Kasus Lamban, Keluarga Nasruddin Surati Komisi HAM PBB
Selasa, 23/06/2009 23:51 WIB
Jakarta -
Keluarga besar Nasruddin Zulakarnaen di Makassar menyurati Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di kantor perwakilannya di Jakarta. Hal itu dilakukan karena penanganan kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran itu terkatung-katung.
Hal tersebut disampaikan perwakilan keluarga Nasruddin, Andi Syamsuddin, kepada detikcom di kediaman keluarga besar Nasruddin di Jalan Daeng Tata I Blok A3, Makassar, Selasa (23/6/2009).
Surat khusus keluarga Nasruddin kepada Komisi HAM PBB, menurut Syamsuddin yang juga adik korban, berisi permintaan kepada Komisi HAM PBB agar memantau secara langsung penanganan hukum kasus tersebut. Keluarga Nasruddin juga berkeinginan kasus tersebut tidak dilupakan seperti kasus kematian aktivis HAM Munir.
"Kasus kematian Nasruddin dan Munir keduanya adalah pelanggaran HAM berat yang memang sepantasnya diperhatikan oleh Komisi HAM PBB," tutur Syamsuddin.
Sampai hari ke-100 kematian Nasruddin, keluarga besarnya masih menyimpan tanda tanya besar atas tewasnya Nasruddin yang diduga melibatkan orang penting di negeri ini. Termasuk polemik pihak kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus ini.
Berbagai cara yang sudah ditempuh oleh keluarga Nasruddin untuk mendapatkan keadilan, mulai dari membentuk tim investigasi sendiri hingga dengar pendapat dengan beberapa pihak intelijen bangsa ini.
"Sampai hari ini belum satu pun proses hukum yang menyentuh substansi kasus ini, sampai kapan keluarga kami menunggu keadilan sampai di keluarga kami," pungkas Syamsuddin.
(mna/sho)
Hal tersebut disampaikan perwakilan keluarga Nasruddin, Andi Syamsuddin, kepada detikcom di kediaman keluarga besar Nasruddin di Jalan Daeng Tata I Blok A3, Makassar, Selasa (23/6/2009).
Surat khusus keluarga Nasruddin kepada Komisi HAM PBB, menurut Syamsuddin yang juga adik korban, berisi permintaan kepada Komisi HAM PBB agar memantau secara langsung penanganan hukum kasus tersebut. Keluarga Nasruddin juga berkeinginan kasus tersebut tidak dilupakan seperti kasus kematian aktivis HAM Munir.
"Kasus kematian Nasruddin dan Munir keduanya adalah pelanggaran HAM berat yang memang sepantasnya diperhatikan oleh Komisi HAM PBB," tutur Syamsuddin.
Sampai hari ke-100 kematian Nasruddin, keluarga besarnya masih menyimpan tanda tanya besar atas tewasnya Nasruddin yang diduga melibatkan orang penting di negeri ini. Termasuk polemik pihak kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus ini.
Berbagai cara yang sudah ditempuh oleh keluarga Nasruddin untuk mendapatkan keadilan, mulai dari membentuk tim investigasi sendiri hingga dengar pendapat dengan beberapa pihak intelijen bangsa ini.
"Sampai hari ini belum satu pun proses hukum yang menyentuh substansi kasus ini, sampai kapan keluarga kami menunggu keadilan sampai di keluarga kami," pungkas Syamsuddin.
(mna/sho)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 13/02/2012 08:16 WIB
DPP PD Tindaklanjuti Rekomendasi DK Soal Pemecatan Kader Bermasalah
-
Senin, 13/02/2012 08:14 WIB
Kecelakaan Beruntun 4 Mobil di Tol Jagorawi
-
Senin, 13/02/2012 08:10 WIB
Marak Kecelakaan, Kemenhub Kumpulkan Semua Perusahaan Bus Hari Ini
-
Senin, 13/02/2012 08:00 WIB
Kecepatan Bus Mira Saat Tabrakan di Jalur Ngawi-Madiun 100 Km/jam
-
Senin, 13/02/2012 07:51 WIB
Anggota Komisi III DPR: Kembalikan Sampah Beracun ke Negara Pengirim
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 07:44 WIB
Ruang Banggar Digeledah KPK, Sutan: Ngeri-ngeri Sedap Barang Tuh!
-
Senin, 13/02/2012 07:34 WIB
Danau 'Ajaib' Jebol, Dusun Mamua Maluku Tengah Tersapu Air Bah
-
Senin, 13/02/2012 07:30 WIB
Bus Mira Banting Stir Hindari Truk Trailer di Jalur Ngawi-Madiun
-
599 Komentar
-
509 Komentar
-
384 Komentar
-
251 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

