Sembilan Warga Asing Diculik Di Yaman
Senin, 15/06/2009 02:10 WIB
SANAA -
Sembilan warga asing meliputi anak-anak dan wanita disergap di sebuah gunung berapi sebelah utara Yaman. Sandera adalah seorang warga Jerman, seorang mekanik Inggris, dan seorang guru pelajar asal Korea.
"Termasuk didalamnya pasangan suami-istri asal Jerman, tiga anak-anak dan dua perawat wanita," tutur salah seorang pekerja Rumah Sakit di Kota Saada, kepada AFP, seperti dikutip detikcom, Minggu (14/6/2009).
Seorang juru bicara kementraian di Jerman menyatakan bahwa kedutaan Jerman putus hubungan dengan pemerintah Yaman. Duta Besar Jerman dan Inggris mengakui kehilangan kontak sejak hari Jumat (12/6/2009).
"Menanggapi hilangnya sekelompok orang tersebut, mereka mengakui tidak ada kontak sejak hari jumat hingga mendengar kabar bahwa mereka diculik," tutur seorang diplomat di Sanaa.
Pemerintah Yaman mengatakan bahwa sekelompok orang tersebut disandera oleh anggota Huthi Zaidi, sebuah kelompok pemberontak yang melawan pemerintah Yaman sejak tahun 2004. Namun pemberontak Huthi menolak pernyataan ini.
"Ini adalah konspirasi pemerintah untuk menyudutkan reputasi kelompok Huthi. Ini tidak pernah terjadi dan tidak dilakukan Huthi," tutur salah seorang sumber dari Huthi.
Penculikan warga negara asing sering terjadi di Yaman dilakukan sekelompok pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintahan dengan cara membuat keributan. Lebih dari 200 warga negara asing diculik dalam 15 tahun terakhir.
(van/rdf)
"Termasuk didalamnya pasangan suami-istri asal Jerman, tiga anak-anak dan dua perawat wanita," tutur salah seorang pekerja Rumah Sakit di Kota Saada, kepada AFP, seperti dikutip detikcom, Minggu (14/6/2009).
Seorang juru bicara kementraian di Jerman menyatakan bahwa kedutaan Jerman putus hubungan dengan pemerintah Yaman. Duta Besar Jerman dan Inggris mengakui kehilangan kontak sejak hari Jumat (12/6/2009).
"Menanggapi hilangnya sekelompok orang tersebut, mereka mengakui tidak ada kontak sejak hari jumat hingga mendengar kabar bahwa mereka diculik," tutur seorang diplomat di Sanaa.
Pemerintah Yaman mengatakan bahwa sekelompok orang tersebut disandera oleh anggota Huthi Zaidi, sebuah kelompok pemberontak yang melawan pemerintah Yaman sejak tahun 2004. Namun pemberontak Huthi menolak pernyataan ini.
"Ini adalah konspirasi pemerintah untuk menyudutkan reputasi kelompok Huthi. Ini tidak pernah terjadi dan tidak dilakukan Huthi," tutur salah seorang sumber dari Huthi.
Penculikan warga negara asing sering terjadi di Yaman dilakukan sekelompok pemberontak yang ingin menggulingkan pemerintahan dengan cara membuat keributan. Lebih dari 200 warga negara asing diculik dalam 15 tahun terakhir.
(van/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 12/02/2012 14:10 WIB
Uji Wawancara Calon Pimpinan KPU-Bawaslu Berlangsung Terbuka
-
Minggu, 12/02/2012 13:57 WIB
Korban Bus Karunia Bakti di RSPG Tinggal 1 Orang, 1 Dirujuk ke RS Sentra Medika
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
Minggu, 12/02/2012 13:20 WIB
Sopir Bus Pariwisata Belum Bisa Dimintai Keterangan Karena Shock
-
Minggu, 12/02/2012 13:15 WIB
Penumpang Bus yang Kecelakaan Hendak Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
-
Minggu, 12/02/2012 12:49 WIB
Polisi: Bentrokan di Bali Melibatkan Dua Ormas Besar
-
Minggu, 12/02/2012 13:20 WIB
Sopir Bus Pariwisata Belum Bisa Dimintai Keterangan Karena Shock
-
Minggu, 12/02/2012 13:54 WIB
Bentrok Ormas di Bali Dipicu Miras
-
Minggu, 12/02/2012 13:15 WIB
Penumpang Bus yang Kecelakaan Hendak Ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati
-
548 Komentar
-
448 Komentar
-
375 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,407.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

