4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Keluarga: Mereka Minta Dipulangkan ke Tanah Air
Sabtu, 04/07/2009 02:26 WIB
Ilustrasi
Pekanbaru -
Empat mahasiswa Indonesia asal Riau diduga mengalami penganiyaan yang dilakukan pihak kepolisian Mesir. Dari empat mahasiswa itu, dua di antaranya minta untuk pulang ke tanah air.
“Mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan polisi Mesir mengaku sudah tidak tahan lagi di sana. Mereka minta segera dipulangkan ke tanah air,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari Fahturrahman mahasiswa Indonesia di Mesir yang mengalami penyiksaan, kepada detikcom, Sabtu (4/07/2009).
Dia menjelaskan, kedua mahasiswa Al Azhar di Kairo Mesir itu adalah, Arzil dan Tasril Sugandi yang masih duduk di semester I. Dimungkinkan keduanya meminta dipulangkan karena terhitung baru menjadi mahasiswa.
“Mungkin karena mereka berdua ini masih mahasiswa yang baru, sehingga mereka kurang begitu betah atas kasus yang menimpa mereka. Alasannya inilah mereka dalam perbincangan dengan keluarganya di Riau meminta segera di pulang,” kata Sainul.
Dua mahasiswa lagi, yakni Fahturrahman dan Ahmad Yunus sudah duduk di semester IV. Mereka ini menjadi korban penganiayaan polisi setempat atau dikenal dengan sebutan Amni Daulah.
Polisi Mesir menyiksa mereka dengan cara yang keji. Mereka ditangkap di kamar kosnya bak teroris kelas kakap. Mata ditutup, tangan diikat, lantas sampai di kantor polisi setempat mereka ditelanjangi, bahkan salah satu di antaranya alat vitalnya disetrum.
“Mereka sudah saya bujuk agar mereka tetap bertahan untuk meneruskan kuliahnya,” kata Sainul.
(cha/mad)
“Mahasiswa yang menjadi korban penganiayaan polisi Mesir mengaku sudah tidak tahan lagi di sana. Mereka minta segera dipulangkan ke tanah air,” kata Sainul Muttaqin, kakak dari Fahturrahman mahasiswa Indonesia di Mesir yang mengalami penyiksaan, kepada detikcom, Sabtu (4/07/2009).
Dia menjelaskan, kedua mahasiswa Al Azhar di Kairo Mesir itu adalah, Arzil dan Tasril Sugandi yang masih duduk di semester I. Dimungkinkan keduanya meminta dipulangkan karena terhitung baru menjadi mahasiswa.
“Mungkin karena mereka berdua ini masih mahasiswa yang baru, sehingga mereka kurang begitu betah atas kasus yang menimpa mereka. Alasannya inilah mereka dalam perbincangan dengan keluarganya di Riau meminta segera di pulang,” kata Sainul.
Dua mahasiswa lagi, yakni Fahturrahman dan Ahmad Yunus sudah duduk di semester IV. Mereka ini menjadi korban penganiayaan polisi setempat atau dikenal dengan sebutan Amni Daulah.
Polisi Mesir menyiksa mereka dengan cara yang keji. Mereka ditangkap di kamar kosnya bak teroris kelas kakap. Mata ditutup, tangan diikat, lantas sampai di kantor polisi setempat mereka ditelanjangi, bahkan salah satu di antaranya alat vitalnya disetrum.
“Mereka sudah saya bujuk agar mereka tetap bertahan untuk meneruskan kuliahnya,” kata Sainul.
(cha/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 12/02/2012 20:25 WIB
Laporan dari Brussel
Tawaran Pendidikan dari K.U. Leuven, Belgia
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:29 WIB
Menkum Ham: Kunjungan Pengacara Kepada Kliennya di Tahanan Harus Diatur
-
Minggu, 12/02/2012 18:24 WIB
Kakek Ditemukan Tewas Membusuk di Rusun Tanah Abang
-
Minggu, 12/02/2012 19:04 WIB
Seorang 'Atapers' Tewas Terbentur Tiang Listrik di Stasiun Manggarai
-
Minggu, 12/02/2012 18:17 WIB
Usai Razia Kendaraan, Dua Polisi di Bogor Dibacok 7 Pria
-
Minggu, 12/02/2012 20:01 WIB
Tomy, Pembobol ATM di Kuta Sudah Bertransaksi 6 Kali
-
Minggu, 12/02/2012 17:20 WIB
Amir Copot Kakanwil Kemenkum Jakarta Hingga Karutan Cipinang
-
590 Komentar
-
479 Komentar
-
381 Komentar
-
230 Komentar
Lapsus
Index ยป
-
Senin, 06/02/2012 13:46 WIB
Setelah Miranda, Lalu Siapa?
Miranda Tersentuh Jua
-
Senin, 06/02/2012 10:26 WIB
Miranda, Lalu Siapa?
Miranda S Gultom: Awalnya Saya Enggan Dicalonkan
-
Jumat, 10/02/2012 18:34 WIB
PDII LIPI: Menulis di Jurnal Ilmiah Bikin Mahasiswa Tak Asal Lulus
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 863.000
- Rp 600.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Alamatku
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message




---125x125.gif)
.gif)

