Kasus Bugis

Kaukus Muda Golkar Desak SBY Pecat Andi Sebagai Jubir Presiden

M. Rizal Maslan - detikNews
Jumat, 03/07/2009 21:48 WIB
Jakarta - Kaukus Muda Partai Golkar mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
memberhentikan Andi Mallarangeng sebagai juru bicara presiden. Mereka menilai pernyataan Andi soal kesukuan telah mengoyak rasa persatuan dan dapat menimbulkan benih disintegrasi dan konflik sosial.

"Kami menuntut Bapak Susilo Bambang Yudhoyono selaku Presiden, untuk
memberhentikan segera saudara Andi Mallarangeng sebagai Juru Bicara Presiden
atas ucapannya yang mengoyak-ngoyak rasa persatuan kita dan dapat menimbulkan benih-benih disintegrasi serta konflik sosial," kata Koordinator Kaum Muda Partai Golkar, Lutfi Alkatiri, dalam rilisnya yang diterima detikcom, Jumat (3/7/2009).

Menurut Lutfi, saat ini situasi politik nasional mulai menghangat akibat suasana kompetisi dalam Pemilihan Presiden 2009. Seharusnya situasi tersebut tetap dijaga agar tetap berada dalam semangat kebangsaan, kemajemukan dan kebersamaan.

Lutfi menilai pernyataan Andi Mallarangeng mengenai belum saatnya Bugis menjadi presiden pada kampanye di Sulsel, tanggal 1 Juli lalu mengusik rasa persatuan dan kesatuan bangsa ini. Karena setiap warga negara memiliki hak yang sama dalam politik.

Oleh sebab itu, Kaum Muda Partai Golkar mendesak Presiden SBY untuk Andi
Mallarangeng sebagai juru bicara kepresidenan. Tapi, lanjut Lutfi, bila SBY
mempertahankannya, hal itu menjadi bukti pemerintah memeliharan sikap rasis dan bertentangan dengan konsitusi negara.

"Bila tuntutan ini tidak dipenuhi maka kami memandang, karena jabatan saudara Andi di pemerintahan, bahwa pemerintahan saat ini adalah pemerintahan rasis dan bertentangan dengan konstitusi kita,” tegasnya.

Selain itu, Kaum Muda Partai Golkar juga mendesak Bawaslu dan Polisi segera
memeriksa Andi Mallarangeng terkait pernyataannya yang dinilai mengancam
keutuhan NKRI dan mengandung SARA. Dia juga menghimbau agar seluruh anak bangsa menjaga suasana kompetisi Pemilu Presiden 2009 tetap dalam koridor kebangsaan dan kemajemukan yang berasaskan Bhinneka Tunggal Ika.

(zal/mad)

Share:

Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Indeks Berita »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini