Disertasi Berbuah Pengakuan

Dihadiri 2 Menhan, Peluncuran Buku Gus Choi Bahas UMNO & PKB

Muhammad Nur Hayid - detikNews
Rabu, 01/07/2009 14:31 WIB
Jakarta - Effendy Choirie adalah sosok politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang tak pernah lelah memperjuangkan cita-citanya untuk membangun demokrasi Indonesia yang berkeadilan. Sekolah demi sekolah terus dilakoni untuk menambah wawasan itu.

Salah satunya adalah mengambil program doktor di Universitas Malaya, Malaysia yang menghantarkan dia sebagai doktor dengan diseratsi mengenai perbandingan partai UMNO dan PKB.

Sebagai karya besarnya itu, Gus Choi panggilan akrabnya, mengabadikan hasil penelitian itu dalam buku yang baru diluncurkan pada Selasa (29/6/2009) di salah satu kafe di Jakarta. Buku berjudul 'Islam-Nasionalisme-UMNO-PKB, Studi Komparasi dan Diplomasi' diluncurkan di kafe 'Pak Datuk-Cabang Dumai', kawasan Blok M, Jakarta.

Buku setebal 394 halaman ini diterbitkan oleh Pensil 234 yang dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Hermawan Sulistiyo dengan pengantar mantan PM Malaysia, Dr Mahathir Muhammad dan Ketua Umum Dewan Syuro DPP PKB, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Iftitahnya (prolog) diisi langsung oleh Prof Dr Azyumardi Azra.

Hadir dalam peluncuran buku dan Halaqah Ukhuwah Wathaniyah Indonesia-Malaysia itu antara lain Menhan RI Juwono Sudarsono, Menhan Malaysia Dato’ Seri Ahmad Zahid Hamidi, Dubes Malaysia untuk Indonesia Dato’ Rastam Mohammad Isa, Wakil Menlu RI Triyono Wibowo, Ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Ikrar Nusabakti, Wakil Ketua MPR RI Moeryati Soedibyo, AM Fatwa, dan beberapa anggota Komisi I DPR RI.

Dalam sambutannya, Gus Choi mengangkat tema dari masalah yang dibahas dari buku hasil disertasinya itu. Mantan ketua FKB DPR ini menjelaskan soal alasan menyandingkan UMNO dengan PKB, bukan Golkar.

"Kalau dari sisi lama berkuasanya memang sama antara Golkar dengan UMNO. Tapi dalam anggaran dasar partainya, Golkar sama sekali tidak menyebutkan Islam sebagai salah satu landasan perjuangannya. Dan PKB menyebutkan Islam, demikian pula UMNO," jelas mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ini.

Dalam kesempatan ini, Gus Choi juga menyinggung perlunya hidup bertetangga yang baik antara Indonesia dan Malaysia. Bertetangga yang baik ini tidak hanya dijadikan jargon tetapi menjadi manifestasi dari masing-masing pemimpin kedua negara untuk sama-sama memperbaiki kesalahan yang pernah ada dan berkomitmen untuk saling menghormati serta menghargai.

"Sebagai tetangga, kita tidak bisa memilih. Kalau kawan dan lawan kita bisa memilih. Tetapi kalau kita, Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina, Vietnam itu selamanya akan tetap menjadi tetangga. Karena itu sebagai tetangga kita harus sama-sama saling menghargai dan selalu mencari solusi dari persoalan yang dihadapi demi masa depan kehidupan berbangsa yang lebih sehat," pungkas Gus Choi.
(yid/nwk)
Baca Juga

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel