Korut Ancam Lakukan Aksi Militer
Sabtu, 13/06/2009 15:45 WIB
Ilustrasi
Pyongyang -
Pemerintah Korea Utara (Korut) mengancam akan melakukan aksi militer jika Amerika Serikat (AS) mencoba mengisolasi negara itu. Ancaman ini disampaikan setelah Dewan Keamanan PBB menjatuhkan sanksi lebih luas terhadap Korut sebagai akibat uji coba nuklir yang dilakukannya Mei lalu.
Korut juga bertekad akan memulai program pengayaan uranium dan plutonium pada proyek senjata nuklirnya.
Demikian dicetuskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir Reuters , Sabtu (13/6/2009).
Resolusi DK PBB pada Jumat, 12 Juni waktu setempat melarang semua ekspor senjata dari Korut dan impor senjata ke negeri komunis itu. Resolusi itu juga mengizinkan negara-negara anggota PBB menginspeksi lautan, udara, dan kargo darat Korut.
Seorang pejabat senior Korea Selatan (Korsel) mengatakan, Korut kemungkinan akan merespons sanksi PBB itu dengan "uji coba nuklir lainnya dan kemungkinan rudal-rudal lainnya".
"Mereka tidak akan pernah menyerah soal senjata nuklir mereka," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengingat sensitifnya masalah ini.
Korut telah memicu ketegangan dalam beberapa bulan ini dengan melakukan peluncuran rudal-rudal, memulai kembali aktivitas nuklirnya dan bahkan pada 25 Mei lalu melakukan uji coba nuklir.
Pemerintah AS telah mengecam keras tindakan Korut yang dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Washington bahkan menegaskan akan memberikan sanksi tersendiri bagi negeri itu.
(ita/ita)
Korut juga bertekad akan memulai program pengayaan uranium dan plutonium pada proyek senjata nuklirnya.
Demikian dicetuskan juru bicara Kementerian Luar Negeri Korut seperti dikutip kantor berita resmi Korut, KCNA dan dilansir Reuters , Sabtu (13/6/2009).
Resolusi DK PBB pada Jumat, 12 Juni waktu setempat melarang semua ekspor senjata dari Korut dan impor senjata ke negeri komunis itu. Resolusi itu juga mengizinkan negara-negara anggota PBB menginspeksi lautan, udara, dan kargo darat Korut.
Seorang pejabat senior Korea Selatan (Korsel) mengatakan, Korut kemungkinan akan merespons sanksi PBB itu dengan "uji coba nuklir lainnya dan kemungkinan rudal-rudal lainnya".
"Mereka tidak akan pernah menyerah soal senjata nuklir mereka," ujar pejabat yang enggan disebutkan namanya itu mengingat sensitifnya masalah ini.
Korut telah memicu ketegangan dalam beberapa bulan ini dengan melakukan peluncuran rudal-rudal, memulai kembali aktivitas nuklirnya dan bahkan pada 25 Mei lalu melakukan uji coba nuklir.
Pemerintah AS telah mengecam keras tindakan Korut yang dianggap sebagai ancaman bagi perdamaian dunia. Washington bahkan menegaskan akan memberikan sanksi tersendiri bagi negeri itu.
(ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Jumat, 10/02/2012 21:45 WIB
Cijago Resmi Bayar, Keluar Tol Macet
-
Jumat, 10/02/2012 21:35 WIB
Korban dan Geng Cewek di Bali Berdamai
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 21:16 WIB
Tersandung Batu, Atlet Paralayang Alami Kecelakaan di Parangtritis
-
Jumat, 10/02/2012 21:03 WIB
RI Kembali Desak Hentikan Kekerasan di Suriah
-
Jumat, 10/02/2012 21:30 WIB
Ini Dia Kendaraan yang Diseruduk Bus Karunia Bakti di Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 20:28 WIB
13 Orang Tewas dalam Insiden Bus Maut di Jalur Puncak
-
Jumat, 10/02/2012 19:41 WIB
Jokowi Siap Fight untuk DKI-1
-
Jumat, 10/02/2012 07:08 WIB
Bus Seruduk Pemotor dan Pedagang di Jalur Puncak, Lalin Macet
-
230 Komentar
-
190 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

