4 Warga Sudan Dihukum Gantung Atas Pembunuhan Pejabat AS
Kamis, 25/06/2009 12:29 WIB
Granville (NY Sun)
Khartoum -
Empat warga Sudan dijatuhi vonis mati atas pembunuhan seorang pejabat AS dan sopirnya di Khartoum, Sudan. Seorang terdakwa lainnya dihukum penjara terkait pembunuhan itu.
John Granville (33) asal New York tewas ditembak beserta sopirnya, Abdelrahman Abbas Rahama (39) pada 1 Januari 2008 lalu. Keduanya ditembak saat dalam perjalanan pulang usai perayaan Tahun Baru. Granville merupakan pejabat U.S. Agency for International Development.
"Kami menjatuhkan vonis mati dengan hukum gantung pada empat terdakwa," kata Hakim Sayed Ahmed al-Badri saat pembacaan putusan bersalah seperti dilansir Reuters , Kamis (25/6/2009).
Terdakwa kelima dihukum dua tahun penjara atas dakwaan senjata. Pria itu mengaku membantu para terdakwa lainnya membeli senjata. Keempat terpidana mati adalah pria berusia 20-an dan 30 tahun.
Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut dan saksi mata menyebut para terdakwa sebagai "ekstremis" yang berencana membunuh warga AS. Para terdakwa menyalahkan warga AS atas masuknya pasukan perdamaian internasional ke wilayah Darfur, Sudan.
Keempat terdakwa yang didakwa membunuh Granville telah membantah dakwaan tersebut. Menurut mereka, rekaman video yang diperlihatkan di pengadilan soal pengakuan mereka atas pembunuhan itu dilakukan di bawah penyiksaan.
Saat pembacaan putusan, para terdakwa menolak berdiri meski telah disuruh oleh hakim. Mereka juga tidak menunjukkan reaksi apapun saat divonis mati.
Vonis ini disambut baik oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton. "Saya yakin putusan bersalah yang disampaikan hari ini merupakan langkah penting dalam memberikan keadilan bagi John Granville dan Abdelrahman Abbas Rahama," kata Hillary dalam statemennya.
(ita/iy)
John Granville (33) asal New York tewas ditembak beserta sopirnya, Abdelrahman Abbas Rahama (39) pada 1 Januari 2008 lalu. Keduanya ditembak saat dalam perjalanan pulang usai perayaan Tahun Baru. Granville merupakan pejabat U.S. Agency for International Development.
"Kami menjatuhkan vonis mati dengan hukum gantung pada empat terdakwa," kata Hakim Sayed Ahmed al-Badri saat pembacaan putusan bersalah seperti dilansir Reuters , Kamis (25/6/2009).
Terdakwa kelima dihukum dua tahun penjara atas dakwaan senjata. Pria itu mengaku membantu para terdakwa lainnya membeli senjata. Keempat terpidana mati adalah pria berusia 20-an dan 30 tahun.
Dalam sidang sebelumnya, jaksa penuntut dan saksi mata menyebut para terdakwa sebagai "ekstremis" yang berencana membunuh warga AS. Para terdakwa menyalahkan warga AS atas masuknya pasukan perdamaian internasional ke wilayah Darfur, Sudan.
Keempat terdakwa yang didakwa membunuh Granville telah membantah dakwaan tersebut. Menurut mereka, rekaman video yang diperlihatkan di pengadilan soal pengakuan mereka atas pembunuhan itu dilakukan di bawah penyiksaan.
Saat pembacaan putusan, para terdakwa menolak berdiri meski telah disuruh oleh hakim. Mereka juga tidak menunjukkan reaksi apapun saat divonis mati.
Vonis ini disambut baik oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Hillary Clinton. "Saya yakin putusan bersalah yang disampaikan hari ini merupakan langkah penting dalam memberikan keadilan bagi John Granville dan Abdelrahman Abbas Rahama," kata Hillary dalam statemennya.
(ita/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 13/02/2012 10:03 WIB
Benny Usul Kartu Akses Kemenkum HAM Dicabut
-
Senin, 13/02/2012 10:03 WIB
Dalam 2 Bulan, 6 Atapers Tewas Terjatuh dari KRL
-
Senin, 13/02/2012 10:02 WIB
Beli Pesawat Kepresidenan Kalau Sudah Tidak Ada Lagi Jembatan Rubuh
-
Senin, 13/02/2012 09:52 WIB
Kemenkum HAM Harus Atur Kembali Kebijakan Akses Masuk Lapas
-
Senin, 13/02/2012 09:47 WIB
Banyak Kecelakaan Bus Berujung Maut Akibat Lemahnya Implementasi UU
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 09:13 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf ke Orang Tua Korban
-
Senin, 13/02/2012 09:29 WIB
KPK Tingkatkan Kasus Pembelian Saham Garuda oleh Nazaruddin ke Penyidikan
-
Senin, 13/02/2012 09:38 WIB
Dewan Kehormatan PD Resmi Rekomendasikan Pemecatan Angelina Sondakh
-
608 Komentar
-
511 Komentar
-
384 Komentar
-
329 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

