Komisi IX DPR Desak RS Omni Cabut Gugatan Prita
Senin, 08/06/2009 16:53 WIB
Jakarta -
Komisi IX benar-benar gerah dengan langkah RS Omni International yang melakukan gugatan kepada mantan pasiennya Prita Mulyasari atas kasus email tentang keluhannya berobat dirumah sakit itu. Jika gugatan tersebut tidak segera dicabut, Komisi IX tidak akan segan-segan meminta Menkes Siti Fadilah Supari mencabut izin operasi RS bertaraf internasional tersebut.
"Komisi IX tidak puas terhadap semua jawaban RS Omni International. Komisi IX akan mengusulkan pencabutan izin operasi RS Omni International. Komisi IX meminta RS Omni International mencabut gugatan kepada Prita tanpa syarat," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Umar Wahid saat membacakan kesimpulan RDPU dengan RS OMNI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2009).
Selain meminta mencabut, RM Omni juga didesak meminta maaf kepada Prita Mulyasari karena dinilai telah melakukan penzaliman. Jika semua syarat tersebut tidak dilaksanakan, Komisi IX tidak akan segan-segan bertindak keras terhadap RS ini. "RS Omni harus meminta maaf kepada Ibu Prita," lanjutnya.
Menanggapi desakan itu, Direktur Utama RS Omni Internasional Bina Ratna masih belum memberikan jawabannya. Tetapi Ratna berjanji akan menjadikan putusan RDPU ini sebagai bahan pertimbangan dari institusinya untuk mengambil keputusan terakhir.
"Apapun keputusan anggota dewan, akan menjadi masukan kami," kata Ratna singkat saat menjawab pertanyaan anggota Komisi IX secara bertubi-tubi soal kasus Prita.
(yid/iy)
"Komisi IX tidak puas terhadap semua jawaban RS Omni International. Komisi IX akan mengusulkan pencabutan izin operasi RS Omni International. Komisi IX meminta RS Omni International mencabut gugatan kepada Prita tanpa syarat," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Umar Wahid saat membacakan kesimpulan RDPU dengan RS OMNI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2009).
Selain meminta mencabut, RM Omni juga didesak meminta maaf kepada Prita Mulyasari karena dinilai telah melakukan penzaliman. Jika semua syarat tersebut tidak dilaksanakan, Komisi IX tidak akan segan-segan bertindak keras terhadap RS ini. "RS Omni harus meminta maaf kepada Ibu Prita," lanjutnya.
Menanggapi desakan itu, Direktur Utama RS Omni Internasional Bina Ratna masih belum memberikan jawabannya. Tetapi Ratna berjanji akan menjadikan putusan RDPU ini sebagai bahan pertimbangan dari institusinya untuk mengambil keputusan terakhir.
"Apapun keputusan anggota dewan, akan menjadi masukan kami," kata Ratna singkat saat menjawab pertanyaan anggota Komisi IX secara bertubi-tubi soal kasus Prita.
(yid/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 08:31 WIB
Mahfud: KPK Masih Bisa Cekal Seseorang di Penyelidikan
-
Jumat, 10/02/2012 08:20 WIB
Polisi Masih Teliti Temuan Senjata di Hutan UI
-
Jumat, 10/02/2012 07:44 WIB
BK DPR Tunggu Aduan Sebelum Periksa Nasir
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 06:48 WIB
Otak Pelaku Kaburnya 12 Tahanan Polsek Cempaka Putih Ditangkap
-
Jumat, 10/02/2012 06:31 WIB
3 Aksi Nasir yang Mengundang Kecurigaan Publik
-
Jumat, 10/02/2012 05:31 WIB
DK PD: Pengurus yang Disawer Anas Jangan Hanya Bicara
-
Jumat, 10/02/2012 07:26 WIB
Eks Pengacara 'Membelot' ke Nazaruddin, Rosa Merasa Dirugikan
-
Jumat, 10/02/2012 01:25 WIB
Ketika Hitler Berlatih Pidato dan Bercelana Pendek
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 857.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

