UU.
Tapi kinerja DPR kan selama ini dianggap buruk, jadi tak pantas mendapatkan cinderamata seperti itu?
Ini masalah apresiasi saja. Kalau kinerja Dewan tidak bagus memang harus diperbaiki. Tapi kita tidak tinggal diam. Direksi BUMN yang merugi saja dapat bonus gede. Menteri yang kinerjanya tidak jelas dapat cinderamata. Bahkan tidak diketahui oleh publik. (anw/nrl)
rakyat akan mendapatkan cinderamata berupa cincin emas. Konon, anggaran untuk
membeli cinderamata tersebut senilai Rp 5 miliar.
Menurut anggota DPR periode 1999-2004 dan terpilih lagi pada 2004-2009, Alvin Lie, pemberian cinderamata tersebut memang hal yang rutin.
"Biasanya itu memang resmi diberi cincin emas. Berapa karatnya, saya tidak
tahu nilai pastinya," kata politisi PAN ini. Berikut wawancara lengkap Alvin Lie dengan detikcom, Senin (8/6/2009):
Anggota Dewan di akhir periode dikabarkan akan mendapatkan cinderamata?
Biasanya memang seperti itu (mendapatkan cinderamata). Dan itu resmi,
biasanya dalam bentuk cincin.
Anda kan sudah terpilih kedua kalinya. Waktu periode sebelumnya anda
mendapatkan cinderamata apa?
Cincin emas. Berapa karatnya saya tidak tahu nilai pastinya. Saya juga
tidak pernah memakainya. Jangankan cincin itu, cincin perkawinan saja saya juga tidak pernah memakainya.
Konon nilai anggaran untuk membiayai pembelian cincin tersebut hingga
mencapai Rp 5 miliar. Anda menilai jumlah tersebut wajar?
Itu wajar-wajar saja asal tidak berlebihan. Ini program yang rutin untuk 550 anggota Dewan. Paling-paling satu anggota Dewan nilainya kurang lebih Rp 10 juta. Dan itu transparan kok dan ada alokasi anggarannya.
Sebagian masyarakat menolak program ini lantaran dianggap menghambur-hamburkan uang rakyat?
Semua ada alokasinya. Kalau semuanya ditolak, kita nggak perlu ada pengawasan terhadap presiden. Toh selama ini kita juga terus melaksanakan kewajiban kita meskipun memang ada kekurangan.
Anggaran untuk seorang presiden saja 1 tahun Rp 200 miliar untuk semua kepentingan presiden seperti perjalanan dinas dan sebagainya. Itu cuma untuk satu orang saja. Jadi masyarakat juga perlu tahu. Kalau selalu tidak perlu begini begitu, anggarannya dibagikan ke rakyat, ya kita juga gak usah bikin UU, gak usah bayar pakar untuk proses bikin UU.
Tapi kinerja DPR kan selama ini dianggap buruk, jadi tak pantas mendapatkan cinderamata seperti itu?
Ini masalah apresiasi saja. Kalau kinerja Dewan tidak bagus memang harus diperbaiki. Tapi kita tidak tinggal diam. Direksi BUMN yang merugi saja dapat bonus gede. Menteri yang kinerjanya tidak jelas dapat cinderamata. Bahkan tidak diketahui oleh publik. (anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Kamis, 02/02/2012 09:28 WIB
Asrorun Niam: Berkaca Kasus Vita, Waspada Jaringan Eksploitasi Anak
-
Selasa, 31/01/2012 17:54 WIB
Hanta Yuda: PD Harus Gerak Cepat Agar Tak Habis Dimakan Rayap
-
Sabtu, 28/01/2012 08:13 WIB
Anas Urbaningrum: Politik Itu Keras, Harus Siap Lahir Batin
-
Sabtu, 28/01/2012 04:09 WIB
Bupati Garut: Silakan Lakukan Penelitian Harta Karun di Sadahurip
-
Kamis, 26/01/2012 16:37 WIB
Dr Trihono: Angka Kematian Flu Babi Lebih Kecil Daripada Flu Burung
-
Kamis, 09/02/2012 11:23 WIB
Politisi PD Sulut Siap Kembalikan Rp 100 Juta & BB ke Anas
-
Kamis, 09/02/2012 12:59 WIB
Nasir Kaget Ketahuan Denny Bertemu Nazaruddin di Rutan Cipinang
-
Kamis, 09/02/2012 12:31 WIB
Denny: Ada Apa Pengacara Rosa Diskusi dengan Nazaruddin Tengah Malam?
-
Kamis, 09/02/2012 11:49 WIB
Wamen Denny Pergoki Nazaruddin, Nasir, dan Pengacara Rosa di Cipinang
-
229 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
166 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 605.000
- Rp 862.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_2.gif)


Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

