Harga Minyak Dunia Naik
Cari Aman di Pilpres, SBY Diprediksi Hindari Naikkan BBM
Kamis, 02/07/2009 08:34 WIB
Jakarta -
Kenaikan harga minyak dunia berimplikasi pada membengkaknya subsidi BBM dalam negeri. Untuk mencari aman di pilpres, Presiden SBY diprediksi bakal menghindari kenaikan harga BBM sebelum posisi politiknya terjamin.
"SBY pasti akan sangat menghindari kenaikan BBM dalam negeri. Kalaupun mau menaikkan menunggu posisinya aman. Ini ciri khas dia," kata pengamat politik UGM Abdul Gafar Karim saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7/2009).
Menurut Gafar, kenaikan harga minyak dalam negeri akan menurunkan tingkat elektabilitas SBY sebagai incumbent. Hal itu juga bisa menjadi amunisi bagi para rivalnya untuk menyerang. Karena itu SBY bakal menghindari kenaikan harga BBM dalam negeri dengan cara apa pun.
"Ini kan era yang secara politik sedang high temper. Pada dasarnya SBY dan calon-calon lain akan menghindari keputusan yang tidak populer," ucap Gafar.
Dalam suasana politik yang memanas ini, lanjut Gafar, sangat mungkin ada pihak-pihak tertentu yang bakal memanfaatkan kenaikan minyak dunia untuk memaksa SBY menaikkan harga BBM. Dengan begitu maka elektabilitas SBY bakal turun, dan secara otomatis elektabilitas calon lain bakal naik.
Hal ini pulalah yang menurut Gafar mendorong SBY untuk memenangkan pilpres 1 putaran. Sebab semakin cepat SBY 'naik tahta,' semakin cepat pula periode berisiko yang harus dia tempuh karena naiknya harga minyak dunia. Ketika posisi SBY sudah aman, dalam artian telah terpilih menjadi presiden, kenaikan BBM dalam negeri tidak akan membahayakan dia lagi.
"Paling-paling hanya citranya di mata masyarakat. Tapi dia tidak bisa di-impeach karena menaikkan BBM," tutur Gafar.
(sho/nrl)
"SBY pasti akan sangat menghindari kenaikan BBM dalam negeri. Kalaupun mau menaikkan menunggu posisinya aman. Ini ciri khas dia," kata pengamat politik UGM Abdul Gafar Karim saat dihubungi detikcom, Kamis (2/7/2009).
Menurut Gafar, kenaikan harga minyak dalam negeri akan menurunkan tingkat elektabilitas SBY sebagai incumbent. Hal itu juga bisa menjadi amunisi bagi para rivalnya untuk menyerang. Karena itu SBY bakal menghindari kenaikan harga BBM dalam negeri dengan cara apa pun.
"Ini kan era yang secara politik sedang high temper. Pada dasarnya SBY dan calon-calon lain akan menghindari keputusan yang tidak populer," ucap Gafar.
Dalam suasana politik yang memanas ini, lanjut Gafar, sangat mungkin ada pihak-pihak tertentu yang bakal memanfaatkan kenaikan minyak dunia untuk memaksa SBY menaikkan harga BBM. Dengan begitu maka elektabilitas SBY bakal turun, dan secara otomatis elektabilitas calon lain bakal naik.
Hal ini pulalah yang menurut Gafar mendorong SBY untuk memenangkan pilpres 1 putaran. Sebab semakin cepat SBY 'naik tahta,' semakin cepat pula periode berisiko yang harus dia tempuh karena naiknya harga minyak dunia. Ketika posisi SBY sudah aman, dalam artian telah terpilih menjadi presiden, kenaikan BBM dalam negeri tidak akan membahayakan dia lagi.
"Paling-paling hanya citranya di mata masyarakat. Tapi dia tidak bisa di-impeach karena menaikkan BBM," tutur Gafar.
(sho/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 13/02/2012 10:41 WIB
Nazaruddin Jadi Tersangka Pencucian Uang Pembelian Saham Garuda
-
Senin, 13/02/2012 10:38 WIB
Kasus Antasari Azhar, MA Batalkan 8 Poin Kode Etik Hakim
-
Senin, 13/02/2012 10:11 WIB
Osama Berpesan Agar Anaknya Hidup Damai di Barat dan Bersekolah
-
Senin, 13/02/2012 10:29 WIB
Jenderal Tersodok Shinta Bachir
-
617 Komentar
-
512 Komentar
-
385 Komentar
-
379 Komentar
Lapsus
Index »
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 600.000
- Rp 863.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

