Tim JK-Wiranto Nilai Kampanye 'Pilpres Satu Putaran' Meneror Rakyat
Rabu, 17/06/2009 11:19 WIB
Jakarta -
Gerakan pilpres satu putaran dinilai hanya sebagai strategi pemaksaan kehendak dari Tim SBY dengan meracuni dan menggiring calon pemilih untuk memilih SBY-Boediono. Gerakan pilpres satu putaran dinilai sebagai teror politik untuk memenangkan capres tertentu.
"Kalau dibaca iklan sebuah lembaga survei di media massa, jelas gerakan pilpres satu putaran bukan gerakan umum, bukan gerakan netral demi kepentingan bangsa, tetapi gerakan khusus untuk meneror rakyat agar memilih SBY-Boediono," kata juru bicara JK-Wiranto, Lukman Hakiem, kepada detikcom, Rabu (17/6/2009).
Menurut politisi PPP ini, alasan Pilpres satu putaran akan menghemat dana dan energi memang masuk akal. Tetapi sangat tidak bijak kalau dipaksakan. Pasangan JK-Wiranto dan Mega-Prabowo juga diyakini ingin menang dalam satu putaran, tetapi caranya dengan bekerja keras menggunakan rasionalitas dan berjuang meyakinkan rakyat dengan program-program.
"Tidak dengan cara meneror rakyat. Propaganda pilpres satu putaran patut diduga diarahkan untuk kemenangan SBY. Target satu putaran itu akan dijadikan alat justifikasi oleh semua elemen pendukung SBY termasuk tangan-tangan tersembunyi, karena SBY adalah presiden incumbent," paparnya.
Lukman menambahkan, cara-cara pemaksaan seperti ini mengingatkan pada cara Orde Baru dalam memenangkan Golkar, yakni hasil pemilu disesuaikan dengan target yang telah diumumkan. Jika didasarkan pada hasil perolehan suara Partai Demokrat dalam Pileg 9 April lalu, pilpres satu putaran diprediksi akan sulit direalisasikan.
"Suara sekitar 20% itu sudah termasuk dukungan kepada SBY, karena kampanye Demokrat dan SBY pada pileg lalu sudah semi kampanye pilpres baginya. Jadi 20% itu sudah dukungan maksimal. Untuk mencari 30% lagi pada 8 Juli, bukan perkara mudah, kecuali dua pasangan kandidat yang lain tidak bekerja alias tidur saja," paparnya.
Saat ditanya 30 persen lainnya akan disumbang dari parpol pendukung koalisi, Lukman menilai hal itu tidak mudah dilakukan. "Adalah tidak mudah bagi SBY merangkul semua pemilih partai yang berkoalisi dengan dia, apalagi PAN dan PKS yang punya pemilih kalangan menengah ke atas yang tak mudah terkecoh oleh kamuflase politik," pungkasnya.
(yid/nrl)
"Kalau dibaca iklan sebuah lembaga survei di media massa, jelas gerakan pilpres satu putaran bukan gerakan umum, bukan gerakan netral demi kepentingan bangsa, tetapi gerakan khusus untuk meneror rakyat agar memilih SBY-Boediono," kata juru bicara JK-Wiranto, Lukman Hakiem, kepada detikcom, Rabu (17/6/2009).
Menurut politisi PPP ini, alasan Pilpres satu putaran akan menghemat dana dan energi memang masuk akal. Tetapi sangat tidak bijak kalau dipaksakan. Pasangan JK-Wiranto dan Mega-Prabowo juga diyakini ingin menang dalam satu putaran, tetapi caranya dengan bekerja keras menggunakan rasionalitas dan berjuang meyakinkan rakyat dengan program-program.
"Tidak dengan cara meneror rakyat. Propaganda pilpres satu putaran patut diduga diarahkan untuk kemenangan SBY. Target satu putaran itu akan dijadikan alat justifikasi oleh semua elemen pendukung SBY termasuk tangan-tangan tersembunyi, karena SBY adalah presiden incumbent," paparnya.
Lukman menambahkan, cara-cara pemaksaan seperti ini mengingatkan pada cara Orde Baru dalam memenangkan Golkar, yakni hasil pemilu disesuaikan dengan target yang telah diumumkan. Jika didasarkan pada hasil perolehan suara Partai Demokrat dalam Pileg 9 April lalu, pilpres satu putaran diprediksi akan sulit direalisasikan.
"Suara sekitar 20% itu sudah termasuk dukungan kepada SBY, karena kampanye Demokrat dan SBY pada pileg lalu sudah semi kampanye pilpres baginya. Jadi 20% itu sudah dukungan maksimal. Untuk mencari 30% lagi pada 8 Juli, bukan perkara mudah, kecuali dua pasangan kandidat yang lain tidak bekerja alias tidur saja," paparnya.
Saat ditanya 30 persen lainnya akan disumbang dari parpol pendukung koalisi, Lukman menilai hal itu tidak mudah dilakukan. "Adalah tidak mudah bagi SBY merangkul semua pemilih partai yang berkoalisi dengan dia, apalagi PAN dan PKS yang punya pemilih kalangan menengah ke atas yang tak mudah terkecoh oleh kamuflase politik," pungkasnya.
(yid/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 12/02/2012 09:20 WIB
CCTV Indomaret Merekam Detik-detik Bus Karunia Bakti Nyungsep
-
Minggu, 12/02/2012 11:02 WIB
Dua Ormas di Bali Bentrok, Mobil dan Rumah Dirusak
-
Minggu, 12/02/2012 10:52 WIB
Korban Kecelakaan Bus Karunia Bakti Sempat Minta Minuman ke Indomaret
-
Minggu, 12/02/2012 11:38 WIB
Bus Tabrak Delman, Motor dan Truk di Majalengka, 3 Orang Tewas
-
522 Komentar
-
438 Komentar
-
374 Komentar
-
229 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

