Kronologi Pernyataan SBY Soal Polemik KPK
Jumat, 26/06/2009 17:49 WIB
Jakarta -
Berita tentang pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal KPK dinilai sudah keluar konteks. Pernyataan SBY soal KPK ditegaskan tidak ada konteks untuk melemahkan KPK. Seperti apa kronologinya?
SBY membeberkan kronologi pernyataannya yang kini menjadi polemik itu dalam keterangan pers di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2009). Dalam keterangan pers itu SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi.
SBY menjelaskan, pernyataannya tentang KPK menjawab pertanyaan salah satu wartawan Kompas. Dalam kunjungannya ke kantor redaksi pada Rabu 24 Juni, SBY ditanya tentang penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi dan bagaimana jika UU Tipikor tidak hadir sebelum 19 Desember dan masa depan KPK.
"Jawaban saya tidak ada yang luar biasa, yang sebenarnya bisa dibaca sekaligus dengan statemen satu dua hari sebelumnya, saat saya melakukan debat capres di Dewan Pers," kata SBY.
Kalau tentang UU Tipikor, SBY menjelaskan, pemerintah telah sering melakukan pertemuan konsultasi dengan ketua dan wakil ketua DPR, namun masalah UU Tipikor tidak muncul dalam konsultasi. SBY mengaku berinisiatif mengingatkan DPR agar UU Tipikor bisa dipercepat penyelesaiannya.
"Dalam rapat konsultasi itu, kalau tidak selesai presiden bisa gunakan haknya untuk keluarkan Perpu agar ada UU Pengadilan Tipikor. Dalam berbagai debat konsisten saya menyampaikan seperti itu. Kalau ada yang katakan saya tolak, jauh hari saya sudah sampaikan," jelas capres nomor urut 2 ini.
SBY menjelaskan pernyataannya yang mengingatkan KPK agar mawas diri karena telah menjelma seperti lembaga superbody berlaku dalam konteks semua lembaga negara. Ia menegaskan, dalam kehidupan demokrasi semua lembaga apakah eksekutif, legislatif, yudikatif harus saling mengontrol.
"Bagaimana KPK? Sama, pada prinsipnya kalau ada kontrolnya melalui UU. Tidak ada konteks melemahkan KPK, mengurangi otoritas KPK, mengebiri KPK. Konteksnya begitu, berlaku bagi semua lembaga," tegas SBY.
(iy/nrl)
SBY membeberkan kronologi pernyataannya yang kini menjadi polemik itu dalam keterangan pers di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (26/6/2009). Dalam keterangan pers itu SBY didampingi Mensesneg Hatta Rajasa dan Seskab Sudi Silalahi.
SBY menjelaskan, pernyataannya tentang KPK menjawab pertanyaan salah satu wartawan Kompas. Dalam kunjungannya ke kantor redaksi pada Rabu 24 Juni, SBY ditanya tentang penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi dan bagaimana jika UU Tipikor tidak hadir sebelum 19 Desember dan masa depan KPK.
"Jawaban saya tidak ada yang luar biasa, yang sebenarnya bisa dibaca sekaligus dengan statemen satu dua hari sebelumnya, saat saya melakukan debat capres di Dewan Pers," kata SBY.
Kalau tentang UU Tipikor, SBY menjelaskan, pemerintah telah sering melakukan pertemuan konsultasi dengan ketua dan wakil ketua DPR, namun masalah UU Tipikor tidak muncul dalam konsultasi. SBY mengaku berinisiatif mengingatkan DPR agar UU Tipikor bisa dipercepat penyelesaiannya.
"Dalam rapat konsultasi itu, kalau tidak selesai presiden bisa gunakan haknya untuk keluarkan Perpu agar ada UU Pengadilan Tipikor. Dalam berbagai debat konsisten saya menyampaikan seperti itu. Kalau ada yang katakan saya tolak, jauh hari saya sudah sampaikan," jelas capres nomor urut 2 ini.
SBY menjelaskan pernyataannya yang mengingatkan KPK agar mawas diri karena telah menjelma seperti lembaga superbody berlaku dalam konteks semua lembaga negara. Ia menegaskan, dalam kehidupan demokrasi semua lembaga apakah eksekutif, legislatif, yudikatif harus saling mengontrol.
"Bagaimana KPK? Sama, pada prinsipnya kalau ada kontrolnya melalui UU. Tidak ada konteks melemahkan KPK, mengurangi otoritas KPK, mengebiri KPK. Konteksnya begitu, berlaku bagi semua lembaga," tegas SBY.
(iy/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 11/02/2012 20:38 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Jalani Tes Urine, Hasil Negatif
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 19:40 WIB
Sopir Bus Karunia Bakti Jadi Tersangka, Dijerat UU Lantas
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Laporan dari Den Haag
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 19:21 WIB
Prof. Sofjan: Prestasi Anggota DPR Nol
-
Sabtu, 11/02/2012 19:05 WIB
Kisah Anggota DPR Akbar Faisal dan Aksi Tolak FPI di Bandara Palangkaraya
-
Sabtu, 11/02/2012 20:08 WIB
Sebelum Bus Karunia Bakti Nyungsep , Tanah Bergetar & Terdengar Gemuruh
-
Sabtu, 11/02/2012 13:02 WIB
Astaga! Restoran di Malaysia Tawarkan 'Hidangan' Seks
-
362 Komentar
-
239 Komentar
-
229 Komentar
-
191 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

