KPK Harus Halau Upaya Penghancuran dengan Buka-bukaan
Selasa, 23/06/2009 14:53 WIB
Foto: antikorupsi.org
Jakarta -
Upaya-upaya penghancuran terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berlangsung lama. Mulai dari upaya judicial review terhadap UU tindak pidana korupsi, hingga upaya-upaya menghancurkan KPK dari dalam.
Menurut Koordinator Indonesian Corruption Watch, Danang Widoyoko, untuk menghalau berbagai upaya penghancuran tersebut, KPK harus terbuka pada publik.
"KPK harus mulai menjaga dengan kinerja. Misalnya menjelaskan kasus penyadapan (terhadap Rhani dan Nasrudin). Beberkan saja sebenarnya gimana, mengapa hal ini jadi masalah," ujar Danang kepada detikcom Selasa (23/6/2009).
Berikut wawancara lengkap dengan Danang Widoyoko:
Upaya-upaya penghancuran citra KPK selama ini seperti apa?
Adalah, banyak. Ya macem-macem caranya. Misalkan UU-nya digugat di MK, kemudian UU-nya terancam nggak akan dibahas oleh DPR dan nggak akan selesai. Ini saya kira ada banyak upaya untuk mengurangi kewenangan atau membubarkan KPK. Belum lagi omongan-omongan DPR yang menyudutkan KPK.
Bagaimana agar KPK tidak terganggu dengan upaya-upaya penghancuran tersebut?
Saya kira jawabannya, KPK harus mulai menjaga dengan kinerja. Misalnya menjelaskan kasus penyadapan (terhadap Rhani dan Nasrudin). Beberkan saja sebenarnya gimana, mengapa hal ini jadi masalah. Kalau memang ada yang salah di Antasari, ya dijelaskan. Intinya diselesaikan saja, dibuka saja, aturannya sebenarnya seperti apa.
Dari dalam apakah sudah ada upaya-upaya KPK menjelaskan kepada masyarakat, terkait dengan penyadapan ini?
Kita nggak melihat, misalnya aturannya seperti apa kita nggak tahu. Yang kedua, nggak boleh menahan kasus. Ini yang membikin kecewa publik, kok nggak diproses laporan-laporan masyarakat. Jadi perlu ada informasi resmi dari KPK biar tidak mengundang kecurigaan.
Soal Perppu yang dijanjikan oleh para capres soal RUU Tipikor yang belum juga selesai dibahas DPR?
Itu kan cuma janji-janji, susah ditepati. Janji politik kan gampang diingkari. Menurut saya dituntaskan saja yang sekarang. Yang punya kekuasaan di DPR kan sebenarnya partai. Sebagai dewan pembina, atau ketua partai, saya kira nggak susah bagi mereka untuk memerintahkan perwakilan partai yang ada di DPR untuk segera merampungkan RUU tersebut.
Anda optimistis RUU ini akan kelar sesuai jadwal tanpa Perppu?
Sebenarnya kalau dikebut hasilnya nggak partisipatif. Memang Perppu jalan keluar. Tapi jangan membikin Perppu kalau (pembahasan di DPR) lancar.
Kasus yang dialami Antasari, dan terbaru soal penyadapan, apakah bisa merusak citra KPK?
Citra KPK di mata publik sih enggak. Mereka (KPK) malah dapat dukungan, ternyata kasus-kasus korupsi paling banyak dikirim oleh KPK.
Makanya, internal KPK agar lebih perkuat. Fungsi dewan penasihat diperkuat. Kalau tidak banyak berperan apa gunanya jadi penasihat. Mereka harus memberikan kontribusi lebih.
Yang harus dilakukan KPK ke depan?
Kita pasti akan mendorong KPK untuk lebih serius menangani pengaduan masyarakat. KPK harus membuat skala prioritas dalam menangani kasus. Sehingga akuntabilitas KPK terbukti. Harus ada laporan kepada masyarakat mengapa satu kasus ditangani tetapi kasus yang lain tidak.
(anw/nrl)
Menurut Koordinator Indonesian Corruption Watch, Danang Widoyoko, untuk menghalau berbagai upaya penghancuran tersebut, KPK harus terbuka pada publik.
"KPK harus mulai menjaga dengan kinerja. Misalnya menjelaskan kasus penyadapan (terhadap Rhani dan Nasrudin). Beberkan saja sebenarnya gimana, mengapa hal ini jadi masalah," ujar Danang kepada detikcom Selasa (23/6/2009).
Berikut wawancara lengkap dengan Danang Widoyoko:
Upaya-upaya penghancuran citra KPK selama ini seperti apa?
Adalah, banyak. Ya macem-macem caranya. Misalkan UU-nya digugat di MK, kemudian UU-nya terancam nggak akan dibahas oleh DPR dan nggak akan selesai. Ini saya kira ada banyak upaya untuk mengurangi kewenangan atau membubarkan KPK. Belum lagi omongan-omongan DPR yang menyudutkan KPK.
Bagaimana agar KPK tidak terganggu dengan upaya-upaya penghancuran tersebut?
Saya kira jawabannya, KPK harus mulai menjaga dengan kinerja. Misalnya menjelaskan kasus penyadapan (terhadap Rhani dan Nasrudin). Beberkan saja sebenarnya gimana, mengapa hal ini jadi masalah. Kalau memang ada yang salah di Antasari, ya dijelaskan. Intinya diselesaikan saja, dibuka saja, aturannya sebenarnya seperti apa.
Dari dalam apakah sudah ada upaya-upaya KPK menjelaskan kepada masyarakat, terkait dengan penyadapan ini?
Kita nggak melihat, misalnya aturannya seperti apa kita nggak tahu. Yang kedua, nggak boleh menahan kasus. Ini yang membikin kecewa publik, kok nggak diproses laporan-laporan masyarakat. Jadi perlu ada informasi resmi dari KPK biar tidak mengundang kecurigaan.
Soal Perppu yang dijanjikan oleh para capres soal RUU Tipikor yang belum juga selesai dibahas DPR?
Itu kan cuma janji-janji, susah ditepati. Janji politik kan gampang diingkari. Menurut saya dituntaskan saja yang sekarang. Yang punya kekuasaan di DPR kan sebenarnya partai. Sebagai dewan pembina, atau ketua partai, saya kira nggak susah bagi mereka untuk memerintahkan perwakilan partai yang ada di DPR untuk segera merampungkan RUU tersebut.
Anda optimistis RUU ini akan kelar sesuai jadwal tanpa Perppu?
Sebenarnya kalau dikebut hasilnya nggak partisipatif. Memang Perppu jalan keluar. Tapi jangan membikin Perppu kalau (pembahasan di DPR) lancar.
Kasus yang dialami Antasari, dan terbaru soal penyadapan, apakah bisa merusak citra KPK?
Citra KPK di mata publik sih enggak. Mereka (KPK) malah dapat dukungan, ternyata kasus-kasus korupsi paling banyak dikirim oleh KPK.
Makanya, internal KPK agar lebih perkuat. Fungsi dewan penasihat diperkuat. Kalau tidak banyak berperan apa gunanya jadi penasihat. Mereka harus memberikan kontribusi lebih.
Yang harus dilakukan KPK ke depan?
Kita pasti akan mendorong KPK untuk lebih serius menangani pengaduan masyarakat. KPK harus membuat skala prioritas dalam menangani kasus. Sehingga akuntabilitas KPK terbukti. Harus ada laporan kepada masyarakat mengapa satu kasus ditangani tetapi kasus yang lain tidak.
(anw/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Kamis, 02/02/2012 09:28 WIB
Asrorun Niam: Berkaca Kasus Vita, Waspada Jaringan Eksploitasi Anak
-
Selasa, 31/01/2012 17:54 WIB
Hanta Yuda: PD Harus Gerak Cepat Agar Tak Habis Dimakan Rayap
-
Sabtu, 28/01/2012 08:13 WIB
Anas Urbaningrum: Politik Itu Keras, Harus Siap Lahir Batin
-
Sabtu, 28/01/2012 04:09 WIB
Bupati Garut: Silakan Lakukan Penelitian Harta Karun di Sadahurip
-
Kamis, 26/01/2012 16:37 WIB
Dr Trihono: Angka Kematian Flu Babi Lebih Kecil Daripada Flu Burung
-
Jumat, 10/02/2012 00:14 WIB
Polisi: Pembunuhan ABG di Kebayoran Baru Tidak Direncanakan
-
Kamis, 09/02/2012 15:49 WIB
Buruh di Jakarta Ancam Demo Besar-besaran, Foke: Buruh Harus Ngaca
-
Jumat, 10/02/2012 00:05 WIB
Awas! Pintu Koboi Dipasang, Atapers KRL Diminta Tobat
-
Kamis, 09/02/2012 20:31 WIB
Korban Pencabulan Habib 'H' Diiming-Iming Janji Surga dan Uang
-
230 Komentar
-
196 Komentar
-
176 Komentar
-
167 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Senin, 06/02/2012 15:13 WIB
Bagir Manan: Harus The Best One yang Jadi Ketua MA
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 1,408.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

