4 Mahasiswa RI Disetrum Hingga Ditelanjangi Polisi Mesir
Jumat, 03/07/2009 23:14 WIB
Ilustrasi
Pekanbaru -
Empat mahasiswa asal Indonesia mengalami penyiksaan yang diduga dilakukan oleh kepolisian Mesir. Mereka ditelanjangi bahkan disetrum pada bagian tubuhnya selama 3 hari.
Keempat mahasiswa tersebut adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi. Mereka berasal dari Kabupaten Rokanhulu, Pekanbaru, yang sedang belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.
"Dari cerita adik saya lewat telepon dan chatting, mereka mengalami penyiksaan dengan ditelanjangi, disetrum dan tidak diberi makan," kata kakak korban Faturrahman, Sainul Muttaqin saat dihubungi detikcom di Pekanbaru, Jumat (3/7/2009).
Menurut Sainul, kejadian ini bermula ketika pada tanggal 28 Juni lalu tiba-tiba polisi mendobrak kamar kos mereka. Kedatangan polisi saat itu, sebetulnya mencari salah seorang mahasiswa yang berasal dari Tapanuli bernama Ismail Nasution.
Ismail diduga berhubungan dengan jaringan gerakan Islam radikal di Mesir. Pasalnya, ia membuka situs Ihwan Muslim Online, yang dipermasalahkan oleh polisi.
"Tapi tiba-tiba polisi menangkap adik saya dan teman-temannya juga," imbuhnya.
Polisi juga mempermasalahkan gambar tokoh pejuang Palestina Syekh Ahmad Yasin yang terpampang di dinding kamar mereka. Akhirnya mereka pun digelandang ke kepolisian bak teroris.
"Matanya ditutup, lalu pas tiba di kepolisian baru dibuka," ungkapnya.
(mad/mad)
Keempat mahasiswa tersebut adalah Faturrahman, Arjil, Ahmad Yunus, dan Tafri Sugandi. Mereka berasal dari Kabupaten Rokanhulu, Pekanbaru, yang sedang belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir.
"Dari cerita adik saya lewat telepon dan chatting, mereka mengalami penyiksaan dengan ditelanjangi, disetrum dan tidak diberi makan," kata kakak korban Faturrahman, Sainul Muttaqin saat dihubungi detikcom di Pekanbaru, Jumat (3/7/2009).
Menurut Sainul, kejadian ini bermula ketika pada tanggal 28 Juni lalu tiba-tiba polisi mendobrak kamar kos mereka. Kedatangan polisi saat itu, sebetulnya mencari salah seorang mahasiswa yang berasal dari Tapanuli bernama Ismail Nasution.
Ismail diduga berhubungan dengan jaringan gerakan Islam radikal di Mesir. Pasalnya, ia membuka situs Ihwan Muslim Online, yang dipermasalahkan oleh polisi.
"Tapi tiba-tiba polisi menangkap adik saya dan teman-temannya juga," imbuhnya.
Polisi juga mempermasalahkan gambar tokoh pejuang Palestina Syekh Ahmad Yasin yang terpampang di dinding kamar mereka. Akhirnya mereka pun digelandang ke kepolisian bak teroris.
"Matanya ditutup, lalu pas tiba di kepolisian baru dibuka," ungkapnya.
(mad/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 13/02/2012 10:03 WIB
Benny Usul Kartu Akses Kemenkum HAM Dicabut
-
Senin, 13/02/2012 10:03 WIB
Dalam 2 Bulan, 6 Atapers Tewas Terjatuh dari KRL
-
Senin, 13/02/2012 10:02 WIB
Beli Pesawat Kepresidenan Kalau Sudah Tidak Ada Lagi Jembatan Rubuh
-
Senin, 13/02/2012 09:52 WIB
Kemenkum HAM Harus Atur Kembali Kebijakan Akses Masuk Lapas
-
Senin, 13/02/2012 09:47 WIB
Banyak Kecelakaan Bus Berujung Maut Akibat Lemahnya Implementasi UU
-
Senin, 13/02/2012 09:13 WIB
Keluarga Tersangka Geng Cewek Bali Bakal Minta Maaf ke Orang Tua Korban
-
Senin, 13/02/2012 02:09 WIB
Insiden Tolak FPI di Palangkaraya Bentuk Kekecewaan Pada Pemerintah
-
Senin, 13/02/2012 07:44 WIB
Ruang Banggar Digeledah KPK, Sutan: Ngeri-ngeri Sedap Barang Tuh!
-
Senin, 13/02/2012 09:29 WIB
KPK Tingkatkan Kasus Pembelian Saham Garuda oleh Nazaruddin ke Penyidikan
-
608 Komentar
-
511 Komentar
-
384 Komentar
-
320 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 1,407.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

